Arsip Blog

Sabtu, 04 Juni 2011

Astrid Miss Indonesia 2011

Jakarta, Padek—Mahkota Miss Indonesia akhirnya disematkan di atas kepala finalis asal Jawa Timur, Astrid Ellena Indriana Yunadi, setelah mengalahkan finalis asal Papua Barat dan Banten, Amanda Roberta Zevannya dan Nadya Siddiqa pada grand final Miss Indonesia 2011 di Ballroom Central Park Jakarta, tadi malam.

Tiara tersebut diserahkan Miss Indonesia 2010 Asyifa Latief, serta pengalungan selempang oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Gumelar serta penyerahan karangan bunga oleh Liliana Tanoesoedibjo selaku Founder dan Ketua Dewan Juri Miss Indonesia.

Astrid juga meraih gelar Miss Kulit Cantik dan Miss Favorit serta akan mewakili Indonesia di ajang Miss World 2011 di London, Inggris.
Sedangkan gelar lainnya, Miss Tubuh Indah diperoleh Putu Tri Bulan Utami (finalis asal Bali), kemudian Miss Sporty diraih Madina Nur Muthia (Kalimantan Tengah), Miss Lifestyle disandang Nadya Siddiqa (Banten), dan Miss Persahabatan, Johana Sharon Carolina (Papua).

Sementara itu, Finalis dari Sumatera Barat Wira Wiguna tidak masuk 10 besar, setelah pembawa acara Sandra Angelia dan Ferdi Hasan mengumumkan finalis tereliminasi dari 23 orang menjadi 10 kontestan terbaik.
Sejak babak 10 besar Ellen memang tampak tampil menakjubkan lewat jawaban brilian saat menjawab pertanyaan dari dewan juri. Begitu pula di sesi tiga besar. Ellen dengan tangkas menjawab pertanyaan yang dibacakan Liliana Tanoesoedibjo, yakni dalam opini Anda, hal apakah yang paling penting harus dilakukan oleh wanita dalam hidupnya?

Pemilik tinggi badan 169 cm itu memberikan jawaban singkat. “Wanita perlu mengedepankan harkat, martabat, dan integritas. Menjadi seorang ibu adalah hal terindah karena dari rahimnya terlahir generasi penerus bangsa. Apalagi surga berada di telapak kaki ibu,” tuturnya.

 Jawaban tersebutlah yang akhirnya mencuri perhatian juri  dan membuat kelima dewan juri sepakat menjadikan gadis berkulit putih ini sebagai pemenang. “Bobot dalam penjurian awal dan penilaian selama masa karantina memiliki peran sebesar 60 persen, sementara 40 persennya berlaku saat malam final,” tutur Liliana Tanoesoedibjo.

Liliana menambahkan, bobot 40 persen di malam final akan dilihat berdasarkan perform di panggung, yakni cara mereka berjalan, cara menjawab pertanyaan, dan cara mereka berpose. Dan dari kriteria penjurian tersebut, 10 nama finalis pun ditelurkan. (*/esg)
[ Red/Redaksi_ILS ]

source : http://padangekspres.co.id/?news=berita&id=5441

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

thanks for comment

Pencarian

Memuat...

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...