Arsip Blog

Senin, 16 Mei 2011

Pariaman-Jepang Jalin Kerja Sama

Pariaman, Padek—Konsulat Jenderal Jepang untuk Indonesia di Medan, Yuji Hamada berjanji menfasilitasi kerja sama di bidang teknologi dengan Kota Pariaman. Yuji melihat perkembangan teknologi dalam berbagai bidang di Kota Pariaman, sangat minim.

“Kalau bisa kerja sama Indonesia dan Jepang, khususnya Kota Pariaman jangan hanya di bidang penanggulangan bencana. Tetapi juga di bidang teknologi segala bidang. Baik itu tekhnologi pertanian, perikanan,koperasi dan kesehatan. Karena saya lihat, hal ini masih minim,” ujar Yuji Hamada di Pendopo Wali Kota Pariaman, kemarin (15/5).

Kedatangan Yuji Hamada disambut langsung Wali Kota Pariaman, Mukhlis Rahman beserta kepala SKPD, camat. Turut hadir sejumlah tokoh masyarakat.
Hamada sendiri berjanji akan mencoba menfasilitasi kerja sama tersebut dengan pemerintah Jepang. Karena menurutnya teknologi untuk memajukan kehidupan suatu bangsa.

Selanjutnya dalam kesempatan itu, Hamada juga sempat bernostalgia bahwa ia masih terkesan dua tahun lalu ketika terjadi bencana gempa di Kota Pariaman. Saat itu, ia  turut membantu pelayanan medis ketika dengan mendirikan rumah sakit darurat di halaman Kantor Walikota Pariaman yang rusak.

Hamada juga memaparkan kejadian gempa dan tsunami yang terjadi di Negara Jepang, yang dampaknya sangat terasa kepada masyarakat dan pemerintah Jepang. Negaranya dihempas oleh gelombang tsunami setinggi 40 m, dan menyebar hingga 40 km dari bibir pantai, membuat sarana prasarana hancur.

Yang lebih sulit adalah kerusakan pada radio aktif, reaktor nuklir, ini memang sulit diatasi, yang mungkin hingga 9 bulan kedepan. Rekonstruksi sarana prasarana bisa hingga 3 tahun ke depan, dengan perkiraan biaya 25 Triliun Yen (250 triliun rupiah/300 miliar US Dolar). Namun demikian, ia optimis negaranya bisa pulih kembali.
Di tempat yang sama, Wako Pariaman Mukhlis Rahman juga menginformasikan pernah terjadi tsunami di Wilayah Pariaman sekitar tahun 1604 dan tahun 1833. Akhir-akhir ini, juga ada bencana banjir, abrasi pantai, kebakaran. Namun sejak adanya pengendalian aliran sungai untuk bencana banjir, mulai berkurang. (nia)
[ Red/Redaksi_ILS ]

source  ; http://padangekspres.co.id/?news=berita&id=4021

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

thanks for comment

Pencarian

Memuat...

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...