Arsip Blog

Kamis, 31 Maret 2011

ISPO Perkuat Citra Indonesia

MEDAN– Sistem Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO) yang dicanangkan di Medan, Sumatera Utara,kemarin,diarahkan sebagai upaya mendorong pengembangan kelapa sawit berkelanjutan dan pembentukan citra kelapa sawit Indonesia ke luar negeri.

“Dalam mendorong pengembangkan kelapa sawit berkelanjutan, dibutuhkan paket perundang- undangan yang lengkap. Untuk itu akan dicanangkan ISPO sebagai upaya mendorong ke arah itu,”ujar Menteri Pertanian (Mentan) Suswono saat pencanangan ISPO, sekaligus penutupan Semarak 100 tahun Industri Kelapa Sawit Indonesia, di Medan kemarin.

Mentan mengatakan, pembangunan industri kelapa sawit sebagai pengembangan ekonomi tidak hanya berasal dari sektor huludanhilir,tapiharusdidorong dengan satu sistem agar tercipta perekonomian berkelanjutan. Salah satu penguatan tersebut adalah melalui ISPO. Aturan ini wajib dipatuhi seluruh pihak yang berkecimpung di sektor kelapa sawit,termasuk petani.

Mentan menambahkan, ISPO ini dianggap penting karena adanya tuntutan untuk mempertahankan kelapa sawit lestari dari negara lain, serta pembentukan citra kelapa sawit Indonesia ke luar negeri. Tujuan utamanya adalah mempertahankan pasar ekspor Indonesia ke pasar global. Terkait penerapan aturan ini, pemerintah akan mempersiapkan formula khusus bagi petani agar bisa mengikuti aturan ini dengan mudah. “Akan ada daftar syarat yang akan diisi dengan mudah oleh petani,”tandasnya.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit (Gapki) Indonesia Joefly J Bahroeny menilai, dengan adanya ISPO,Indonesia ditargetkan bisa menjadi pemain sawit dunia.Hal ini karena aturan sebelumnya yang tertuang dalam Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) sebelumnya telah lama diikuti namun tidak memberikan keuntungan lebih bagi Indonesia. Di sisi lain,Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan berupaya terus meningkatkan keberadaan perkebunan BUMN dengan pembentukan holding.

Langkah itu diharapkan meningkatkan percepatan penambahan nilai tambah sektor perkelapasawitan nasional. ”Semua PT Perkebunan Nusantara (PTPN) akan memperoleh nilai tambah sebagai usaha meningkatkan perkelapasawitan,” kata Deputi Bidang Usaha Industri Primer,Kementerian Negara BUMN Megananda Daryono. Kendari demikian, perkebunan sawit rakyat akan tetap diperhatikan.

Untuk itu, ke depan akan dibentuk sinergitas antara perkebunan BUMN dan swasta untuk meningkatkan industri komoditas ini lebih besar dari saat ini terutama dalam mengembangkan perkebunan rakyat. ”Perkebunan rakyat masih harus di dorong untuk meningkatkan industri ini. BUMN dan swasta hendaknya bersinergi,”ucapnya.

Dikatakannya, peran serta BUMN perkebunan sangat strategis dalam mengembangkan industri kelapa sawit nasional sehingga menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara produsen sawit terbesar sejak 2007, dengan produksi 19 juta ton per tahun. Indonesia juga tercatat sebagai eksportir minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) terbesar dunia dengan kontribusi 44% dari total kebutuhan CPO dunia.

source : http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/390111/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

thanks for comment

Pencarian

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...