Arsip Blog

Selasa, 10 Mei 2011

Malaysia Rayu ASEAN Bangun Jembatan Malaka US$ 15 Miliar

Jakarta - Pemerintah Malaysia sangat bernafsu untuk merealisasikan rencana pembangunan Jembatan Selat Malaka yang menghubungkan antara Sumatera dengan Malaka. ASEAN pun dirayu untuk membantu merealisasikan rencana ini.

Managing Director Jembatan Selat Malaka Datuk Lim Sue Beng dengan percaya diri telah mempresentasikan konsep pembangunan jembatan ini.

Jembatan Selat Malaka, jelasnya, memiliki panjang hingga 127,93 km. Sepanjang 48,69 km berada di wilayah Malaysia dan 79,24 km berada di wilayah Indonesia. Jembatan ini kuat bertahan hingga 120 tahun.

Beng menyebutkan pembangunan jembatan ini akan berlangsung selama 10 tahun.

"Proyek ini akan terwujud dalam 10 tahun untuk pebangunannya dan 80 tahun untuk pengoperasiannya dengan biaya tol sebesar US$ 80 per kendaraan sekali jalan," jelasnya dalam acara 8th ASEAN Leadership Forum, Hotel Nikko, Jakarta, Senin (9/5/2011).

Mengenai dana pembangunan jembatan tersebut, Beng menyebutkan ada tiga opsi besaran dana yang dibutuhkan. Jika hanya jembatan saja maka dibutuhkan dana sebesar US$ 12,75 miliar, jika jembatan dan terowongan maka dibutuhkan US$ 13,71 miliar, sedangkan jika terowongan semua maka membutuhkan biaya sebesar US$ 15,05 miliar.

Beng menjamin pembangunan ini sangat menguntungkan bagi para investor karena dia menjanjikan bunga yang rendah dan cepat selesai.

"Faktor kunci pembiayaan ASEAN connectivity adalah rendahnya suku bunga, periode yang panjang dan implementasi yang cepat," tandasnya.

Di tempat yang sama, Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono mengatakan Indonesia akan mulai melirik Jembatan Selat Malaka jika pembangunan Jembatan Selat Sunda.

Menurut Bambang, konektivitas dalam negeri sangat penting untuk ditingkatkan terlebih dahulu pada sebuah negara.

"Ya, kita memang akan prioritaskan yang dalam dulu, JSS (Jembatan Selat Sunda), untuk memperkuat domestic conectivity kita. Kan, teorinya menyatakan kalau kita di dalam tidak kuat maka yang terjadi connectivity kita melemah secara nasional," jelas Bambang.

Karena itu Indonesia belum memberikan kepastian pembangunan jembatan yang akan menghubungkan Indonesia dengan Malaysia tersebut.

"Belum, kita belum sampai sana (penentuan waktu). Pertama memfinalkan konsep, itu kan ada 2 juga, nggak hanya jembatan tapi ada terowongan kan, itu sama konsepnya saat melakukan studi wktu JSS," ujarnya.


source : http://www.detikfinance.com/read/2011/05/09/144544/1635560/4/malaysia-rayu-asean-bangun-jembatan-malaka-us--15-miliar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

thanks for comment

Pencarian

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...