Rabu, 13 April 2011

ZTE Luncurkan Tablet untuk Indonesia

TEMPO Interaktif, Jakarta - ZTE menjadi satu lagi vendor asal Cina yang meluncurkan tablet media di Indonesia. Perusahaan ini memperkenalkan tablet ZTE Light Tab yang memiliki ukuran layar 7 inci, di Jakarta hari ini. Seperti kebanyakan vendor Cina dan lokal, ZTE memasang sistem operasi Android 2.2 alias Froyo di tablet ini. “Tapi nanti akan kami tingkatkan menjadi Android 2.3 atau Gingerbread dan bahkan Android 3.0 atau Honey Comb,” ujar Liu Lin, Wakil Presiden Produk Mobile Broadband ZTE.

Light Tab dibanderol dengan harga yang sedikit ada di bawah saingannya, yaitu Rp 2,99 juta. Dengan harga itu, pengguna sudah mendapatkan tablet yang memiliki resolusi layar 800x480 piksel, berkamera 3 megapiksel, memiliki teknologi suara Dolby Stereo Sound, dan mampu menayangkan video standar.

Satu lagi fitur yang membedakannya dengan pesaing adalah tablet ini bisa dipakai menelepon dengan jaringan GSM 900/1800/1900 MHz. Jaringan datanya adalah EDGE, HSDPA, dan HSUPA dengan kecepatan unduh sampai 7,2 megabita per detik dan unggah 5,76 megabita per detik.

Kehadiran Light Tab juga menandai kiprah awal ZTE di pasar terbuka. Biasanya, vendor ini berjualan perangkat terminal bergeraknya (termasuk di dalamnya tablet, modem, dan ponsel pintar) melalui operator seluler.

“Pasar Indonesia sangat potensial, kami berharap bisa berjualan sebanyak-banyaknya,” kata Susanto Sosilo, Direktur Divisi Perangkat ZTE Indonesia.

DEDDY SINAGA


source : http://www.tempointeraktif.com/hg/it/2011/04/12/brk,20110412-326900,id.html

Robot Indonesia Kibarkan Merah Putih di Amerika



Kedua kampus negeri itu berhasil menjadi juara di kategori Fire Fighting. ITB menjadi juara 1 dan 2 di kategori robot berkaki serta UGM menjadi juara 1 dan 2 di kategori robot beroda.

Ditemui di sela-sela acara penandatanganan MoU antara ITB dan Huawei, Rektor ITB Akhmaloka membenarkan kabar gembira tersebut.

"Saya juga baru dapat kabar. Kita juara 1 dan 2 di divisi berkaki. Sedangkan UGM juara 1 dan 2 di divisi beroda," katanya sambil memperlihatkan pesan singkat yang diterimanya, Senin (11/4/2011).

Akhmaloka tidak bisa menutupi rasa bangganya atas prestasi yang ditorehkan oleh anak didiknya tersebut. Akhmaloka juga berkelakar perihal piala yang berhasil disabet oleh tim dari Indonesia.

"Ini kok Indonesia semua yah. Tapi saya tahu ini adalah kompetisi yang diikuti oleh negara-negara maju lainnya dan anak-anak kita berhasil mengungguli dari temannya dari Amerika, China dan lainnya," katanya seraya tertawa.

ITB sendiri mengirimkan 3 orang mahasiswa dan satu dosen pembina, Kusprasapta Mutijarsa atau yang akrab dipanggil Sony.

ITB dan UGM adalah perwakilan dari Dirjen Dikti dalam kompetisi tersebut. Kedua kampus ini berhak mengikuti pertandingan yang digelar di Hartford, Connecticut, Amerika Serikat setelah berhasil menjadi juara nasional pada Kompetisi Robot Nasional di Universitas Muhammadiyah Malang tahun 2010 silam.

Di tempat yang sama, Dekan Sekolah Tinggi Elektro dan Informatika ITB, Prof. Dr. Ir. Suwarno mengungkapkan bahwa robot yang dikirimkan ke kompetisi tersebut merupakan robot yang sama saat memenangkan KRCI tahun lalu.

