Arsip Blog

Selasa, 05 Juli 2011

Indonesia Kehilangan Kiai Pejuang

Jakarta - Sahabat dekat almarhum KH Zainuddin MZ, Rhoma Irama mengatakan, bangsa Indonesia kehilangan seorang kiai pejuang yang tidak hanya dicintai ummat Islam tetapi juga kalangan non Muslim.
Rhoma, ketika ditemui di kediaman almarhum KH Zainuddin MZ, Jalan Gandaria I Gang Haji Aom No. 101, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa siang (6/7), mengatakan, kegigihan dan gaya berceramahnya yang indah membuat almarhum disukai, tidak hanya oleh umat Islam tetapi juga kalangan non Muslim.
"Saya teramat dekat dengan beliau. Kami bersuka cita bersama dan menangis bersama ketika memikirkan ummat. Beliau adalah sosok ulama yang tidak pernah marah dan gigih memperjuangkan dakwah Islam," kata pemusik yang biasa dipanggil Bang Haji itu.
Rhoma, yang berjuluk"raja dangdut" itu, mengisahkan bagaimana kedekatan ia dengan Zainuddin, ketika bekerja sama membintangi film religi berjudul Nada dan Dakwah, pada 1991, yang disutradarai oleh Chaerul Umam. Film itu dibintanginya bersama artis Ida Iasha dan juga KH Zaenuddin MZ.
"Nada dan Dakwah itu membuat kebersamaan kami luar biasa. Ketika itu Nada dan Dakwah disamakan dengan KH Zainuddin MZ dan Rhoma Irama, suka dan duka kita lalui bersama," ujar Rhoma sambil menitikkan air mata.
Ia kemudian menceritakan keinginan Zainuddin bersama Forum Silaturahim Ta`mir Masjid dan Musholla Indonesia (Fahmi Tamami) yang dipimpinnya, untuk bersama-sama memperjuangkan persatuan umat Islam di seluruh Indonesia dari faham-faham, mazhab tertentu atau kelompok Islam eksklusif yang cenderung memecah-belah ummat.
"Sekarang ini banyak kelompok Islam eksklusif yang kerap membid`ahkan ibadah yang dilakukan ummat Islam lainnya. Ini sangat merugikan Ummat Islam dan persatuan nasional. Padahal, ajaran Islam memerintahkan ummatnya untuk menjaga persatuan dan menghormati perbedaan-perbedaaan yang tidak prinsip," kata Rhoma Irama, yang juga Ketua Umum Fahmi Tamami itu.
Idola
Sementara itu, da`i muda Habib Ahmad Al Habsyi, mengaku sangat kehilangan dengan salah satu sosok yang menjadi idolanya itu.
"Saya cukup mengidolakan beliau karena ceramahnya selalu menggunakan tata bahasa yang indah. Ini salah satu yang membuat saya mencintai dunia dakwah," kata Ahmad Al Habsyi, yang kerap tampil mengisi acara dakwah Islam di televisi itu.
Ketika ditanya mengenai kenangannya dengan KH Zainuddin MZ, ia mengatakan, KH Zainuddin MZ pernah menyatakan keinginannya untuk memiliki sebuah helikopter yang bisa digunakan oleh para da`i dan ulama lainnya untuk berdakwah di tempat-tempat terpencil.
KH Zainuddin MZ, yang dijuluki "da`i sejuta ummat" itu wafat sekitar pukul 09.15 WIB di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) Jakarta.
Pria bernama lengkap Zainuddin Muhammad Zein itu dilahirkan di Jakarta, pada 2 Maret 1951. Ia menyelesaikan pendidikan di Jurusan Perbandingan Agama Fakultas Ushuluddin IAIN Syarif Hidayatullah (Sekarang UIN Jakarta). Ia juga pernah mendapat gelar Doktor Honoris Causa dari Universitas Kebangsaan Malaysia.
Selain sebagai penceramah ulung yang memiliki banyak jamaah sehingga dijuluki "da`i sejuta ummat", KH Zainuddn MZ juga memiliki karier di dunia politik.
Karier politiknya dimulai sejak duduk menjadi anggota MPR dari Utusan Daerah (1997-1998). Pada era reformasi, KH Zainuddin MZ sempat menjabat Pejabat Ketua DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) (1999-2002).
Kemudian Zainuddin mendirikan PPP Reformasi yang kemudian menjadi Partai Bintang Reformasi (PBR) sekaligus menjadi ketua umumnya berdasarkan Muktamar I PBR (2005).
KH Zainuddin MZ meninggalkan seorang istri, Hj Kholilah, dan empat anak masing-masing Fikri Haikal, Luthfi, Kiki, dan Zaki. [TMA, Ant]

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

thanks for comment

Pencarian

Memuat...

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...