Denpasar - Pemuda Indonesia Rob "Rama" Rambini akan tercatat dalam Museum Rekor - Dunia Indonesia (MURI) dalam hitungan jam. Ia menjadi orang Indonesia pertama berlayar seorang diri dari California ke Bali.
Rob direncanakan akan bersandar di Pelabuhan Benoa, Denpasar, sekitar pukul 14.00 Wita, Sabtu (2/4/2011). Warga negara Indonesia kelahiran Roma, Italia, itu memulai perjalanan yang luar biasa sejak 8 Mei 2010.
Bersandarnya Rob untuk mengakhiri perjalanan panjang dan menempuh maut itu disampaikan General Manager Pelindo III Pelabuhan Benoa, Denpasar Iwan Sabtini kepada detikcom, Sabtu (2/4/2011).
Ia berlayar seorang diri dari Oakland, California, Amerika Serikat menuju Bali. Rob Rambini telah berlayar dari California ke Hawaii, kemudian turun melalui Kepulauan Solomon, Vanuatu, dan Karang Laut, ke Port Moresby, Papua New Guinea.
"Rob, orang pertama yang berlayar seorang diri dari California ke Bali dengan perahu yang digunakan Perahu Layar type Jensen Marine Cal 30 dengan nama KONA, ukuran 30 feet (10 meter). Kapal ini akan segera sandar di Pelabuhan Benoa," kata Iwan.
Rencananya tibanya Rob disambut oleh Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik, Kementerian Pemuda dan Olahraga, Kementerian Kelautan dan Perikanan, dan MURI di dermaga Pelabuhan Benoa.
(gds/mad)
source : http://www.detiknews.com/read/2011/04/02/071007/1607017/10/rob-pemuda-indonesia-berlayar-solo-dari-california-ke-bali?n991103605
Sabtu, 02 April 2011
Indonesia Negara Ke-9 Paling Diminati Investor Asing
| Jakarta - Indonesia merupakan negara ke-9 yang paling diminati investor internasional. Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam sambutannya saat membuka Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia 2010 di Grand Ballroom Hotel Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta. "Mengapa kita dilirik dan diintip masyarakat ekonomi dunia sebagai negara yang juga memiliki opportunity untuk investasi? Pertama karena potensi dan pertumbuhan pasar. Pasar kita besar," Presiden SBY menjelaskan. "Selain itu, akses sumber daya alam kita dan juga kualitas tenaga kerja kita yang terampil cukup menarik perhatian," SBY menambahkan. "Tentu saja kalau masyarakat dunia melirik Indonesia, Kadin dan dunia usaha harus terlebih dahulu melakukan investasi dan menjadi tuan rumah di negerinya sendiri," kata Presiden. SBY juga mengingatkan bahwa tahun ini Indonesia akan menjadi tuan rumah banyak acara internasional. Selain itu, sekitar 40 Kepala Negara dan Pemerintahan mengajukan permintaan kunjungan ke Indonesia. Hal ini tentu saja merupakan kesempatan untuk menjalin kemitraan dengan dunia internasional. Sumber | presidenri/dna/rs |
| Sumber: DNA Berita |
Mayoritas Netter Indonesia Akses via Ponsel
VIVAnews - Dibandingkan dengan negara-negara Asia Tenggara lainnya, Indonesia ternyata memiliki keunikan tersendiri. Pasalnya, pengguna Internet di sini mayoritas mengakses melalui ponsel.
Hal itu terungkap dari presentasi yang dibawakan oleh Regional Director Effective Measure untuk Asia Tenggara, Russell Conrad, pada acara panel diskusi Effective Measure – PPPI, di Jakarta, Jumat 1 April 2011.
Dari hasil riset teranyarnya, Effective Measure, firma yang memiliki spesialisasi dalam pengukuran statistik web, sebanyak 61,88 persen dari pengguna Internet Indonesia mengakses melalui ponsel. Sementara 38,12 persen lainnya mengakses Internet bukan dari ponsel.
Mengacu pada data Effective Measure, pengguna Internet Indonesia tahun 2011 yang mencapai 39.100.000 atau tingkat penetrasi Internet sebesar 17 persen. Berarti pengguna Internet mobile Indonesia mencapai 24.195.080 orang.
Di Asia Tenggara, pengguna mobile web Indonesia ini adalah yang terbesar. Negara-negara lainnya, seperti Singapura, Thailand, Vietnam, Filipina, dan Malaysia, semua pengguna Internetnya mayoritas mengakses melalui perangkat bukan ponsel.