"Itu robot yang sama. Kita perbaiki sehingga bisa bertanding di sana dan menang," katanya.



source : http://www.detikinet.com/read/2011/04/11/103846/1613144/398/robot-indonesia-kibarkan-merah-putih-di-amerika?i991103105

TNI: Indonesia Mampu Tumpas Pembajak

JAKARTA, KOMPAS.com — Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono enggan menjawab ketika ditanya apakah pemerintah memiliki opsi menggelar operasi militer terkait penyelamatan 20 anak buah kapal Sinar Kudus yang ditahan perompak Somalia. Namun, kata Panglima, TNI jelas memiliki kemampuan menggelar operasi tersebut.



"Kita punya kemampuan melakukan operasi untuk menumpas pembajak," kata Panglima kepada para wartawan di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (12/4/2011).
Namun, Panglima TNI mengatakan, sesuai dengan arahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, pemerintah mengutamakan jalur diplomasi dalam melakukan penyelamatan ke-20 warga negara Indonesia tersebut. Saat ini, negosiasi antara pembajak dan pemilik kapal terus berlangsung.
"Insya Allah negosiasi akan berhasil," kata Panglima.
Seperti diberitakan sebelumnya, pada 16 Maret 2011 kapal bermuatan nikel dari Pomalaa, Sulawesi Tenggara, dengan tujuan Rotterdam, Belanda, dibajak perompak di perairan Arab. Kapal tersebut berisi 20 ABK asal Indonesia.


source : http://nasional.kompas.com/read/2011/04/12/20183824/TNI.Indonesia.Mampu.Tumpas.Pembajak

WEF: Teknologi Informatika Indonesia Meningkat

LONDON: World Economic Forum (WEF) menilai teknologi informatika dan komunikasi Indonesia terus meningkat tercermin dari meningkatnya peringkat Networked Readiness Index (NRI) Indonesia dari 67 tahun 2009-2010 menjadi peringkat ke-53 tahun 2010-2011 pada Global Information Technology Report (GITR) untuk 2010-2011.

Sekretaris Kedua PTRI Jenewa, Joannes Tandjung, Rabu menyebutkan GITR 2010-2011 dipublikasikan World Economic Forum (WEF), Selasa mengumumkan peringkat NRI dari 138 negara.

Duta Besar/Wakil Tetap RI untuk PBB, WTO dan Organisasi Internasional Lainnya di Jenewa, Dian Triansyah Djani mengatakan kenaikan peringkat NRI Indonesia menunjukkan perkembangan dan kemajuan yang diraih di sektor teknologi, informatika, dan komunikasi, khususnya untuk mengatasi kesenjangan digital dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan pembangunan tanah air.

Dubes Djani menggarisbawahi bahwa kenaikan signifikan peringkat NRI Indonesia sebesar 14 peringkat dari tahun 2009-2010 ke tahun 2010-2011 merupakan lonjakan terbesar dari seluruh negara yang disurvei.

Kenaikan peringkat ini khususnya disebabkan meningkatnya peringkat perlindungan kekayaan intelektual dari 67 menjadi 57, extent and effect of taxation dari 22 menjadi 17, government prioritization of ICT dari 71 menjadi 6 serta government procurement of advanced technology dari 34 menjadi 29.

Selain itu juga terjadi peningkatan di bidang importance of ICT to government's vision dari 85 menjadi 62, akses internet di sekolah dari 59 menjadi 50, ICT use and government efficiency dari 90 menjadi 72, extent of business internet use dari 71 menjadi 61, dan capacity of innovation dari 44 menjadi 30.

Dubes Djani lebih lanjut menyampaikan GITR 2010-2011 mengkonfirmasikan keunggulan negara-negara Nordik seperti Swedia, Denmark, Norwegia, dan Eslandia serta negara-negara macan Asia Singapura, Taiwan, China, Korea Selatan, dan Hong Kong SAR, dan ASEAN seperti Indonesia, Malaysia, dan Singapura. Dalam mengimplementasikan teknologi, informatika dan komunikasi (TIK) di dalam seluruh sendi kehidupan individu, pelaku usaha dan pemerintahan.

"Kenaikan peringkat Indonesia terkait kesiapan teknologi komunikasi dan informatika sejalan dengan kemajuan Indonesia di bidang pembangunan ekonomi yang diakui dunia dan kalangan bisnis internasional," ujar Dubes.

Pada GITR 2010/2011, Indonesia mengungguli peringkat NRI major emerging economies dan negara-negara Eropa serta Amerika Latin seperti Brazil (56), Afrika Selatan (61), Polandia (62), Yunani (64), Turki (71), Federasi Rusia (77), dan Argentina (96).

