Arsip Blog

Senin, 06 Juni 2011

UKM Indonesia Jajaki Ekspansi ke Afrika

JAKARTA (Suara Karya): Indonesia sedang menjajaki perluasan pasar UKM di 45 negara di Benua Afrika. Ini akan dilakukan melalui 11 negara Afrika yang telah memiliki hubungan diplomatik dengan Indonesia.
"Kita sudah melakukan forum bisnis dengan 11 duta besar negara-negara Afrika di Indonesia," kata Deputi Bidang Pemasaran dan Jaringan Usaha Kementerian Koperasi dan UKM Neddy Rafinaldi Halim di Jakarta, Minggu (5/6).
Menurut dia, hasil pertemuan (forum bisnis) yang digelar pada 1 Juni 2011 bersamaan dengan Pameran Smesco-UKM Festival 2011 juga diperoleh informasi peluang pasar Indonesia ke Afrika.
Dalam hal ini, pangsa pasar di Afrika bisa lebih dioptimalkan karena terbuka lebar. Selain itu, 11 negara sahabat dari Afrika juga telah menyatakan keinginannya menjalin komitmen lebih erat untuk bekerja sama di bidang ekonomi, khususnya dengan UKM dari Indonesia.
"Pada pertemuan itu, beberapa hasil yang bisa dipetik adalah kita mengetahui potensi pasar untuk produk UKM yang sangat bisa diserap Afrika," tutur Neddy.
Dia mencontohkan, selama ini, Somalia mengimpor 20 juta sarung per tahun dari Indonesia. Apalagi tampaknya pemerintah negara-negara di Afrika akan memberi kemudahan terhadap pelaku bisnis, khususnya UKM Indonesia, salah satunya kemudahan akses pasar. Untuk menindaklanjutinya, Kementerian Koperasi dan UKM akan membahas persoalan teknis dengan duta besar dari 11 negara Afrika di Indonesia.
Neddy menjelaskan, di Benua Afrika ada 45 negara yang memiliki pasar potensial. Dalam hal ini, pemerintah siap membantu UKM yang kesulitan memenuhi permintaan pasar dari negara-negara di Afrika. Bisa berupa bantuan permodalan maupun pendampingan usaha.
"Ada berbagai macam kesamaan kita dengan mereka (negara-negara di Afrika). Jadi, ini modal bagi UKM kita untuk bisa menembus pasar di Afrika," ujarnya.
Transaksi

Di lain pihak, pameran Smesco-UKM Festival ke-9 yang digelar di SME Tower Jakarta (1-5 Juni 2011) diperkirakan membukukan nilai transaksi Rp 28,7 miliar. Neddy Rafinaldi Halim mengatakan, jumlah pengunjung pameran itu tercatat lebih dari 30.000 orang.
Nilai transaksi langsung diperkirakan Rp 18 miliar dan sisanya transaksi prospektif untuk jangka panjang (yang diperkirakan akan terus meningkat). Selain jumlah transaksi yang meningkat, beberapa peserta pameran berhasil menjaring pembeli potensial.
"Provinsi Kalimantan Timur, khususnya Kabupaten Tanah Tidung, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kabupaten Bulungan, dan Kota Balikpapan, selain produk contohnya terjual habis, juga memperoleh prospek pembelian untuk produk batik pewarna alam dari Jepang dan Jakarta," katanya.
Contoh lain, produk sirup tanpa bahan pengawet dari Sumatera Utara. Produk ini diminati banyak pengunjung, sehingga pada hari kedua pameran produk yang dipamerkan telah habis terjual. Jadi dilakukan pengiriman ulang dari Medan.
Jumlah stan pameran pada tahun ini sebanyak 194 unit. Ditempati oleh 407 koperasi serta usaha kecil dan menengah (KUKM) dari 33 provinsi, dua negara ASEAN (Malaysia dan Thailand), ikon paviliun, dan klinik konsultasi.
"Hasil evaluasi menunjukkan bahwa penyelenggaraan pameran ini bermanfaat bagi KUKM. Ini dikatakan langsung oleh peserta pameran. Manfaatnya untuk memperkenalkan produk, menjalin kemitraan, dan mengenali kecenderungan minat pasar," katanya. Selain itu, peserta juga berpendapat ada peningkatan wawasan melalui konsultasi bisnis, diskusi terbatas, dan demo produk.
Dari sisi pengunjung, sebagian melaporkan ada keberagaman produk yang kualitasnya baik. Namun, ketersediaan sarana transaksi, seperti fasilitas pembayaran melalui perbankan, perlu menjadi pertimbangan ke depan. Mereka umumnya mengeluh kesulitan bertransaksi dalam jumlah besar akibat keterbatasan uang tunai yang dibawa.
"Dalam pameran ini, kami memang tidak mempersiapkan untuk mendatangkan pembeli besar, sekalipun kami juga sudah melobi berbagai kedutaan-kedutaan negara sahabat di Indonesia," ucapnya. Tampaknya produk yang tersedia jauh lebih diminati konsumen langsung melalui penjualan ritel. (Bayu) 
 
source : http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=280127

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

thanks for comment

Pencarian

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...