Arsip Blog

Sabtu, 02 April 2011

7 Tantangan Indonesia Versi SBY

VIVAnews - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan dunia usaha harus menganggap tantangan yang ada di Indonesia sebagai peluang. Jika belum membaca tantangan sebagai peluang, maka pengusaha dianggap belum memiliki jiwa wirausaha yang baik.

"Sebagaimana falsafah dua sisi dari satu uang logam, di sini tantangan di sisi lain sebetulnya peluang," kata SBY saat membuka Rapat Pimpinan Nasional Kamar Dagang dan Industri Indonesia di Hotel Ritz Carlton Kuningan, Jakarta, Jumat, 1 April 2011.

SBY pun kemudian memaparkan, ada tujuh tantangan di Indonesia yang sebenarnya berpotensi peluang bisnis. Pertama, Indonesia membutuhkan sumber daya besar untuk mengembangkan perekonomian 15 tahun mendatang.

Pada tahun 2025, SBY menjelaskan Indonesia menargetkan Produk Domestik Bruto sebesar US$4 triliun. "Kita ingin struktur ekonomi dikembangkan, manufaktur harus dikembangkan di negara ini, ditambah inovasi," ujar SBY. "Ini business oportunity yang harus dijemput," lanjutnya.

Kedua, SBY mengatakan Indonesia memiliki tantangan untuk mengembangkan ekonomi di luar Jawa. Saat ini, rasio pengembangan ekonomi mencapai 58 persen di Jawa. Ini menyebabkan eksplorasi kegiatan ekonomi hanya terjadi di pulau Jawa. "Kita harus mengembangkan ekonomi luar Jawa, dan harus juga pada high impact industry," ujar SBY.

Ketiga
, Indonesia masih memiliki kebutuhan energi yang besar, sekitar 3.500 megawatt per tahun. "Silakan tangkap opportunity itu. Ada peak opportunity di sektor kelistrikan," ucap SBY.

Keempat, Indonesia membutuhkan pembangunan infrastruktur untuk meningkatkan keterhubungan antarwilayah. Peluang ini menjadikan dunia usaha memiliki peluang untuk berpartisipasi dalam sejumlah pembangunan yang menunjang konektifitas.

"Banyak yang harus kita bangun. Dermaga, bandara, jalan tol, transportasi. Itu juga opportunity. Jangan disia-siakan," kata SBY.

Kelima, jumlah penduduk Indonesia yang semakin banyak mengakibatkan semakin meningkat pula kebutuhan akan pangan, energi, dan air bersih. SBY meminta dunia usaha melihat ini sebagai peluang yang harus dimanfaatkan.

Keenam, SBY melihat komitmen pembangunan ekonomi di Indonesia masih relatif tinggi. Setidaknya ada sekitar US$300 miliar total komitmen yang siap diinvestasikan ke dalam percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi ke depan. SBY kemudian meminta dunia usaha untuk ikut memikirkan bagaiman mengelola keuangan ini.

Ketujuh, SBY berharap semua pihak bekerja sama dan memastikan agar kebijakan harus tepat. "Regulasi harus tepat, pro bisnis, kebijakan dan regulasi perpajakan, mungkin fiskal yang lain, regulasi pembebasan tanah, jaminan negara, dan sedemikian rupa yang membawa manfaat untuk negara dan rakyat," jelas SBY.
• VIVAnews

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

thanks for comment

Pencarian

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...