Di antara anggota ASEAN, Indonesia berada pada urutan ke-3 setelah Singapura (2) dan Malaysia (28), dan berada di atas peringkat Vietnam (55), Brunei Darussalam (57), Thailand (59), Filipina (86), Kamboja (111).

GITR merupakan edisi ke-10 laporan tahunan WEF yang diterbitkan sejak tahun 2001. Tema "Transformations 2.0" diangkat karena GITR 2010-2011 difokuskan pada transformasi yang disebabkan teknologi, informatika dan komunikasi (TIK), khususnya kontribusi TIK pada kehidupan individu, pelaku usaha dan pemerintah dalam beberapa tahun ke depan.

Laporan GITR 2010-2011 memuat peringkat daya saing seluruh negara yang didasarkan pada Networked Readiness Index (NRI).

Dalam menetapkan NRI, WEF menggunakan sembilan pilar yang dibagi atas tiga komponen utama yaitu environment, readiness, dan usage. Komponen pertama terdiri dari tiga pilar yaitu lingkungan pasar, lingkungan politik dan kerangka peraturan, dan lingkungan infrastruktur. Komponen kedua terdiri dari tiga pilar yaitu tingkat kesiapan individu, tingkat kesiapan lingkungan usaha, dan tingkat kesiapan lingkungan Pemerintah.

Sementara itu, komponen ketiga mencakup tiga pilar utama yang meliputi penggunaan oleh individu, penggunaan oleh usaha dan penggunaan oleh Pemerintah.

Swedia menduduki peringkat pertama GITR periode 2010-2011 yang kedua kalinya sejak periode 2009-2010 disusul oleh Singapura (2) dan Finlandia (3). Negara-negara Nordik dan Amerika Serikat (5), seperti Denmark (7) dan Norwegia (9) berada pada peringkat 10 besar NRI. (dj)


Jet Latih yang Akan Dibeli RI Jadi Ekspor Perdana Korsel

Seoul - Korea Selatan menyambut gembira lampu hijau dari Indonesia, untuk membeli jet latih T-50 Golden Eagle. Ini akan menjadi ekspor perdana Korsel, walaupun kerja sama ini sempat tercoreng pembobolan dokumen delegasi Indonesia oleh agen rahasia Korsel.

Seperti dilansir dari AFP, Rabu (13/4/2011), Korea Aerospace Industries (KAI) mengumumkan telah mendapatkan status dari Menhan RI Purnomo Yusgiantoro. Meskipun, negosiasi harga dan rincian pembelian lain belum tuntas.

Deal terakhir, jika disepakati, akan menjadi kesempatan perdana ekspor T-50 Golden Eagle. Artinya T-50 mengalahkan para saingannya dari Italia, Rusia dan lain-lain.

"Hari ini sangat penting untuk kita, karena Korsel menjadi negara keenam di dunia yang mengekspor jet supersonik setelah AS, Rusia, Inggris, Prancis dan Swedia," kata Presiden KAI, Kim Hong Kyun, kepada wartawan.

Pemerintah Korsel mengungkapkan proyek T-50 ini sejak 2005, dengan teknologi Lockheed Martin dari AS. Korsel berharap bisa menjual 16 T-50 ke Indonesia dengan nilai US$ 400 juta atau Rp 3,4 triliun, demikian dilansir kantor berita Yonhap.

T-50 Golden Eagle ini rencananya akan menggantikan jet latih Hawk Mk-53 milik TNI AU yang sudah menua. Pejabat Korsel mengatakan T-50 bisa juga dipakai untuk serangan udara ringan, selain untuk latihan. Korsel berencana membuat T-50 yang lebih dominan untuk versi tempur.

Rencana pembelian pesawat ini sempat tercoreng aksi agen rahasia Korsel yang mencoba membobol dokumen milik delegasi Indonesia, Februari 2011 silam. Meski demikian, kerja sama pertahanan Korsel dan Indonesia sepertinya tidak terpengaruh.

Pada 2008, Korsel membeli 4 pesawat transpor Indonesia senilai US$ 90 juta atau Rp 774 miliar untuk fungsi patroli laut. Pada Juli 2010, Indonesia dan Korsel juga melakukan kerja sama untuk mengembangkan jet tempur.








source : http://www.detiknews.com/read/2011/04/13/110900/1615277/10/jet-latih-yang-akan-dibeli-ri-jadi-ekspor-perdana-korsel

Pencarian

free counters

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...