Arsip Blog

Selasa, 05 Juli 2011

Raflesia Langka Mekar di Kebun Raya Cibodas

http://image.tempointeraktif.com/?id=82556&width=274TEMPO Interaktif, Jakarta - Kebun Raya Cibodas, Jawa Barat, kedatangan "tamu" di musim liburan sekolah kali ini. Bunga Rafflesia rochussenii mekar untuk pertama kali di lokasi konservasi yang terletak di dataran tinggi ini.

Menurut Kepala Balai Konservasi Tanaman Kebun Raya Cibodas Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Didik Widyatmoko, peneliti telah mendeteksi kemunculan bunga ini sejak lebih dari 2 pekan lalu dari tumbuhan Tetrastigma dichotomum yang dikenal sebagai inang Rafflesia. Ketika itu sebuah tonjolan kecil muncul dari tumbuhan yang menjalar tersebut.

"Peneliti kami memperkirakan akan muncul bunga raflesia, tapi belum diketahui jenis apa," ujarnya kepada Tempo, Senin, 4 Juli 2011.

Selama 2 pekan, peneliti mengamati perkembangan bunga langka itu. Jumat pekan lalu bunga itu menampakkan diri. Raflesia yang mekar ini berdiameter 12 sentimeter, sedikit lebih pendek dibandingkan panjang pulpen. Bunga ini berwarna merah menyala dengan tinggi hanya 4 sentimeter. "Dari situ kami mengetahui bunga yang mekar adalah jenis Rafflesia rochussenii," kata Didik lagi.

Rafflesia rochussenii merupakan kerabat dari Rafflesia arnoldi atau dikenal sebagai patma raksasa. Bunga ini mengeluarkan bau khas yang menyengat. Bau ini merupakan teknik tumbuhan untuk menarik lalat pembantu penyerbukan. Rafflesia rochussenii dikenal sebagai tumbuhan berumah 2, sehingga perlu bantuan serangga untuk proses reproduksi.

Menurut Didik, mekarnya Rafflesia rochussenii melalui proses konservasi merupakan kejadian yang pertama kali di dunia. Selama ini pengetahuan mengenai spesies itu hanya didapatkan dari pemantauan langsung di habitat aslinya.

Peneliti LIPI akan memanfaatkan kesempatan ini untuk mempelajari fase kehidupan patma mini ini secara terperinci. Peralatan pengukur suhu udara, temperatur, kecepatan angin, dan intensitas sinar telah dipersiapkan untuk tujuan ini.

Selain itu, peneliti juga mempersiapkan herbarium basah untuk mengawetkan bunga ini ketika sudah layu. Pengawetan R. rochussenii ini bermanfaat bagi penelitian raflesia di dunia.

Masyarakat pun bisa memanfaatkan kesempatan mekarnya bunga raflesia untuk mempelajari tanaman langka. Kebun Raya Cibodas telah mempersiapkan petugas yang akan memandu pengunjung mempelajari bunga langka ini. Menurut Didik, bunga ini masih bisa disaksikan dalam beberapa hari ke depan sebelum akhirnya menjadi layu.

Indonesia merupakan salah satu surga bagi tumbuhan raflesia. Di dunia, raflesia hanya tumbuh di kawasan Asia Tenggara. Dari 27 jenis di dunia, 11 di antaranya tumbuh di Indonesia.

R. rochussenii merupakan flora endemik yang hanya tumbuh di Jawa Barat. Penelitian terakhir menunjukkan bunga ini hanya bisa ditemukan di Gunung Gede, Gunung Pangrango, dan Gunung Salak. Sebelumnya patma mini juga ditemukan di Pelabuhan Ratu, Bandung bagian selatan, dan Garut. "Di beberapa tempat bunga ini sudah tidak ditemukan lagi. Kerusakan lingkungan menyebabkan spesies itu sulit berkembang di habitat aslinya."

ANTON WILLIAM

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

thanks for comment

Pencarian

Memuat...

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...