Sementara untuk perilaku belanja online, barang yang paling sering dibeli oleh pengguna Internet Indonesia adalah tiket penerbangan atau tiket perjalan dengan persentase 5 persen. Barang terlaris berikutnya yang dibeli oleh pengguna Indonesia adalah buku dan majalah (44,97 persen), hardware dan software komputer (31,54 persen), dan elektronik (30,2 persen).

Dari sisi demografi, mayoritas pengguna Internet Indonesia berusia antara 25-30 (25,52 persen). Kelompok usia terbesar berikutnya adalah antara 21-24 tahun (20 persen), 18-20 (12,56 persen), 35-40 (11,93 persen), dan 31-34 tahun (11,58 persen).
Penghasilan mereka berkisar antara 0 - Rp 4,3 juta (39,84 persen), Rp 4,3 juta - Rp 8,6 juta (16,9 persen), dan Rp 8,6 juta - Rp 12,9 juta (11,17 persen). Mereka tinggal di kota-kota besar (44,59 persen), Ibu kota (38,32 persen), dan daerah terpencil (17,09 persen). Mayoritas belatar pendidikan S-1 (66,96 persen), SMA (21,58 persen), dan pasca sarjana (9,54 persen). (SJ)
• VIVAnews
Hal itu terungkap dari presentasi yang dibawakan oleh Regional Director Effective Measure untuk Asia Tenggara, Russell Conrad, pada acara panel diskusi Effective Measure – PPPI, di Jakarta, Jumat 1 April 2011.
Dari hasil riset teranyarnya, Effective Measure, firma yang memiliki spesialisasi dalam pengukuran statistik web, sebanyak 61,88 persen dari pengguna Internet Indonesia mengakses melalui ponsel. Sementara 38,12 persen lainnya mengakses Internet bukan dari ponsel.
Mengacu pada data Effective Measure, pengguna Internet Indonesia tahun 2011 yang mencapai 39.100.000 atau tingkat penetrasi Internet sebesar 17 persen. Berarti pengguna Internet mobile Indonesia mencapai 24.195.080 orang.
Di Asia Tenggara, pengguna mobile web Indonesia ini adalah yang terbesar. Negara-negara lainnya, seperti Singapura, Thailand, Vietnam, Filipina, dan Malaysia, semua pengguna Internetnya mayoritas mengakses melalui perangkat bukan ponsel.
Sementara untuk perilaku belanja online, barang yang paling sering dibeli oleh pengguna Internet Indonesia adalah tiket penerbangan atau tiket perjalan dengan persentase 5 persen. Barang terlaris berikutnya yang dibeli oleh pengguna Indonesia adalah buku dan majalah (44,97 persen), hardware dan software komputer (31,54 persen), dan elektronik (30,2 persen).
Dari sisi demografi, mayoritas pengguna Internet Indonesia berusia antara 25-30 (25,52 persen). Kelompok usia terbesar berikutnya adalah antara 21-24 tahun (20 persen), 18-20 (12,56 persen), 35-40 (11,93 persen), dan 31-34 tahun (11,58 persen).
Penghasilan mereka berkisar antara 0 - Rp 4,3 juta (39,84 persen), Rp 4,3 juta - Rp 8,6 juta (16,9 persen), dan Rp 8,6 juta - Rp 12,9 juta (11,17 persen). Mereka tinggal di kota-kota besar (44,59 persen), Ibu kota (38,32 persen), dan daerah terpencil (17,09 persen). Mayoritas belatar pendidikan S-1 (66,96 persen), SMA (21,58 persen), dan pasca sarjana (9,54 persen). (SJ)
• VIVAnews
Indonesia Andalkan Susanto Megaranto
JAKARTA -- Tuan rumah Indonesia menjagokan Grandmasters (GM) Susanto Megaranto untuk menjuarai turnamen catur Telin International 2011 yang berlangsung mulai Jumat, 1 April. Ini sekaligus menjadi ujian bagi pecatur terbaik Indonesia tersebut.
“Kalau dilihat dari segi elo rating, mestinya Susanto harus juara. Kita tidak pernah berpikir hanya masuk rangking lima dan seterusnya,” kata Ketua Harian PB Percasi, Utut Adianto.
Utut mengatakan ada enam pecatur asing bergelar Grandmasters yang bertarung dalam turnamen ini. Namun, itu tidak berarti mereka lebih kuat dari pecatur Indonesia.
