Arsip Blog

Senin, 04 Juli 2011

Indonesia Akan Bangun 19 Kebun Raya

[BOGOR] Sebanyak 19 kebun raya diinsiasi masterplannya untuk segera dibangun di seluruh Indonesia. Namun pembangunan infrastruktur dan konservasi terkendala peraturan presiden (perpres) tentang pembangunan kebun raya yang belum juga ditandatangani.

Padahal perpres itu menjadi payung hukum terkait pendanaan dan pematangan sinergi antara Kementerian Pekerjaan Umum, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan pemerintah daerah.

Kepala Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Bogor LIPI Mustaid Siregar mengatakan dari 19 kebun raya itu 16 di antaranya berada di Sumatera, Kalimantan, Jawa, Lombok dan Sulawesi. Sedangkan tiga lainnya, ada keikutsertaan pemda dalam masterplan pembangunannya yakni di Pare-Pare, Kalimantan Selatan dan Sumatera Selatan.

Meski perpres yang diajukan November 2010 belum ditandatangani, pembangunan fisik 11 kebun raya sudah dimulai. Idealnya Indonesia memiliki 45-58 kebun raya yang tersebar di seluruh Tanah Air. Namun kebun raya yang dikelola LIPI baru 4 yakni Kebun Raya Bogor, Cibodas, Purwodadi dan Bali.

"Dari empat kebun raya itu, baru sekitar 20 persen dari total keanekaragaman hayati yang dikonservasi. Padahal jenis tumbuhan di Indonesia data 10 tahun lalu 38.000. Jangan kaget kalau tiba-tiba suatu saat jumlahnya berkurang," katanya di sela Diklat Perkebunrayaan seIndonesia, di Bogor, Senin (4/7).

Menurutnya, meski mengalami keterbatasan dana dalam pembangunan kebun raya, konsistensi pembangunan tetap harus dibuat jika tidak ingin kehilangan keanekaragaman hayati (biodiversity).
Mustaid memperkirakan membangun satu kebun raya seluas 100 hektar menelan dana Rp 85 miliar, jumlah ini bisa saja ditekan mengikuti luasan kebun raya yang hendak dibangun.

Daerah juga diminta mengamankan potensi biodiversitynya melalui pembangunan kebun raya. Mengingat saat ini laju degradasi hutan cukup tinggi.

Mustaid mengungkapkan luas ideal lahan untuk menyelamatkan biodiversity 100 hektar untuk ukuran kebun raya. Sembilan kebun raya yang akan dibangun itu memang berada di luas antara 19-350 hektar.

"Luas kebun raya bisa saja diperluas bergantung fungsi konservasi. Dulu kebun raya Bali luas 50 hektar untuk konservasi tumbuhan berdaun jarum. Sekarang menjadi 157 hektar diisi tumbuhan daratan tinggi kawasan Indonesia timur," ucapnya.

Diharapkan lima tahun ke depan 19 kebun raya ini bisa segera difungsikan untuk konservasi, penelitian, pendidikan dan wisata jaga lingkungan.

Kepala Bagian Tata Usaha Kebun Raya Bogor Amas berharap dua bulan ke depan perpres segera turun dan ditandatangani.

"Perpres itu pastinya akan mempercepat pembangunan dan menjamin kegiatan berjalan lancar. Tidak akan bisa melangkah on the track jika perpres belum ditandatangani. Jika tanaman sudah punah, kita tidak bisa menciptakan lagi kecuali Tuhan," jelasnya. [R-15]

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

thanks for comment

Pencarian

Memuat...

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...