Arsip Blog

Selasa, 29 Maret 2011

Indonesia Usulkan Penyelesaian Damai di Libya

TEMPO Interaktif, Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan perlunya dilakukan penyelesaian damai dalam konflik di Libya. Penyelesaian damai ini dilakukan dengan genjatan senjata dan solusi politik melalui perundingan. "Perlunya genjatan senjata itu amanah dari resolusi nomor 1973, itu bagian elemen penting," kata Presiden dalam pernyataan menyikapi kondisi di Libya di Kantor Presiden, Selasa (29/3).

Presiden didampingi Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi, Menteri Sekretaris Kabinet Dipo Alam mengatakan Indonesia juga meminta Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) segera mencari solusi politik dengan kesepakatan damai dengan melibatkan Uni Afrika, Liga Arab, dan negara yang sedang berkonflik agar konflik segera berakhir.
"Melalui mimbar ini, Indonesia menyerukan kepada PBB dan masyarakat dunia agar dua elemen itu dapat dijalankan," katanya. "Semua kita ajak untuk menyelesaikan."
Presiden Yudhoyono mengaku prihatin dengan kondisi konflik internal yang terjadi di Libya yang makin memburuk. Ia mengatakan sudah mengirimkan surat kepada Sekretraris Jenderal PBB pada 24 Febuari lalu agar mengambil langkah strategis untuk menjaga keselamatan warga sipil diutamakan. Saat itu, kondisi pertempuran juga sedang mengalami pergolakan yang seru.

Ia menyesalkan pasukan koalisi yang dipimpin Amerika Serikat belum mengupayakan perdamaian di Libya. Justru, pertempuran kelompok pro-Presiden Libya Muhammad Khadafi, kelompok penentang dan pasukan koalisi saling bertempur. "Dua elemen itu kurang diangkat," ujarnya.

Indonesia, kata Presiden, siap menjalankan misi penjagaan perdamaian selama dilakukan genjatan senjata. Menurutnya, mekanisme selama genjatan senjata mesti diawasi dan dimonitor. "State conflict sering kita selesaikan melalui keeping nations lazimnya di bawah PBB. Indonesia usulkan itu seperti dalam krisis di Libanon," katanya.
Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengatakan Indonesia belum akan mengirimkan pasukan perdamaian PBB ke Libya. "Indonesia akan mengi rimkan jika diminta," kata dia.

source : http://www.tempointeraktif.com/hg/politik/2011/03/29/brk,20110329-323578,id.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

thanks for comment

Pencarian

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...