Pecatur asing yang ambil bagian dalam turnamen ini adalah GM Eugene Torre (Filipina), GM Zhang Zhong (Singapura), GM Dao Thien Hai (Vietnam), GM Dibyendu Barua (India), GM Merab Gagunashvili (Georgia), GMW Anastasia Karlovich (Ukraina), dan MIW Saheli Dhar (India).
Permainan catur, kata mantan pecatur terbaik Indonesia itu, adalah pertarungan mental. Meski bergelar Grandmasters, tetapi ketika di pertandingan mentalnya jeblok, maka dia bisa saja kalah dari master di bawahnya.
Telin International Chess Tournament 2011 dibuka Menteri Pemuda dan Olahraga, Andi Alifian Mallarangeng di Gedung Grha Citra Caraka Telkom, kemarin.
Turut hadir dalam pembukaan antara lain Ketua Umum PB Percasi Hashim Djojohadikusumo, Presiden Direktur PT Telkom Rinaldi Firmansyah, dan Presiden Direktur Telin, Ririek Adriansyah.
Mallarangeng mengatakan catur adalah salah satu cabang olahraga yang mampu mengharumkan nama bangsa. Dia juga memuji cabang catur karena tidak pernah kisruh baik dalam pertandingan maupun dalam suksesi organisasi.
Turnamen catur ini menggunakan sistem Swiss sembilan babak. Total hadiah uang tunai yang diperebutkan USD25 ribu. Juara akan mendapatkan hadiah USD5.000.
Pemanasan Pra PON
Dari 110 pecatur yang bertarung dalam turnamen itu, lima di antaranya berasal dari Sulsel. Mereka adalah Ichdar Damogalad, Ignasius, Arifin Rapi, Budiman HS, dan Irwan Mahdi. Semuanya bergelar Master Nasional.
Pelatih catur Sulsel H Ibrahim, mengatakan kelima pecatur itu disiapkan ke Pra PON di Gorontalo, Mei mendatang. Turnamen ini menjadi ajang untuk mengevaluasi kemampuan mereka menjelang kualifikasi PON.
“Ini turnamen internasional pertama yang mereka ikuti. Kami berharap kemampuan mereka makin terasah sehingga bisa lolos ke PON,” jelas Ibrahim di sela-sela pembukaan, kemarin. (sap)
source : http://www.fajar.co.id/read-20110401230635-indonesia-andalkan-susanto-megaranto
7 Tantangan Indonesia Versi SBY
VIVAnews - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan dunia usaha harus menganggap tantangan yang ada di Indonesia sebagai peluang. Jika belum membaca tantangan sebagai peluang, maka pengusaha dianggap belum memiliki jiwa wirausaha yang baik.
"Sebagaimana falsafah dua sisi dari satu uang logam, di sini tantangan di sisi lain sebetulnya peluang," kata SBY saat membuka Rapat Pimpinan Nasional Kamar Dagang dan Industri Indonesia di Hotel Ritz Carlton Kuningan, Jakarta, Jumat, 1 April 2011.
SBY pun kemudian memaparkan, ada tujuh tantangan di Indonesia yang sebenarnya berpotensi peluang bisnis. Pertama, Indonesia membutuhkan sumber daya besar untuk mengembangkan perekonomian 15 tahun mendatang.
Pada tahun 2025, SBY menjelaskan Indonesia menargetkan Produk Domestik Bruto sebesar US$4 triliun. "Kita ingin struktur ekonomi dikembangkan, manufaktur harus dikembangkan di negara ini, ditambah inovasi," ujar SBY. "Ini business oportunity yang harus dijemput," lanjutnya.
Kedua, SBY mengatakan Indonesia memiliki tantangan untuk mengembangkan ekonomi di luar Jawa. Saat ini, rasio pengembangan ekonomi mencapai 58 persen di Jawa. Ini menyebabkan eksplorasi kegiatan ekonomi hanya terjadi di pulau Jawa. "Kita harus mengembangkan ekonomi luar Jawa, dan harus juga pada high impact industry," ujar SBY.
Ketiga, Indonesia masih memiliki kebutuhan energi yang besar, sekitar 3.500 megawatt per tahun. "Silakan tangkap opportunity itu. Ada peak opportunity di sektor kelistrikan," ucap SBY.
