Arsip Blog

Sabtu, 09 Juli 2011

Dian Inggrawati Raih Gelar Runner-up 2 Miss Deaf World 2011

http://images.detik.com/content/2011/07/09/10/Miss-Deaf-World-2011.jpg
Praha - Miss Deaf Indonesia Dian Inggrawati Soebangil (27 tahun) terpilih sebagai The 2nd Runner Up dalam kompetisi Miss Deaf World 2011 dan Miss Deaf Europe 2011 di Praha.

Malam pemilihan final dan penobatan para pemenang berlangsung di Congress Hall Top Hotel Praha, Blazimska 1781/4, Ceko, Jumat malam atau Sabtu (9/7/2011) WIB.

Terpilih sebagai Miss Deaf World 2011 adalah Ilaria Galbusera (Italia), yang juga meraih gelar Miss Sympathy 2011. Runner Up 1 Elena Korchagina (Rusia). Sedangkan Natalia Rabava (Belarus) memenangkan gelar Miss Deaf Europe 2011.

Pengiriman Dian ke ajang Miss Deaf World 2011 ini, seperti disampaikan Konselor Politik Azis Nurwahyudi, didukung oleh Kementerian Pariwisata dan Budaya, Kementerian Luar Negeri, KBRI Praha, dan Yayasan Indonesia Kebanggaanku.

Duta Besar RI untuk Republik Ceko Emeria Siregar pada puncak acara penobatan menyatakan kebanggaannya karena wakil Indonesia mampu meraih prestasi gemilang, setara dengan wakil dari negara lain, bahkan menjadi salah satu yang terbaik.

Dubes juga memanfaatkan peluang itu untuk mempromosikan Indonesia dengan memberikan hadiah berupa perhiasan tradisional Indonesia dari perak kepada Miss Deaf World 2011 Ilaria Galbusera.

Sedangkan Ny. Triesna Jero Wacik yang mendampingi Miss Deaf Indonesia menyampaikan bahwa dukungan kepada Miss Deaf Indonesia diberikan tidak saja untuk mempromosikan Indonesia, tetapi lebih dari itu demi menggugah semangat dan menginspirasi para penyandang tuna rungu di Indonesia untuk berprestasi setinggi mungkin serta berguna bagi bangsa dan negara.

"Bangsa Indonesia patut berbangga karena untuk pertama kali pada pemilihan kontes serupa di tingkat dunia, wakil Indonesia mampu menjadi salah satu pemenang," ujar istri Menbudpar ini.

Sejumlah masyarakat Indonesia di Ceko yang turut memberikan dukungan juga merasa bangga karena wakil Indonesia mampu memberikan yang terbaik bahkan menjadi salah satu pemenang.

Setara

Josef Uhlir, ketua panitia pemilihan Miss Deaf World 2011, mengatakan bahwa pemilihan Miss Deaf World tahun 2011 ini merupakan yang ke-11 kalinya dan diikuti oleh 38 negara.

Tujuan pemilihan untuk memberikan semangat kepada para penyandang tunarungu, agar merasa tidak berbeda dengan yang lainnya dan menunjukkan kepada dunia bahwa mereka mempunyai kesempatan yang sama untuk berprestasi.

Uhlir juga berkomentar bahwa Dian, wakil Indonesia, layak menang karena kecerdasan, kecantikan dan bakatnya yang ditunjukkan selama karantina serta sejumlah prestasi sebelumnya. Dian telah mengkoleksi lebih dari 400 piala dari berbagai kejuaraan seperti peragaan busana, gambar, dan memasak.

Berbakat

Dian, Miss Deaf Indonesia 2011, yang bergelar Sarjana Ilmu Komunikasi dari Universitas Persada Indonesia YAI Jakarta, dalam pemilihan yang berlangsung ketat mampu mengungguli para kontestan dari berbagai negara dengan kecantikan dan bakatnya yang beragam.

Misalnya si cantik July Duffreche (Prancis) adalah seorang penunggang kuda yang handal. Christiana Tsangara (Siprus) menampilkan kebolehannya dalam olahraga bolabasket. Sementara wakil Korea Selatan, Mongolia, Brazil, Meksiko dan Seychelles menampilkan tarian tradisional negaranya, yang tak kalah menarik.

Menampilkan tari ‘Lenggang Nyai’ dari Betawi, Dian mampu menunjukkan bakat seninya yang luarbiasa. Meskipun kesulitan mendengar, Dian dapat menari nyaris sempurna diiringi musik khas Betawi dan hiasan kembang kelapa merah putih.

Tanpa diduga pada akhir tariannya Dian menunjukkan tulisan “Deaf, No Problem” kepada seluruh penonton, sehingga mendapat tepukan sangat meriah.

Seperti pada kontes kecantikan lainnya, Dian juga berlenggak lenggok memakai beragam busana, termasuk gaun malam. Mengenakan kebaya batik tulis berwarna coklat karya Anne Avanti, Dian dengan nomor peserta 24 tampil anggun sehingga menarik perhatian para juri dan penonton.

Sebagai tanda persahabatan, Dian membagikan kenang-kenangan berupa kain batik khas Indonesia kepada peserta. Dengan bahasa isyarat, Dian sambil terharu mengungkapkan rasa senang dan bahagia karena bisa menyumbangkan prestasi untuk Indonesia. Dia juga menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantunya.



(es/es)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

thanks for comment

Pencarian

Memuat...

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...