Arsip Blog

Kamis, 16 Juni 2011

Mesir Pelajari Reformasi di Indonesia

SOLO (Suara Karya): Mesir terus belajar dari Indonesia tentang reformasi demokrasi pascaterjadinya revolusi Mesir beberapa waktu yang lalu. Mereka melihat ada kesamaan proses demokrasi di Indonesia dengan Mesir yakni antara Islam, demokrasi, modernisasi serta pembangunan.
Hal ini dikatakan Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Mesir, AM Fachir di sela-sela seminar dengan tema Gerakan Rakyat untuk Perubahan Perkembangan Politik Domestik Mesir, di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Jawa Tengah, Rabu (15/6). "Indonesia memiliki kelebihan antara lain dalam menghadapi keragaman umat beragama. Mesir menggali pengalaman dari negara-negara yang memiliki pengalaman serupa, selain Indonesia dia juga belajar dari Spanyol dan Brazil, serta Afrika Selatan," ujarnya.
Dari belajar dari negara lain tersebut, Mesir akan melihat mana yang lebih relevan dan tidak mengulang kesalahan yang terjadi dalam reformasi demokrasi di negara lain. Menurut Fachir, mereka juga melihat antusiasme masyarakat Indonesia tentang demokrasi. "Mesir memposisikan diri dengan revolusi Mesir, sedangkan Indonesia melalui reformasi demokrasi. Perbedaan tersebut baru disadari oleh Mesir, apalagi saat ini negara tersebut mempersiapkan Pemilu pada September mendatang. Apakah partai politiknya dan rakyat sudah siap?," ujarnya lagi.
Sementara itu, pascarevolusi Mesir, sektor perdagangan dari Indonesia ke Mesir belum membaik. Khususnya untuk barang-barang yang sifatnya sekunder seperti furniture, sedangkan untuk bahan makanan yang sifatnya primer seperti palm oil, Mesir masih tetap menjadi negara pengimpor terbesar.
Sedangkan di bidang pendidikan, saat ini mahasiswa Indonesia juga sudah banyak yang kembali ke Mesir. Bahkan Universitas Al-Azhar Kairo Mesir saat ini telah menjalin kerjasama dengan adanya penandatanganan MoU dengan Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo dalam tiga bidang.
Yakni bidang pendidikan, melalui ekonomi syariah, penelitian melalui pusat studi ekonomi Islam serta pertukaran mahasiswa. Dari tiga bidang kerja sama tersebut, baru satu bidang yang sudah berjalan yakni bidang pendidikan. "Untuk pendidikan ekonomi syariah ada lima mata kuliah yang bisa diambil di Universitas Al-Azhar Mesir. Sedangkan dua bidang lainnya masih disempurnakan konsepnya," ujarnya. (Endang Kusumastuti)
source : http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=280900

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

thanks for comment

Pencarian

Memuat...

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...