Arsip Blog

Selasa, 05 Juli 2011

Indonesia-Korsel kerja sama pendidikan kelautan

JAKARTA: Indonesia dan Korea Selatan sepakat untuk meningkatkan kerja sama di bidang kelautan dan perikanan dengan membuat kesepakatan letter of intent (LoI) di sektor kelautan.

Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad mengatakan kerja sama itu merujuk pada deklarasi yang telah disepakati kedua negara sebagai kemitraan strategis dalam mendukung persahabatan dan kerja sama abad 2 yang ditandatangani pada Desember 2006.

"Jadi penandatangan hari ini merupakan peningkatan dari kesepakatan 2006 yang menegaskan pentingnya peran dan kontribusi berbagai pengetahuan dan pengalaman tekhnis kelautan dan perikanan," ujarnya seusai menandatangani LoI Indonesia-Korea di bidang kelautan dan perikanan, hari ini.

Fadel memaparkan KKP bersama dengan Korea Maritime Institute (KMI) akan aktif menggali peluang kerja sama peningkatan keilmiahan serta riset kelautan dan perikanan, pengembangan dan peningkatan kapasitas teknologi kelautan, energi alternatif bersumber laut, pengelolaan berkelanjutan dan terpadu ekosistem laut dan pesisir, konservasi sumber daya hayati perikanan serta pembentukan pusat kajian kebijakan kelautan, termasuk pendidikan kelautan dan perikanan.

Menurut dia, peluang-peluang tersebut akan ditempuh melalui pelatihan, lokakarya serta peningkatan kapasitas lainnya, seperti riset dan pengembangan bersama, pertukaran tenaga ahli, informasi dan data terkait.

Untuk implementasi kesepakatan tersebut, KKP dan KMI akan menunjuk focal point masing-masing guna mendiskusikan lebih lanjut langkah operasional.

Tindak lanjut dari kesepakatan itu, kedua pihak akan menyelenggarakan seminar internasional Indonesia-Korea Ocean and Fisheries Forum pada 6 Juli 2011 di Jakarta.

Fadel memaparkan Korea akan membantu Indonesia berupa kapal-kapal dan pihaknya meminta Korea untuk membangun institute keluatan dan perikanan.

Dia menuturkan pihaknya telah mendapatkan lahan seluas 60 hektare di Karawang Jawa Barat. Adapun, dana untuk membangun institute itu sekitar Rp365 miliar.

Korea, kata dia, akan membantu peralatan. Menurut Fadel, sekolah perikanan dan kelautan di dalam negeri belum bagus dan perlu adanya standard internasional.

"Kita [sekolah perikanan domestik] jauh di bawah mereka [di luar negeri]. Sudah saya bangun sendiri, presiden dukung. Tanah dari kita, ada dana pendampingan dari Korea, alat-alat dari korea. akan dimulai tahun ini. Mungkin 3 tahun baru selesai." (faa)
AddThis Social Bookmark Button

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

thanks for comment

Pencarian

Memuat...

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...