Keempat, Indonesia membutuhkan pembangunan infrastruktur untuk meningkatkan keterhubungan antarwilayah. Peluang ini menjadikan dunia usaha memiliki peluang untuk berpartisipasi dalam sejumlah pembangunan yang menunjang konektifitas.
"Banyak yang harus kita bangun. Dermaga, bandara, jalan tol, transportasi. Itu juga opportunity. Jangan disia-siakan," kata SBY.
Kelima, jumlah penduduk Indonesia yang semakin banyak mengakibatkan semakin meningkat pula kebutuhan akan pangan, energi, dan air bersih. SBY meminta dunia usaha melihat ini sebagai peluang yang harus dimanfaatkan.
Keenam, SBY melihat komitmen pembangunan ekonomi di Indonesia masih relatif tinggi. Setidaknya ada sekitar US$300 miliar total komitmen yang siap diinvestasikan ke dalam percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi ke depan. SBY kemudian meminta dunia usaha untuk ikut memikirkan bagaiman mengelola keuangan ini.
Ketujuh, SBY berharap semua pihak bekerja sama dan memastikan agar kebijakan harus tepat. "Regulasi harus tepat, pro bisnis, kebijakan dan regulasi perpajakan, mungkin fiskal yang lain, regulasi pembebasan tanah, jaminan negara, dan sedemikian rupa yang membawa manfaat untuk negara dan rakyat," jelas SBY.
• VIVAnews
"Sebagaimana falsafah dua sisi dari satu uang logam, di sini tantangan di sisi lain sebetulnya peluang," kata SBY saat membuka Rapat Pimpinan Nasional Kamar Dagang dan Industri Indonesia di Hotel Ritz Carlton Kuningan, Jakarta, Jumat, 1 April 2011.
SBY pun kemudian memaparkan, ada tujuh tantangan di Indonesia yang sebenarnya berpotensi peluang bisnis. Pertama, Indonesia membutuhkan sumber daya besar untuk mengembangkan perekonomian 15 tahun mendatang.
Pada tahun 2025, SBY menjelaskan Indonesia menargetkan Produk Domestik Bruto sebesar US$4 triliun. "Kita ingin struktur ekonomi dikembangkan, manufaktur harus dikembangkan di negara ini, ditambah inovasi," ujar SBY. "Ini business oportunity yang harus dijemput," lanjutnya.
Kedua, SBY mengatakan Indonesia memiliki tantangan untuk mengembangkan ekonomi di luar Jawa. Saat ini, rasio pengembangan ekonomi mencapai 58 persen di Jawa. Ini menyebabkan eksplorasi kegiatan ekonomi hanya terjadi di pulau Jawa. "Kita harus mengembangkan ekonomi luar Jawa, dan harus juga pada high impact industry," ujar SBY.
Ketiga, Indonesia masih memiliki kebutuhan energi yang besar, sekitar 3.500 megawatt per tahun. "Silakan tangkap opportunity itu. Ada peak opportunity di sektor kelistrikan," ucap SBY.
Keempat, Indonesia membutuhkan pembangunan infrastruktur untuk meningkatkan keterhubungan antarwilayah. Peluang ini menjadikan dunia usaha memiliki peluang untuk berpartisipasi dalam sejumlah pembangunan yang menunjang konektifitas.
"Banyak yang harus kita bangun. Dermaga, bandara, jalan tol, transportasi. Itu juga opportunity. Jangan disia-siakan," kata SBY.
Kelima, jumlah penduduk Indonesia yang semakin banyak mengakibatkan semakin meningkat pula kebutuhan akan pangan, energi, dan air bersih. SBY meminta dunia usaha melihat ini sebagai peluang yang harus dimanfaatkan.
Keenam, SBY melihat komitmen pembangunan ekonomi di Indonesia masih relatif tinggi. Setidaknya ada sekitar US$300 miliar total komitmen yang siap diinvestasikan ke dalam percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi ke depan. SBY kemudian meminta dunia usaha untuk ikut memikirkan bagaiman mengelola keuangan ini.
Ketujuh, SBY berharap semua pihak bekerja sama dan memastikan agar kebijakan harus tepat. "Regulasi harus tepat, pro bisnis, kebijakan dan regulasi perpajakan, mungkin fiskal yang lain, regulasi pembebasan tanah, jaminan negara, dan sedemikian rupa yang membawa manfaat untuk negara dan rakyat," jelas SBY.
• VIVAnews
Langganan:
Postingan (Atom)



