Arsip Blog

Sabtu, 09 April 2011

Indonesia Akan Sediakan Batubara ke Asosiasi Jepang


Indonesia, eksportir batubara thermal terbesar di dunia, siap memberikan tambahan batubara ke Jepang untuk memenuhi perkiraan lonjakan permintaan, kata seorang pejabat di Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia, Selasa (15/03).
Indonesia Akan Sediakan Batubara ke Asosiasi Jepang
Batubara yang diproduksi oleh Berau Coal sedang dimuat ke kapal di Indonesia, provinsi Kalimantan Timur 17 Agustus 2010.
Jepang menghadapi potensi bencana setelah gempa melumpuhkan PLTN yang meledak dan membawa rendahnya tingkat radiasi yang menyebar hampir seluruh Tokyo.
Generator batubara Jepang sudah bekerja mendekati dengan kapasitas dan tidak dapat meningkatkan produksi atau impor untuk menebus tenaga nuklir yang hilang setelah gempa pada Jumat.
Tapi ketika Jepang berjuang untuk mengisi kesenjangan tersebut, permintaan tambahan untuk batubara mungkin terbatas pada 5-10 juta ton selama sisa tahun sekitar 4-8 persen dari total permintaan tahunan.
"Kami siap untuk memberikan tambahan batubara ke Jepang untuk memenuhi perkiraan lonjakan dalam menggunakan batu bara setelah rusaknya PLTN," kata Kaz Tanaka, wakil ketua Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia dalam sebuah pernyataan diemail.
Tanaka tidak mengatakan berapa banyak produsen Indonesia menyerap produksi.
Kapal-kapal Indonesia lebih dari 70 persen batubara ke pasar Asia, dengan Jepang pembeli utama. Namun, Jepang lebih memilih sumber yang lebih dariAustralia karena konsistensi kualitas batubara Australia.
Para pedagang mengatakan mungkin tidak ada lonjakan permintaan batubara dari Jepang dalam jangka pendek ketika konsumen industri dan perumahan banyak yang rusak oleh tsunami yang akan menyumbat kebutuhan listrik.
Tetapi dalam jangka panjang, permintaan batubara Jepang dapat meningkatkan pembangunan PLTN yang rusak akibat gempa mungkin tidak dilakukan dalam waktu dekat ini, kata seorang pedagang. Sebagian besar produsen Indonesia juga memiliki kargo yang terbatas untuk memenuhi permintaan jangka pendek karena produsen biasanya memiliki kontrak produksinya sampai kuartal pertama tahun ini, tetapi mungkin dapat mengisi gap untuk jangka panjang, kata para pedagang.
PT Bumi Resources, eksportir batubara thermal terbesar di Asia, melihat harga batubara dan permintaan naik dalam jangka menengah setelah gempa hari Jumat, kata Dileep Srivastava, seorang direktur perusahaan, pada hari Senin.
Para pejabat industri mengatakan Indonesia mengharapkan untuk memproduksi 340 juta ton batubara tahun ini, naik dari 310 juta ton diperkirakan pada tahun 2010 ketika para penambang meningkatkan produksi pada harga yang lebih tinggi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

thanks for comment

Pencarian

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...