Arsip Blog

Jumat, 27 Mei 2011

17 Proyek infrastruktur senilai Rp190 triliun diresmikan

JAKARTA: Pemerintah meluncurkan Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) 2011-2025. Sebagai tahap awal, ada 17 proyek infrastruktur baru senilai Rp190 triliun di empat wilayah yang akan dilaksanakan hingga 2014.

Hatta Rajasa, Menteri Koordinator bidang Perekonomian, menuturkan sesuai instruksi presiden dalam sejumlah retreat, MP3EI menjadi fokus pemerintah untuk dikembangkan. Sebagai gebrakan awal, ada 17 proyek infrastruktur senilai Rp190 triliun yang akan dilaksanakan hingga 2014, yang akan dilanjutkan dengan tahapan pembangunan berikutnya hingga 2025.

"Total investasi (dari 17 proyek tersebut) Rp190 triliun yang sumber pendanaannya dari BUMN, swasta nasional, foreign direct investment, dan APBN. Ke-17 proyek tersebut merupakan bagian dari serangkaian proyek MP3EI yang akan menyerap investasi hingga Rp4.000 triliun," ujar dia dalam acara Peluncuran MP3EI 2011-2015, hari ini.

Menurutnya, ke-17 proyek tersebut tersebar di empat lokasi, yakni Sei Mangke (Sumatera Utara), Cilegon (Jawa Barat), Lombok Timur (Nusa Tenggara Barat), dan Timika (Papua).

Untuk wilayah pertama, Sei Mangke, ada tiga proyek yang akan dikembangkan. Pertama, pengembangan kawasan industri kelapa sawit oleh PT Perkebunan Negara III  dengan estimasi nilai investasi
Rp2,5 triliun. Kedua, proyek pembangunan pusat tenaga listrik tenaga air (PLTA) Peusangan 1 dan 2 (2x44 MW) di Provinsi Nangroe Aceh Darussalam senilai Rp1,53 triliun. Ketiga, proyek broadband access dan through access plan oleh PT Telkom.

Kemudian di Cilegon, ada empat proyek utama yang akan dikembangkan. Pertama, proyek pembangunan pabrik baja modern oleh PT. Krakatau Steel dan POSCO, Korea Selatan, dengan nilai investasi Rp60 triliun. Kedua, proyek gasifikasi energi senilai Rp59 triliun. Ketiga, proyek perluasan pabrik stamping, engine, casting, dan assembling kendaraan bermotor oleh PT Astra Daihatsu Motor senilai Rp2,4 triliun.

Ketiga, proyek jalan bebas hambatan Tanjung Priok senilai Rp1,6 triliun oleh JBIC, pemerintah pusat, Pemda DKI Jakarta, PT Angkasa Pura dan PT Jasa Marga. Keempat, peluncuran proyek chemical grad
alumunium (CGA) di Kalimantan oleh PT Antam senilai Rp4,3 triliun.

Wilayah berikutnya, Lombok Timur, juga ada empat proyek yang akan dikembangkan. Yakni proyek waduk Pandan Duri (Rp728 miliar), bendungan Titab (Rp481 miliar), perluasan Bandara Ngurah Rai (Rp1,94 triliun), dan Penerbangan jalur baru Garuda Indonesia ke 13 kota besar Indonesia Timur.

Terakhir, di Timika, Papua, empat proyek yang akan dikembangkan adalah Proyek jalan raya Timika-Enarotali sepanjang 135 km (Rp600 miliar), proyek pembangunan jalan raya Merauke-Waropko sepanjang 600 km (Rp1,2 triliun), proyek pertambangan dan pabrik pengolahan nikel dan kobal Rp50 triliun), dan proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) 150 kwp dan 200 kwp. (msw)

source : http://www.bisnis.com/ekonomi/makro/25140-17-proyek-infrastruktur-senilai-rp190-triliun-diresmikan


AddThis Social Bookmark Button

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

thanks for comment

Pencarian

Memuat...

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...