Arsip Blog

Sabtu, 14 Mei 2011

Indonesia-Australia Gelar Latihan SAR Gabungan

Indonesia-Australia Gelar Latihan SAR Gabungan
Liputan6.com, Jimbaran: Badan Search and Rescue (SAR) Nasional Provinsi Bali bekerjasama dengan Pusat Koordinasi Keselamatan Australia (RCC Australia) menggelar latihan bersama penanggulangan bencana di lepas pantai tenggara Bali.

"Latihan Austrindo (Australia-Indonesia) ini adalah latihan yang memang dilakukan setiap tahun, dan kali ini SAR Bali melibatkan unsur yang terlibat potensi dan tugas penyelamatan," kata Kepala Sub Bidang (Kasubdid) Siaga Latihan dan Standarisasi Operasi Badan SAR Nasional (Basarnas), Didi Hamzar.

Latihan yang melibatkan unsur SAR dari TNI Angkatan Laut dan Polisi Air Polda Bali itu digelar selama tiga hari sejak Kamis (12/5) hingga Sabtu (14/5) dengan melibatkan total 80 personel. Dedi menjelaskan, latihan gabungan ini salah satunya bertujuan untuk meningkatkan kerjasama. "Kalau ada kejadian di wilayah perbatasan Indonesia - Australia, maka kami akan mengkoordinasikannya dengan RCC. Siapa yang paling dekat dengan lokasi peristiwa, dia yang akan bergerak lebih dulu," jelasnya.

Dedi menjelaskan, dalam pelatihan tersebut para peserta sengaja tidak diberi tahu soal kejadian pastinya, baik waktu dan lokasi. "Ini skenario yang sudah disusun. Jadi nanti ada kejadian dilaporkan, lalu bagaimana tim dapat memproses, mengelola dan bagaimana tim mengatur koordinasi untuk melakukan operasi SAR. Intinya kita akan menguji kesiapsiagaan dan kemampuan koordinasi," katanya.

Dalam simulasi tersebut, sebuah kapal nelayan dengan 12 awak kapal terbakar dan akan tenggelam, dua orang dilaporkan terluka, sementara para kru meninggalkan rakit sehabis kehilangan kontak. Setelah menerima laporan darurat dari Indonesia Mission Control Center (IDMCC), kantor SAR Denpasar melakukan koordinasi dengan bantuan dari RCC Australia.

Komunikasi nyata dipraktikkan antara Koordinator Misi Senior (SMC) dan pusat koordinasi penyelamatan (RCC) Denpasar. Selain melibatkan personel gabungan, latihan tersebut juga melibatkan berbagai peralatan khusus guna penyelamatan, seperti helikopter Basarnas, juga Rigid Hulled Inflatable Boat (RHIB) dari Bali.

Murray Brisset dari National Search and Rescue School di Australia berharap latihan gabungan Australia dan Indonesia ini dapat menguji dan menentukan efektifitas unit SAR dan fasilitas SAR lainnya, baik di Indonesia maupun di Australia. (ANT//TOW)
(antasari.net)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

thanks for comment

Pencarian

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...