Arsip Blog

Minggu, 03 April 2011

Kemelut Sepak bola Indonesia

Negara-negara Arab dilanda gempa huruhara, Jepang dilanda gempa tsunami, Portugal dilanda gempa ekonomi, Indonesia dilanda gempa sepak bola.

Praktis seluruh energi lahir-batin bangsa Indonesia sedang habis-habisan dicurahkan untuk urusan sepak bola. Sayang, urusannya bukan benar-benar menyepak bola, melainkan malah sekadar saling sepak-menyepak dalam urusan organisasi sepak bola. Lembaga sepak bola di Indonesia yang disebut PSSI mendadak menjadi paling dipermasalahkan atau minimal paling diberitakan di Indonesia. Kendati masyarakat luar negeri tidak peduli sebab memang cuma bangsa Indonesia yang berkepentingan mengurusi organisasi sepak bola di dalam negerinya sendiri.

PSSI memang layak dipermasalahkan karena rapor bangsa Indonesia di bidang sepak bola tidak terlalu membanggakan seperti Brasil yang tidak pernah absen pada kejuaraan dunia sepak bola. Brasil bahkan lima kali menjadi juara dunia dari lima belas kali kejuaraan dunia. Indonesia tidak pernah lolos babak prakualifikasi sambil hanya berjaya di pertandingan sepak bola yang tidak melibatkan kesebelasan bangsa asing seperti di PON. Meski begitu, semangat bangsa Indonesia dalam bersepak bola tetap berkobar-kobar! Pasti ada sesuatu yang keliru.Kendati prestasi sangat buruk, sepak bola terbukti tetap menjadi olahraga paling populer di Indonesia, bahkan mengungguli bulutangkis yang membuat Indonesia cukup sering menjadi juara dunia.

Akibat massa penggemar berlimpah, jumlah duit yang dihamburkan untuk ”membina” sepak bola juga berlimpah jauh lebih besar ketimbang bulutangkis! Maka sepak bola juga menjadi sasaran utama kaum politisi maupun kaum bisnis. Dengan potensi perjudian ilegalnya, sepak bola memiliki potensi duit sakti mandraguna di Indonesia. Andaikata perjudian sepak bola dilegalkan, negara akan memperoleh sumber pajak bukan alang kepalang. Namun, niscaya ada pihak-pihak yang lebih senang apabila perjudian sepak bola tetap ilegal seperti Al Capone yang berjaya di masa minuman keras ilegal di Amerika Serikat.

Akibat potensi politik dan ekonomi yang memang luar biasa ampuh, jabatan Ketua Umum PSSI menjadi salah satu jabatan paling didambakan di Indonesia. Banyak yang lebih memilih menjadi Ketua Umum PSSI ketimbang Presiden RI! Akibat didambakan, jabatan Ketua Umum PSSI menjadi rebutan.Yang sudah menjadi ketua umum bertahan matimatian untuk tetap menjadi Ketua Umum PSSI didukung mereka yang ikut diuntungkan. Sementarayangbelummenjadi Ketua Umum PSSI juga matimatian ingin menjadi ketua umum didukung oleh mereka yang ingin ikut diuntungkan dari mengurusi sepak bola. Begitu sengit persaingan sehingga masa lalu kriminal pun tidak menjadi halangan untuk mencalonkan diri, bahkan bisa benar-benar terpilih menjadi Ketua Umum PSSI.

Seorang calon yang dianggap paling tepat untuk menjadi Ketua Umum PSSI adalah tidak kurang dari mantan wakil presiden merangkap mantan ketua umum parpol besar yang kebetulan juga pengusaha sukses, Jusuf Kalla (JK).Namun,mungkin akibat sudah menjadi Ketua Umum PMI dan tidak mau mencari masalah di masa usia senja, Jusuf Kalla menolak. Secara spontan JK menyatakan bahwa calon yang paling tepat untuk menjadi Ketua Umum PSSI adalah mantan Gubernur Jakarta Sutiyoso. Saran JK sebenarnya rasional sekaligus profesional, mengingat Sutiyoso sudah memiliki pengalaman sukses memimpin organisasi olahraga termasuk sepak bola, memiliki kemampuan leadership militer yang tegas sudah teruji badai topan tata laksana ibu kota Republik Indonesia.

Kini Sutiyoso juga cukup punya waktu leluasa untuk konsentrasi fokus mengurus sepak bola. Memang saran JK tepat dan benar, namun masalahnya kini bergantung Bang Yos mau atau tidak mengorbankan masa tenteram menikmati hari tua untuk mengurusi sepak bola Indonesia nan sarat kemelut deru campur debu bepercik keringat, air mata,dan darah!  JAYA SUPRANA


source : http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/390669/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

thanks for comment

Pencarian

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...