LONDON, KOMPAS.com - Duta Besar RI untuk Kerajaan
Inggris T. M. Hamzah Thayeb mengajak mahasiswa yang tergabung dalam PPI
di Inggris untuk mempromosikan citra positif Indonesia di kalangan
kampus. Hal itu disampaikannya saat membuka rapat kerja PPI United
Kingdom (UK) yang diikuti sekitar 60 mahasiswa dari berbagai daerah di
Inggris, Sabtu (11/2/2012). Rapat kerja ini berlangsung di KBRI London
selama dua hari, hingga Minggu (12/2/2012).
Hamzah mengungkapkan,
mahasiswa diharapkan memiliki semangat untuk memajukan diri,
mempromosikan citra positif Indonesia serta bekerja untuk hasil yang
terbaik bagi nusa dan bangsa.
"Saya harap mahasiswa bisa
mempromosikan budaya Indonesia di kalangan kampus dan juga dapat
mengajak mahasiswa lainnya mengenal budaya Indonesia," ujarnya.
Kepada
para mahasiswa, ia juga meminta agar selalu menginformasikan berbagai
perkembangan studinya, baik yang sudah lulus maupun yang akan diwisuda
kepada KBRI London. Dalam kesempatan itu, Hamzah menekankan bahwa KBRI
adalah rumah bagi seluruh masyarakat Indonesia, termasuk pelajar dan
mahasiswa. Untuk itu, para pelajar dan mahasiswa yang baru datang mau
pun yang akan kembali ke Tanah Air setelah menyelesaikan kuliah untuk
tidak lupa melakukan lapor diri.
Ketua PPI UK Miftachudin
mengatakan, selain sebagai ajang perkenalan dengan pengurus PPI UK,
rapat kerja juga membicarakan program kerja yang akan dilaksanakan
setahun kedepan. Dalam rakernas ini juga diadakan pemaparan program
kerja, di antaranya dari Minister Counsellor Fungsi Penerangan, Sosial
dan Budaya Herry Sudradjat, Minister Counsellor Fungsi Politik Haris
Nugroho dan Atase Pendidikan Tubagus Ahmad Fauzi Soelaiman.
Atase
Pendidikan T.A Fauzi Soelaiman mengatakan, anggota PPI merupakan duta
Indonesia. Oleh karena itu, para mahasiswa diminta bertindak sopan dan
jujur. Saat ini, tercatat lebih dari 1000 mahasiswa Indonesia yang
belajar dari berbagai universitas di di Inggris, di antaranya Aberdeen,
Birmingham, Bristol, Cambridge, Durham, Glasgow, Manchester, Leeds,
Liverpool, Nottingham, Oxford, Sheffield, Southampton, Sunderland, Wales
dan York.
Tampilkan postingan dengan label Pariwisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pariwisata. Tampilkan semua postingan
Minggu, 12 Februari 2012
Rabu, 07 Desember 2011
Jumlah Turis Eropa ke Bali Meningkat
DENPASAR--MICOM: Krisis ekonomi yang tengah melanda sejumlah
negara di kawasan Eropa ternyata tidak menyurutkan minat warga benua
biru itu untuk berwisata ke Pulau Bali. Dari data Badan Pusat Statistik
(BPS) Provinsi Bali, turis asal Rusia, Jerman, Prancis, dan Inggris
terus mengalir bahkan jumlahnya bertambah ke daerah ini.
Dari data selama Januari-Oktober 2011, warga negara Prancis yang berlibur ke Bali tercatat 97.918 orang atau naik 6,93 persen, jika dibandingkan periode yang sama tahun 2010 yang hanya 91.569 orang. Sementara pelancong asal Inggris yang datang ke Pulau Dewata juga bertambah sekitar 6,81 persen menjadi 91.313, sedangkan Jerman 73.323 orang.
Tidak surutnya minat turis Eropa itu menjadikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, Gede Suarsa, optimistis kunjungan wisatasan asing ke Bali pada 2011 bisa mencapai 2,7 juta orang, sebagaimana sasaran yang ditetapkan selama tahun ini.
"Kami yakin sasaran yang dipatok Pemprov Bali terkait kunjungan wisatawan asing bisa mencapai 2,7 juta orang pada tahun ini. Apalagi, sampai Oktober saja sudah mencapai 2.351.515 turis asing," kata Suarsa, di Denpasar, Rabu (7/12).
Keyakinan akan target kunjungan turis asing ke Bali tahun ini bisa tercapai terlihat dari data kunjungan turis Australia yang semakin bertambah banyak terbang langsung dari negerinya ke Bali bahkan menempati urutan pertama.
Turis Australia yang datang berlibur ke Bali selama 2011 hingga Oktober sudah tercatat sebanyak 658.443 orang bertambah hingga 25,34 persen jika dibandingkan periode sama 2010 yang hanya 525.316 orang.
