Rabu, 02 Mei 2012

Komunitas Duta Budaya Indonesia Diluncurkan di Australia

London - Keindahan dan keanekaragaman budayanya kerap kali mengundang decak kagum dunia mulai Tari Saman khas bumi Aceh sampai Sajojo asal Papua, dari Angklung yang dinamis khas bumi Parahyangan sampai denting magis Gamelan Jawa .

Berangkat dari kekayaan budaya Indonesia, para penggiat budaya Indonesia di Australia meluncurkan Komunitas Duta Budaya Indonesia (KDBI) yang disaksikan Duta Besar Republik Indonesia untuk Australia dan Vanuatu, Primo Alui Joelianto, ujar Juru Bicara KDBI Yasmi Adriansyah kepada Antara, Rabu (2/5).

Dalam kesempatan tersebut, Dubes Primo Joelianto menyambut hangat peluncuran KDBI dan mengharapkan dengan dibentuknya KDBI. "Saya menyambut baik prakarsa terbentuknya KDBI yang diharapkan dapat merangkul berbagai penggerak budaya Indonesia. Setiap warga Indonesia adalah duta-duta yang sesungguhnya," ujarnya.

Peluncuran KDBI berlangsung meriah. Kelompok Angklung Awivadya membuka acara dengan lagu-lagu berirama riang. Kemudian aneka tarian tradisional Indonesia ditampilkan dengan dinamis serta suguhan lagu keroncong dari Indonesian Ukulele Orchestra.

Keanggotaan KDBI terbuka bagi siapapun pencinta budaya Indonesia. Sejumlah tokoh-tokoh penggerak berbagai sentra budaya di Australia telah memberikan dukungan dan bahkan berkenan menjadi anggota kehormatan.

"Kami merasa terhormat," ujar Prapti, seorang pengajar Bahasa Indonesia dan nilai-nilai budaya Indonesia yang telah bertahun-tahun mengajar diplomat dan pejabat di Canberra, Australia.

Ruang lingkup KDBI berawal di Canberra, namun diharapkan menyebar ke seluruh Australia, dan bahkan dunia. Karenanya, KDBI juga mendapat kepercayaan dari tokoh-tokoh seni-budaya di tanah air, seperti Helmy Yahya, Asma Nadia dan Sam Udjo yang telah berkenan menjadi anggota kehormatan. "Saya memberikan apresiasi positif atas inisiatif ini dengan harapan akan semakin menginspirasi siapapun warga negara Indonesia untuk menjadi duta budaya, termasuk dalam hal industri kreatif," ujar Helmy.

Tokoh angklung Sam Udjo juga menyatakan dukungan atas pembentukan KDBI. "Saya berharap komunitas ini akan berdampak pada langkah penyebaran yang lebih luas budaya Indonesia."

Komunitas Duta Budaya Indonesia digerakkan Yasmi Adriansyah, seorang mahasiswa dan entrepreneur; Eris Sugiatna, seorang pekerja sosial dan konduktor Awivadya (Indonesian Angklung); dan Panuntun Nugraha, seorang entrepreneur dan seniman multitalenta yang lama menetap di Australia.

Sebagai organisasi yang bersifat guyub, tujuan dari pembentukan KDBI adalah sebagai sarana komunikasi antar para penggerak, penggiat dan pecinta budaya Indonesia. Adapun kegiatan-kegiatan yang dilakukan adalah saling bertukar informasi serta berusaha proaktif dan sinergis dalam mengadakan berbagai kegiatan budaya.

Keanggotaan KDBI terbuka bagi siapa pun pencinta budaya Indonesia. Adapun kepada para penggerak sentra-sentra budaya, seperti kelompok gamelan, angklung, bahasa, menulis, puisi, tari, musik dan bahkan kuliner nusantara diberikan tempat sebagai anggota kehormatan. [EL, Ant]

Supermoon Tahun Ini, Terbaik Bagi Indonesia

JAKARTA, KOMPAS.com - Fenomena Supermoon akan terjadi lagi pada Minggu (6/5/2012). Sebelumnya, Supermoon terjadi pada 19 Maret 2011.

Mutoha Arkanuddin dari Jogja Astro Club (JAC), "Kalau Supermoon tahun lalu terbaik di Amerika, maka Supermoon tahun ini adalah Supermoon terbaik bagi Indonesia."

Pada saat Supermoon terjadi nanti, Bulan akan berada pada jarak sekitar 357 kilometer, 10 persen lebih dekat dari jarak biasanya. Jarak yang lebih dekat membuat Bulan akan tampak 14 persen lebih besar dan 30 persen lebih terang dari biasanya.

Menurut Mutoha, Supermoon tahun ini bisa dinilai yang terbaik dari selisih antara saat terjadinya purnama, perigee dan saat Supermoon tampak. "Tahun ini purnama terjadi pada pukul 10.30 sementara perigee-nya pada 3.30 UT atau 10.30 WIB. Jadi bersamaan," ungkap Mutoha saat dihubungi Kompas.com, Rabu (2/5/2012).

