Arsip Blog

Selasa, 07 Juni 2011

Kongres Kebangkitan Ekonomi Indonesia Digelar di Surakarta

TEMPO Interaktif, Surakarta – Sejumlah pengusaha yang tergabung dalam Indonesian Islamic Business Forum akan menyelenggarakan Kongres Kebangkitan Ekonomi Indonesia pada 22-26 Juni mendatang di Surakarta. Ketua panitia kongres, Adib Ajiputra, mengatakan kongres diadakan di Surakarta karena sekaligus untuk memperingati 100 tahun lahirnya Sarekat Dagang Indonesia di Surakarta pada 1911.

“Sarekat Dagang Indonesia yang dipelopori KH. Samanhudi merupakan tonggak kebangkitan ekonomi bangsa,” ujar Adib saat jumpa wartawan, Selasa, 7 Juni 2011. Kongres akan menghadirkan pembicara, seperti mantan Presiden Indonesia, BJ Habibie; Direktur Utama PLN Dahlan Iskan; Dewan Pakar Ekonomi Syariah Syafii Antonio; Ustadz Yusuf Mansur; dan pengasuh pondok pesantren modern Gontor, KH Sukri Zarkasyi.

Selain kongres, turut diadakan pameran, expo, dan bazar di Diamond Convention Center dan lapangan kota barat. “Yang akan kami pamerkan seluruhnya produk dalam negeri. Ini sekaligus sebagai wujud nyata Gerakan Beli Indonesia,” tegasnya. Saat kongres nanti, akan dikumandangkan Gerakan Beli Indonesia, yaitu gerakan untuk membeli produk-produk buatan Indonesia.

Penggagas Gerakan Beli Indonesia, Heppy Trenggono, dalam kesempatan yang sama mengatakan dengan membeli produk Indonesia berarti sudah membela kejayaan ekonomi Indonesia. “Saat ini banyak pengusaha yang gulung tikar dan pengusaha baru sulit berkembang karena pasarnya dikuasai asing,” katanya.

Dia menyatakan saat ini 80 persen industri tekstil, 80 persen industri farmasi, dan 92 persen industri teknologi dikuasai asing. Hampir seluruh produk yang digunakan sehari-hari adalah buatan pabrik asing. Dia meyakini dengan Gerakan Beli Indonesia, maka akan membangkitkan kembali perekonomian nasional. “Saya tidak muluk-muluk. 50 persen saja produk dalam negeri digunakan, sudah sangat bagus,” lanjutnya.

Upaya menggulirkan gerakan tersebut, salah satunya dengan penyelenggaraan kongres. Saat kongres akan dipaparkan tentang pentingnya produk Indonesia menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

“Gerakan ini bisa dimulai dari komunitas kemudian berkembang ke tingkat daerah, bahkan hingga bersifat nasional. Jika semua konsisten, kami yakin pengusaha Indonesia akan bangkit,” pungkasnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

thanks for comment

Pencarian

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...