Pertambahan jumlah turis asing asal Australia yang tertinggi di antara negara pemasok ke daerah ini, sedangkan kemerosotannya yang paling besar adalah turis Jepang dari 212.984 orang menjadi 155.837 orang atau turun 26.83 persen.(Ant/PJ/X-12)
Dari data selama Januari-Oktober 2011, warga negara Prancis yang berlibur ke Bali tercatat 97.918 orang atau naik 6,93 persen, jika dibandingkan periode yang sama tahun 2010 yang hanya 91.569 orang. Sementara pelancong asal Inggris yang datang ke Pulau Dewata juga bertambah sekitar 6,81 persen menjadi 91.313, sedangkan Jerman 73.323 orang.
Tidak surutnya minat turis Eropa itu menjadikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, Gede Suarsa, optimistis kunjungan wisatasan asing ke Bali pada 2011 bisa mencapai 2,7 juta orang, sebagaimana sasaran yang ditetapkan selama tahun ini.
"Kami yakin sasaran yang dipatok Pemprov Bali terkait kunjungan wisatawan asing bisa mencapai 2,7 juta orang pada tahun ini. Apalagi, sampai Oktober saja sudah mencapai 2.351.515 turis asing," kata Suarsa, di Denpasar, Rabu (7/12).
Keyakinan akan target kunjungan turis asing ke Bali tahun ini bisa tercapai terlihat dari data kunjungan turis Australia yang semakin bertambah banyak terbang langsung dari negerinya ke Bali bahkan menempati urutan pertama.
Turis Australia yang datang berlibur ke Bali selama 2011 hingga Oktober sudah tercatat sebanyak 658.443 orang bertambah hingga 25,34 persen jika dibandingkan periode sama 2010 yang hanya 525.316 orang.
Pertambahan jumlah turis asing asal Australia yang tertinggi di antara negara pemasok ke daerah ini, sedangkan kemerosotannya yang paling besar adalah turis Jepang dari 212.984 orang menjadi 155.837 orang atau turun 26.83 persen.(Ant/PJ/X-12)
Senin, 05 Desember 2011
Pemuda Promosikan RI di Houston
INILAH.COM, Houston – Para pemuda Indonesia ini
jauh-jauh berkunjung ke Houston, Texas, Amerika Serikat (AS), demi
mempromosikan Tanah Air. Apa yang mereka lakukan?
Para pemuda yang tergabung dalam Asosiasi Pertukaran Pemuda Indonesia-Kanada ini dipimpin Merry Lenggo. Mereka ke Houston untuk mempromosikan Indonesia. Mereka berasal dari berbagai daerah seperti Sumatra Utara, Riau, Banten, Jakarta, Jawa Tengah, Yogyakarta, Sulawesi Selatan dan Papua.
“Mereka yang tergabung dalam Asosiasi Alumni Pertukaran Pemuda Indonesia-Kanada ini para mahasiswa dan pemuda yang pernah mengikuti program pertukaran pemuda Indonesia dengan Kanada,” ujar Konsul Jenderal (Konjen) RI di Houston Al Busyra Basnur.
Konjen Al Busyra yang juga alumni pertukaran pemuda Indonesia-Kanada periode 1984-1985 dan 1986-1987ini mengatakan, senang sekali kunjungan delegasi pemuda Indonesia tersebut ke Houston tidak hanya dalam rangka mempromosikan Indonesia dari sisi seni dan budaya.
Delegasi 12 pemuda itu menampilkan pertunjukan seni budaya Indonesia pada ASEAN Cultural Evening yang diselenggarakan di Konsulat Jenderal RI (KJRI) di Houston, 28 November lalu. Acara semacam ini merupakan yang pertama kalinya digelar di Houston.
“Pada ASEAN Cultural Evening, para pemuda juga berkenalan dan membangun persahabatan dengan pemuda dari beberapa negara ASEAN yang ada di Houston dan dengan pemuda Amerika Serikat sendiri,” kata Konjen.
Pada 30 November, para pemuda Indonesia menyempatkan diri berkunjung ke kantor perusahaan minyak Chevron di Houston. Mereka mendengarkan briefing tentang perusahaan dan berdialog dengan para profesional Indonesia yang bekerja di perusahaan tersebut.
Kegiatan dilanjutkan dengan tampil dalam Malam Kesenian Indonesia yang diselenggarakan di KJRI Houston pada Sabtu (3/12) malam. Turut hadir, masyarakat Indonesia di wilayah itu dan sejumlah warga asing yang dinobatkan sebagai friend of Indonesia.
Para pemuda yang tergabung dalam Asosiasi Pertukaran Pemuda Indonesia-Kanada ini dipimpin Merry Lenggo. Mereka ke Houston untuk mempromosikan Indonesia. Mereka berasal dari berbagai daerah seperti Sumatra Utara, Riau, Banten, Jakarta, Jawa Tengah, Yogyakarta, Sulawesi Selatan dan Papua.
