Arsip Blog

Senin, 04 April 2011

Siapa Pebisnis Taman Hiburan di Indonesia?

VIVAnews - Bisnis taman hiburan (theme park) saat ini tengah dilirik beberapa pengembang di Indonesia. Sebut saja Para Group melalui Trans Corpora dan PT Bakrieland Development Tbk. Persaingan dalam bisnis ini cukup ketat. Layanan menentukan peminat pengunjung.
Direktur Utama Pembangunan Jaya Ancol, Budi Karya Surmadi, menuturkan bahwa manajemen telah menyiapkan beberapa strategi dalam pengembangan ke depan. "Kami masih fokus di Jakarta, meski sekarang dalam perencanaan kami juga mencari tanah di luar Jakarta," kata dia saat ditemui VIVAnews.com di Jakarta.
Perseroan ini, kata Budi,  tengah mengincar daerah Surabaya, Medan, dan Balikpapan sebagai langkah ekstensifikasi bisnis perseroan di bisnis taman hiburan dan rekreasi.  Tapi Budi memastikan bahwa, "Ini masih dalam tahap perencanaan."

Budi juga tidak khawatir dengan tema lama yang diusung Pembangunan Jaya Ancol selama 25 tahun terakhir ini.  Sebab, "Kami punya kelebihan outdoor dan eco friendly, sehingga anak-anak bisa bermain sambil dididik mengenai lingkungan. Plus, kami punya laut yang tidak banyak dimiliki pengembang lain," kata dia.

Menurut dia, tema luar ruang atau outdoor yang diusung perseroan akan lebih memberikan pendidikan ketimbang tawaran pengembang lain yang menawarkan hiburan di dalam ruangan. "Anak-anak diajarkan lebih dekat dengan alam dan ini akan menjadi lifestyle mereka," ujar Budi.

Guna mengembangkan bisnis, Budi melanjutkan, perseroan juga akan membuka kembali lapangan golf yang sudah ditutup selama dua tahun terakhir. "Kita akan buka kembali dengan wahana yang berbeda," kata dia.

Lahan tersebut, menurut Budi, akan dibuat taman bermain bertema air bernama Aqua Scan dan taman dengan koleksi dua juta tanaman bernama Echo Park. "Aqua Scan ada multimedia di atas air, ada boat ride dan kegiatan mendidik," tuturnya.

Aqua Scan juga dilengkapi dengan tayangan animasi hasil besutan Nano Riantiarno pentolan Theater Koma. "Nano membuatnya dengan tema animal fight back tapi Indonesianis. Nanti, dia akan buat dengan versi Timun Mas dan Buto Ijo," kata Budi.

Tidak hanya itu, Budi menambahkan, langkah intensifikasi lainnya juga dilakukan perseroan. Juni mendatang, Dunia Fantasi akan membuka teater animasi baru bernama Kalila Adventure. "Mimpi kita untuk seperti Disney sebentar lagi terwujud," ujar dia. Animasi yang ditawarkan dengan menggunakan tokoh-tokoh Dufan sendiri seperti Kombi (Komodo).

Dengan rencana tersebut, dia menuturkan, tahun ini perseroan telah menggelontorkan dana untuk belanja modal sebesar Rp450 miliar yang diambil dari dana internal dan hasil penerbitan obligasi beberapa waktu lalu.
Untuk mengembangkan Echo Park, perseroan mengucurkan dana sebesar Rp70 miliar. Adapun dana yang dirogoh perseroan untuk Aqua Scan dan Kalila Adventure masing-masing Rp20 miliar.

Sebelumnya, Bakrieland Development juga berencana mengembangkan theme park di kawasan Jonggol dan Lido, Jawa Barat. "Paling cepat, yang akan kami kembangkan daerah Lido, Sukabumi lebih dulu," ujar Presiden Direktur & CEO Bakrieland Development Hiramsyah S Thaib di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Untuk Lido, Hiramsyah menambahkan, theme park yang akan dikembangkan berada di atas lahan seluar 50-100 hektare (ha). Sedangkan untuk kawasan Jonggol lebih luas lagi, yakni sekitar 100-200 ha. "Pendanaannya akan kami kombinasikan dari kas internal, pinjaman bank dan mitra strategis," tuturnya.

Seperti diketahui, Trans Corpora juga berencana membangun taman hiburan sebanyak 20 buah di seluruh Indonesia hingga tahun 2020. Taman hiburan yang akan dibangun perusahaan milik Chairul Tanjung tersebut salah satunya berada di Bandung dan mulai diresmikan pada Juni 2011 dengan menghabiskan dana Rp2 triliun.

"Kita akan buka Juni pas dengan liburan sekolah," kata Pemilik perusahaan Para Group Chairul Tanjung di Jakarta, pertengahan Maret lalu.

Menurut Chairul, taman hiburan yang akan dibangun di Bandung tersebut diantaranya berupa Bandung Theme Park yang akan memiliki hotel bintang tiga dan bintang enam.

Trans Corp sendiri saat ini sudah memiliki satu taman hiburan di Makasar bernama Trans Studio Theme Park dengan investasi sekitar Rp1 triliun. Proyek tersebut dibangun atas kerja sama Para Grup yang pemiliknya adalah Chaerul Tanjung, dengan Kalla Grup, sebuah perusahaan milik keluarga besar Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Theme Park yang terinspirasi dari Disneyland dan Universal Studio itu dibangun diatas lahan seluas 2,7 ha. Sehingga, ketika berada di Trans Studio Theme Park akan membawa pengunjung pada suasana sebuah kota kecil di Amerika Serikat (AS) tahun 1937 yang bernama Broadway.
• VIVAnews

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

thanks for comment

Pencarian

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...