Arsip Blog

Kamis, 12 Mei 2011

Dari Indonesia ke Pentas Dunia

Setelah berjalan selama 40 tahun, Toyota tidak hanya menjadi tuan rumah di Indonesia, juga mampu memasarkan produk buatan Indonesia ke berbagai negara.

Jika Anda sedang umrah atau naik haji,mungkin Anda akan menemukan banyak Toyota Fortuner warawiri di jalan.Bisa jadi Anda akan lebih kaget lagi karena Toyota Fortuner tersebut memiliki tenaga yang jauh lebih kuatdibandingkan ToyotaFortuner yang ada di pasar Indonesia. Mungkin Anda berpikir kalau mobil tersebut merupakan produksi Jepang.Namun,Anda akan kaget setelah tahu kalau Toyota Fortuner bertenaga raksasa itu justru diproduksi di Karawang, Jawa Barat.

Tepatnya di pabrik Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) yang lebih dikenal dengan nama Karawang Plant. Sejarah ekspor mobil Toyota dari Indonesia bermula ketika PT Astra International TBk dan Toyota Motor Corporation (TMC) melakukan penggabungan usaha pada tahun 1989 dengan nama ToyotaAstra Motor (TAM). Setelah penggabungan tersebut,ekspor perdana ke beberapa negara dilakukan dengan produk fenomenal bernama Toyota Kijang.

Sejak dilakukan penggabungan pada 1989, TAM berperan sebagai brand holder (ATPM) dan distributor, perakit mobil,dan sekaligus eksportir dan importir komponen.Namun, dalam perjalanannya,PT Astra International Tbk dan principal-nya, Toyota Motor Corporation (TMC) Jepang, memisahkan (split-off) peran dan fokus bisnis sehingga menjadi dua perusahaan, yakni PT TAM yang berkonsentrasi sebagai ATPM, distributor, dan pengembangan pasar domestik dan PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) yang mengurusi perakitan mobil dan pengembangan mode atau prototipe untuk pasar domestik dan ekspor.Pemisahan tersebut terjadi pada 2003.

Kini TAM dan TMMIN terus memproduksi mobil-mobil Toyota terbaik. Dilihat dari product line up, sejak berdiri pada 1971, hingga kini TAM telah memasarkan sedikitnya 24 model yang dimulai dengan menciptakan Kijang yang fenomenal karena lahir sebagai hasil rancangan insinyur lokal dan selera domestik. Sementara, TMMIN terus meningkatkan jumlah ekspor produkToyota.

Bahkan,jumlah ekspor meningkat tajam pada 2010. Selama bulan Januari hingga November 2010,Toyota berhasil membukukan angka ekspor sebanyak 40.609 unit. Angka itu mengalami kenaikan 42,23% daripada periode yang sama tahun lalu. Chief External Affairs TMMIN Irwan Priyantoro mengatakan, peningkatan sudah terjadi sejak kuartal I 2010 karena pasar mobil yang terus tumbuh meski masih dibayangi krisis ekonomi. ”Ekspor kami sekitar 30% dari total produksi,” ungkap Irwan.

Ekspor mobil Toyota paling banyak adalah Avanza sebanyak 18.633 unit atau naik 36,86 %.Avanza diekspor ke beberapa negara tujuan, di antaranya Thailand, Brunei,Afrika Selatan, Meksiko, Filipina, dan Sri Lanka. Setelah itu,ada Innova yang menempati urutan kedua dengan jumlah ekspor sebanyak 11.103 unit atau naik 51,02% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.Negara tujuan ekspor Innova, di antaranya Thailand, Brunei,Arab Saudi, Uni Emirat Arab (United Arab Emirates/UAE), Oman, Kuwait, dan Bahrain.

Untuk Fortuner,jumlah ekspornya sudah mencapai 8.512 unit atau tumbuh 81,49% dibandingkan tahun lalu. Negara tujuan ekspor Fortuner adalah Qatar,UAE,Arab Saudi.Adapun ekspor Rush sebesar 18,42%, berjumlah 2.361 unit, dengan negara tujuan Malaysia.Tingginya jumlah ekspor tersebut membuat harum nama Indonesia di pentas automotif dunia. ”SekarangJepanglebihpercaya kepada kita untuk memproduksi Fortuner ketimbang Thailand,” ujar Wakil Presiden TMMIN Johnny Darmawan saat mengajak SINDO melakukan test driveToyota Fortuner edisi ekspor di Bali,tahun lalu.

Namun, prestasi manis itu justru tengah menghadapi tantangan besar. Saat ini Toyota justru tengah menghadapi kesulitan produksi akibat gempa dan tsunami yang melanda Jepang beberapa waktu lalu.Akibatnya, Toyota bakal kekurangan pasokan mobil untuk memenuhi permintaan pasar Indonesia dan ekspor. Presiden Direktur TMMIN Masahiro Nonami mengatakan,situasi kemampuan pasokan para pemasok komponen automotif di Jepang setelah gempa dan tsunami masih belum jelas dan terus berubah.”

Tidak elok rasanya kami meminta mereka (Jepang) segera berproduksi,”ujarnya. Dia mengatakan,selama ini produksi mobil Toyota yang dirakit di Indonesia,seperti Innova dan Fortuner, sebagian besar komponennya dari dalam negeri, yaitu sebanyak 75%, sisanya 20% dari negaranegara anggota ASEAN, terutama Thailand,dan hanya 5% dari Jepang.

”Komponen yang masih diproduksi dan dipasok dari Jepang adalah suku cadang elektronik dan komponen berbasis karet.Namun, kami berusaha mencari produsen lain yang bisa membuat komponen tersebut agar kekurangan pasokan bisa segera diatasi,” kata Nonami. ● wahyu sibarani

source: http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/398280/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

thanks for comment

Pencarian

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...