Arsip Blog

Selasa, 10 Mei 2011

Berlabel ICP, Siswa Bergaul Pun Pakai Bahasa Inggris

TAK perlu heran saat memasuki halaman Sekolah Dasar Islam Al Munawarah di Jl. Brawaijaya, Pamekasan terlihat banyak siswa bercengkerama dengan memakai bahasa Inggris. Kalau pun ada siswa yang masih memakai bahasa Indonesia atau Madura dalam pergaulan sehari-hari, itu pun jumlah tidak banyak.
Juga sudah menjadi hal yang lumrah bagi para guru saat mengajar maupun berbicara sesama pengajar di sana saat jam istirahat, menggunakan bahasa Inggris, daripada Indonesia.—Meski kadang-kadang logatnya mirip-mirip dialek Madura.
Ya, pemandangan itu setidaknya aplikasi diterapkan SDI Al Munarah yang memasang label sekolah  bertaraf internasional, seiring dunia pendidikan yang sudah memasuki era industri.
 Ketika sekolah negeri ramai-ramai melabel Sekolah Bertaraf Internasional (SBI), sekolah swasta itu pun rupanya tak mau ketinggalan, meski konsekuensinya adalah semakin tingginya biaya pendidikan yang harus ditanggung masyaraat.
Menurut Mamat Ruhimat, Kepala sekolah SDI Al Munawarah, dibukanya program internasional melabel Internasional Clas Program (ICP) ini sebagai tuntutan zaman. Progra ini juga diilhami banyak faktor, diantaranya sebagai penyeimbang program internasional yang ada di sekolah negeri. “Kalau di sekolah negeri ada SBI, di sekolah swasta dikenal dengan SBI Mandiri, artinya sekolah internasional yang dibiayai sendiri,” ujarnya.
Dia menambahkan dalam menjalankan program ICP,  pihaknya kerjasama dengan Lembaga Pendidikan Cambridge Inggris yang di Indonesia berpusat di Universitas Malang (UM) sejak tahun ajaran 2010-2011. Awalnya, program itu hanya diterapkan dua kelas dengan jumlah masing-masing 30 siswa. Mereka yang masuk ruang kelas ICP, adalah siswa mereka yang lulus seleksi ketat. “Lalu program ICP hingga sekarang sudah mencapai empat kelas. Untuk reguler tinggal dua kelas,” tuturnya. “Perlakuan secara umum siswa kelas regular dengan ICP sama, yakni berkurikulum nasional. Bedanya, hanya pada hal hal tertentu,” jelas Mamat.
Misalnya,  untuk mata pelajaran matematika, sain dan bahasa Inggris telah menggunakan kurikulum internasional yang berasal  dari Cambridge. Buku leteratur yang digunakan berbahasa Inggris dan bahasa pengantar yang digunakan juga berbaha Inggris.
Untuk mata pelajaran lain buku yang dipakai berbahasa Indonesia, bahasa pengantarnya saja yang menggunakan bahasa Inggris. Bahasa komunikasi setiap hari antar guru dan siswa maupun antara siswa dan siswa dalam proses belajar mengajar juga menggunakan bahasa Ingris.          
 “Semua guru pengajar di ICP ini telah mendapatkan  kesempatan magang di ICP yang dikelola di UM  Malang. Selain itu secara bertahap kami manajemen program ICP dan semua guru tetap mendapatkan pembinaan dari Cambridge dan UM Malang,” papar Mamat. “Siswa lulusan program ICP akan mendapat dua ijazah. Pertama ijazah dari SDI Al Munawarah, dan ijazah kedua atau tepatnya disebut sertifikat dari Cambridge,” tambahnya.
Pendidikan berkualitas memang membawa konsekuensi. Salah satunya adalah biaya pendidikan yang lebih mahal dibanding sekolah negeri pada umumnya. Di luar kucuran dana BOS, walimurid SDI Al Munawarah rata-rata dikenakan biaya Rp 3 juta setiap tahun ajaran. Biaya itu untuk SPP, pembelian buku paket kurikulum Cambridge, evaluasi, dharma wisata, studi banding dan biaya kegiatan ekstra kurikuler. mas

source: http://www.surabayapost.co.id/?mnu=berita&act=view&id=8bc10728caca28f7cfbe21b1e0d52a4e&jenis=1679091c5a880faf6fb5e6087eb1b2dc

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

thanks for comment

Pencarian

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...