Arsip Blog

Senin, 16 Mei 2011

Persatuan Tuna Netra Gelar Lomba "Mesatwe" Bali

Gianyar (ANTARA) - Persatuan Tuna Netra Indonesia (Pertuni), Kabupaten Gianyar akan menggelar lomba "mesatwe" atau bercerita dalam bahasa Bali di balai budaya setempat, Jumat (19/5) mendatang.

"Lomba ini kami gelar karena rasa tergugah dengan anggapan bahwa kami tidak banyak berguna di tengah-tengah masyarakat karena kami cacat," kata Ketua Pertuni Gianyar, Anak Agung Putra, Senin.

Ia mengatakan, pihaknya bersama anggota Pertuni lainnya ingin menunjukkan diri kepada para warga normal lainnya bahwa mereka juga bisa berbuat untuk masyarakat dan tidak dianggap hanya sekedar bisa hidup.

Kata dia, ada tiga jenis "satwe" atau cerita Bali yang akan dilombakan antara lain, "satwe Rare Angong", "Sri Sedana", dan "Satwe Sang Jarak Karu" yang merupakan dongeng khas Bali.

Rare angon sendiri, kata Gung Putra yang didampingi anggota Komisi D DPRD Gianyar I Nyoman Arjawa, bercerita tentang pergulatan seorang penggembala sapi dalam memperjuangkan hidupnya.

Sementara Sri Sedana menceritakan istri dari Dewa Siwa yang turun ke bumi untuk menyejahterakan manusia, sedangkan Sang Jarak Karu menceritakan soal perjuangan sang anak untuk membebaskan dosa dari sang ayah.

"Dalam lomba itu, kami akan menghadirkan tiga juri yang sudah dikenal serta memiliki kemampuan dalam bahasa Bali, yakni Gusti Aji Susuan, Anak Agung Wiatna serta Anak Agung Sweta," katanya.

Panitia menyediakan hadiah berupa uang ratusan ribu rupiah bagi para pemenang, namun ia berharap agar kegiatan itu tidak dilihat dari kecilnya nilai hadiah kepada para pemenang.

"Yang penting, bagaimana para penyandang ketunaan ini bisa berperan dalam kehidupan," katanya.

I Nyoman Arjawa menambahkan, sebagai wakil rakyat pihaknya memiliki kewajiban untuk memperjuangkan aspirasi rakyatnya tanpa pandang bulu dalam melayani masyarakat, termasuk mereka yang menyandang ketunaan harus mendapatkan perhatian.

Untuk itu, pihaknya bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan Kabupaten Gianyar berjuang keras untuk membantu terlaksananya lomba itu, sehingga memberi kesan tersendiri bagi mereka yang menderita kekurangan.

"Karenanya kami berharap lomba semacam ini terus berkelanjutan sehingga masyarakat yang mengalami ketunaan bisa mendapatkan saluran untuk berkreativitas," ujarnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

thanks for comment

Pencarian

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...