“Mereka yang tergabung dalam Asosiasi Alumni Pertukaran Pemuda Indonesia-Kanada ini para mahasiswa dan pemuda yang pernah mengikuti program pertukaran pemuda Indonesia dengan Kanada,” ujar Konsul Jenderal (Konjen) RI di Houston Al Busyra Basnur.
Konjen Al Busyra yang juga alumni pertukaran pemuda Indonesia-Kanada periode 1984-1985 dan 1986-1987ini mengatakan, senang sekali kunjungan delegasi pemuda Indonesia tersebut ke Houston tidak hanya dalam rangka mempromosikan Indonesia dari sisi seni dan budaya.
Delegasi 12 pemuda itu menampilkan pertunjukan seni budaya Indonesia pada ASEAN Cultural Evening yang diselenggarakan di Konsulat Jenderal RI (KJRI) di Houston, 28 November lalu. Acara semacam ini merupakan yang pertama kalinya digelar di Houston.
“Pada ASEAN Cultural Evening, para pemuda juga berkenalan dan membangun persahabatan dengan pemuda dari beberapa negara ASEAN yang ada di Houston dan dengan pemuda Amerika Serikat sendiri,” kata Konjen.
Pada 30 November, para pemuda Indonesia menyempatkan diri berkunjung ke kantor perusahaan minyak Chevron di Houston. Mereka mendengarkan briefing tentang perusahaan dan berdialog dengan para profesional Indonesia yang bekerja di perusahaan tersebut.
Kegiatan dilanjutkan dengan tampil dalam Malam Kesenian Indonesia yang diselenggarakan di KJRI Houston pada Sabtu (3/12) malam. Turut hadir, masyarakat Indonesia di wilayah itu dan sejumlah warga asing yang dinobatkan sebagai friend of Indonesia.
Promosi Indonesia di Nuremberg
London (ANTARA News) - Masyarakat Indonesia di Nuremberg Jerman yang tergabung dalam Indonesischer Kulturverein Franken
(Perkumpulan Budaya Indonesia di daerah Frankonia) memeriahkan pusat
kegiatan kebudayaan kota bernama Villa Leon, di Nuremberg, Jerman.
Sekjen IKF di daerah Frankonia Jerman Toto Suharto kepada ANTARA menyebutkan, IKF mendapat kehormatan untuk memeriahkan perayaan berdirinya pusat kebudayaan berusia 10 tahun itu.
Villa Leon adalah pusat kebudayaan di Nuremberg yang rutin mengadakan kegiatan seni dan budaya dari berbagai negara yang selama sepuluh hari menampilkan berbagai kelompok dan perhimpunan di Nuremberg.
Acara bertema "Open House IKF" ini diawali dengan makan siang dan dilanjutkan dengan penampilan tari Pendet oleh dua mahasiswi Indonesia yang sedang berkuliah di Universitas Nuremberg. Mereka juga mengadakan workshop tari Saman selama 30 menit dan berbagai tari Nusantara lainnya.
Untuk mengenalkan Indonesia, panitia pimpinan Ketua IKF Yoga Ariadi Tranggono menampilkan film Visit Indonesia 2011 dan presentasi keragaman kebudayaan dan adat di Indonesia oleh Rizqa Derfiora.
Para pengunjung warga Jerman yang hadir berkesempatan untuk mempelajari Bahasa Indonesia yang memang disambut hangat oleh peserta. Diharapkan mereka dapat mempraktikannya selagi berkunjung ke Indonesia suatu saat nanti.(*)
Sekjen IKF di daerah Frankonia Jerman Toto Suharto kepada ANTARA menyebutkan, IKF mendapat kehormatan untuk memeriahkan perayaan berdirinya pusat kebudayaan berusia 10 tahun itu.
Villa Leon adalah pusat kebudayaan di Nuremberg yang rutin mengadakan kegiatan seni dan budaya dari berbagai negara yang selama sepuluh hari menampilkan berbagai kelompok dan perhimpunan di Nuremberg.
Acara bertema "Open House IKF" ini diawali dengan makan siang dan dilanjutkan dengan penampilan tari Pendet oleh dua mahasiswi Indonesia yang sedang berkuliah di Universitas Nuremberg. Mereka juga mengadakan workshop tari Saman selama 30 menit dan berbagai tari Nusantara lainnya.
Untuk mengenalkan Indonesia, panitia pimpinan Ketua IKF Yoga Ariadi Tranggono menampilkan film Visit Indonesia 2011 dan presentasi keragaman kebudayaan dan adat di Indonesia oleh Rizqa Derfiora.
Para pengunjung warga Jerman yang hadir berkesempatan untuk mempelajari Bahasa Indonesia yang memang disambut hangat oleh peserta. Diharapkan mereka dapat mempraktikannya selagi berkunjung ke Indonesia suatu saat nanti.(*)
H-ZG/S023
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © 2011
Langganan:
Postingan (Atom)