Selisih antara saat terjadinya purnama dan perigee dengan waktu yang memungkinkan untuk pengamatan di Indonesia juga lebih singkat. "Di Indonesia, kita hanya perlu menunggu sekitar 6 jam untuk melihat Supermoon. Kalau di Amerika tahun ini harus menunggu 12 jam," papar Mutoha.

Meski istimewa, kenampakan Supermoon takkan bisa disadari dengan mudah. Diperlukan teleskop untuk membandingkan besarnya bulan saat Supermoon dengan saat purnama biasa. Mutoha dan anggota komunitas JAC berencana membuat dokumentasi agar publik menyadari perbedaan besar Bulan tersebut.

Sementara itu, Mutoha menegaskan bahwa tak ada kaitan antara Supermoon dengan bencana dan gempa Bumi. Meski demikian, dampak Supermoon pada air pasang perlu diwaspadai.

Indonesia Negara Paling Optimistis Ketiga di Dunia

JAKARTA, KOMPAS.com — Keyakinan konsumen di Indonesia mencapai angka indeks 118 pada kuartal I-2012, yang merupakan tertinggi sejak tahun 2010. Angka indeks itu pun membawa Indonesia menempati peringkat ketiga di dunia setelah India (123) dan Arab Saudi (119).
Indeks tersebut merupakan temuan kepercayaan global oleh Nielsen melalui survei yang dilakukan pada 10-27 Februari 2012 terhadap lebih dari 28.000 konsumen online di 56 negara. "Indonesia tetap menjadi negara yang paling optimis ketiga di dunia," sebut Catherine Eddy, Managing Director Nielsen Indonesia, dalam konferensi pers, di Jakarta, Rabu (2/5/2012).
Angka indeks tersebut naik satu poin dari kuartal terakhir tahun 2011. Indeks tetap naik, kata dia, sekalipun masyarakat dibayangi oleh rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. "Walaupun terdapat kemungkinan naiknya harga bahan bakar dan barang-barang, konsumen di Indonesia tetap optimis. Hal ini disebabkan karena adanya stabilitas perekonomian global," tambah Catherine.
Akan tetapi, kondisi ekonomi negara tetap menjadi pertimbangan utama bagi kekhawatiran konsumen Indonesia. Hal ini terlihat dari satu dari empat responden, atau 24 persen, yang menyatakan demikian. Ini berbeda dengan konsumen di Asia Pasifik dan Tenggara yang lebih mengkhawatirkan pekerjaan mereka. "Perekonomian terus menjadi kekhawatiran utama bagi konsumen Indonesia, terutama dengan kemungkinan naiknya harga bahan bakar yang akan mendorong naiknya harga barang," pungkas Catherine.

Justin Bieber: Indonesia, I See You. I Love U...

LOS ANGELES, KOMPAS.com — Penyanyi asal Kanada, Justin Bieber, akhirnya bersuara menyusul kontroversi yang ditimbulkannya setelah menyebut Indonesia sebagai negara random.

Secara harfiah, random memiliki definisi "acak" dan oleh penutur Inggris digunakan untuk mendeskripsikan sesuatu yang tidak memiliki signifikansi atau "tidak jelas".

Bieber mengeluarkan pernyataan itu saat peluncuran album barunya di London, Inggris, pekan lalu dan langsung mendapat reaksi keras di Indonesia, termasuk kecaman hingga aksi boikot lagu-lagu Bieber di radio.

Beberapa saat lalu, penyanyi berusia 18 tahun itu akhirnya menyikapi isu tersebut di akun Twitter-nya.

"one rumor i wont stand for is saying what me and my fans have isnt real. Indonesia I see you. i love u. I love ALL MY FANS. (gosip yang tidak bisa aku biarkan adalah bahwa apa yang aku dan para penggemarku miliki bukan hal yang sejati. Indonesia aku lihat kamu. aku cinta kamu. aku cinta SEMUA PENGGEMARKU)," tulis Bieber.

April tahun lalu, Justin Bieber sempat menggelar konser di Sentul, Bogor. Konsernya sendiri berjalan cukup sukses.

Dalam kesempatannya di Indonesia, ia merekam sebuah single berjudul  "Be Alright" untuk album barunya, tetapi ternyata proses rekaman itu tidak berjalan seperti yang diinginkannya.

"Saya berada di satu negara yang random," kata Bieber kepada Reggie Yates dari The Voice UK, seperti dilansir harian Mirror. Manajernya, Scott "Scooter" Braun, menyela dan mengatakan, "Indonesia."

"Saya merekamnya di sebuah studio," lanjut Bieber. "Tempatnya kecil. Mereka tidak tahu apa yang mereka lakukan."

Sebuah radio anak muda di Medan, Sumatera Utara, Kiss 105 FM memboikot lagu-lagu Bieber.

Televisi setempat hari ini menyiarkan gambar sekelompok Belieber yang menghapus file lagu-lagu Bieber dari telepon seluler dan tidak lagi mengikutinya di Twitter.

Namun, bagi sebagian besar Belieber di Indonesia, klarifikasi sang idola cukup untuk menenangkan mereka.

Mereka mengucapkan terima kasih atas penjelasan itu dan meminta agar orang-orang berhenti menghujat Bieber.

Pencarian

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...