Arsip Blog

Selasa, 05 Juli 2011

Angklung Jadi Ikon Pameran Kridaya 2011

JAKARTA, KOMPAS.com — Semenjak diakuinya angklung sebagai warisan budaya tak benda dunia oleh UNESCO pada 2010 lalu, upaya untuk melestarikan alat musik tradisional ini semakin gencar dilakukan. Salah satunya dengan menjadikannya ikon pada pameran Kerajinan Indonesia dalam Warisan Budaya (Kridaya) yang akan berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC) pada 3-7 Agustus mendatang.
Dalam pameran ini akan ditampilkan alat musik angklung yang dimainkan dengan tenaga listrik. "Angklung ini sangat unik, tidak memerlukan banyak pemain karena otomatis dikendalikan komputer," ujar Triesna Wacik, istri Menbudpar Jero Wacik yang juga menjadi Ketua Panitia Pameran Kridaya 2011.
Ia melanjutkan, karena bahan dasar angklung adalah bambu maka dekorasi bambu akan menjadi salah satu keunikan pameran ini. "Semuanya akan didekorasi dengan nuansa bambu yang modern," lanjut Triesna. Selain dekorasi, berbagai alat musik, furnitur, interior, hingga suvenir berbahan dasar bambu juga dipamerkan. "Ada juga biola dari bambu dan berbagai kerajinan lainnya," ujarnya saat memberikan keterangan pers di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Senin (4/7/2011).
Menurut Triesna, pameran ini bertujuan untuk mempromosikan aneka ragam keindahan dan keunggulan budaya bangsa serta membangun citra positif kebudayaan Indonesia di mata internasional. "Fokusnya adalah pameran kerajinan berbasis kebudayaan," katanya. Pemerintah memang tengah mendorong pemberdayaan kerajinan budaya Indonesia dan menjadikannya produk kreatif berbasis ekonomi. "Para perajin binaan BUMN juga dilibatkan dalam pameran ini sehingga masyarakat juga bisa mendapatkan barang yang murah, namun berkualitas."
Selain memamerkan berbagai kerajinan dari sejumlah provinsi di Indonesia, ditampilkan pula berbagai demo membuat kerajinan tersebut. "Ada demo membuat batik, keris, wayang, tenun, dan sebagainya. Inilah sisi edukasinya untuk pengunjung. Selain itu, ini juga bisa menjadi upaya agar para pengunjung bisa lebih menghargai karya seni, mereka jadi tahu bagaimana sulitnya membuat sebuah karya seni," imbuh Triesna.
Setiap harinya, selama pameran berlangsung, para seniman keroncong tugu dan ludruk akan turut meramaikan suasana pameran. Ada juga talk show dan fashion show.
Kegiatan yang akan dibuka oleh Ibu Negara Ani Yudhoyono ini melibatkan sekitar 330 peserta. Para peserta yang berasal dari 33 provinsi di Indonesia terdiri dari perajin, pengusaha UKM, dan lain-lain. Pameran yang akan berlangsung di Main Lobby, Plenary, dan Assembly Hall Jakarta Convention Center (JCC) ini diperkirakan bisa mencapai target transaksi sebesar 150.000 dollar AS. Adapun tiket masuk pameran ini dipatok Rp 10.000.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

thanks for comment

Pencarian

Memuat...

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...