Rabu, 13 April 2011

Demi Harga Diri Bangsa Indonesia


Pemerintah Upayakan Bebaskan 20 WNI dari Pembajak Somalia
Pembajakan kapal MV Sinar Kudus milik PT Samudera Indonesia di perairan Somalia, hingga 29 hari disandera belum juga bisa dibebaskan. Bahkan, pihak pembajak kembali mengancam akan menghabisi 20 Anak Buah Kapal (ABK) yang ada di kapal tersebut bila tak membayar uang tebusan sebesar dolar US 3 juta atau sekitar
Rp27 miliar.
Kapal MV Sinar Kudus PT Samudera Indonesia Tbk berangkat dari Pemalang, Jawa Tengah menuju Rotterdam, Belanda, Rabu (16/3) lalu. Kapal bermuatan bijih nikel milik PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) senilai Rp1,7 triliun lebih.
Sesampiannya di Laut Merah, kapal dihadang kawanan bajak laut dan digiring ke perairan Teluk Aden, Somalia, pada Sabtu (9/4). Kini, posisi tepatnya berada di pantai timur Somalia, 400 mil dari Mogadishu. Demikian disampaikan kapten kapal tersebut, Slamet Jauhari.
Para bajak laut ini, sebutnya menaikkan permintaan tebusan kepada pemilik kapal, PT Samudera Indonesia untuk membebaskan 20 awak kapal yang disandera. Nilai tebusan dinaikkan karena pemilik kapal tak kunjung membayar sesuai permintaan bajak laut. Semula, pembajak meminta tebusan dolar US 2,6 juta sekitar Rp22,4 miliar, kemudian dinaikkan menjadi dolar US 3,5 juta sekitar Rp30 miliar.
“Sementara pihak perusahaan hanya mampu membayar dolar US 1.070 sekitar Rp9.223.4000,” ujar Yunita (35), istri Masbukhin (37) seorang awak MV SinarKudus asal Kediri, Jawa Timur.
Upaya negosiasi yang berlarut hingga berujung seorang ABK sakit dan kritis. Menurut Totok Sugiyanto, sahabat Slamet Jauhari, nahkoda Kapal MV Sinar Kudus, awak kapal bernama Slamet Riyadi itu terserang diare sejak beberapa hari lalu tetapi tidak diobati.
“Korban yang sakit bertambah dari 12 menjadi 14,” kata Totok, Selasa (12/4).
Totok mengatakan sekitar pukul 20.50 WIB , Jauhari meneleponnya. Sekitar pukul 10.00 WIB, katanya, keduanya kembali menjalin kontak. “Tok, aku minta tolong, bagaimana cara kami bisa dibebaskan. Kok pemerintah tenang-tenang saja,” ujar Totok menirukan Jauhari.
Menurut Totok, setelah hampir sebulan disandera, karibnya sesama alumni Pendidikan Pelayaran Besar Semarang tahun 1979 ini tetap berusaha tenang.  “Kalau tak sabar saya bisa gila, bisa loncat ke laut,” ujar Jauhari seperti ditirukan Totok.
PT Samudera Indonesia, cerita Jauhari pada Totok, sudah menyatakan tidak sanggup membayar tebusan sebesar Rp27 miliar yang diminta perompak.
Pengamat hubungan international dari Universitas Indonesia,  Hariyadi Wirawan mengatakan Pemerintah perlu mempertimbangkan permintaan pembajak Somalia yang menyandera 20 warga negara Indonesia (WNI). Masalahnya, permintaan USD 3 juta sebagai uang tebusan akan menjadi pertaruhan harga diri bangsa Indonesia.
Menurutnya, banyak pilihan yang bisa diambil Pemerintah sebelum mengerahkan militer ke Somalia untuk membebaskan para sandera. Diantaranya melakukan diplomasi dengan Pemerintah Somalia atau meminta bantuan kepada Amerika Serikat (AS) karena memiliki pangkalan militer di Meditrania. “Tapi dua opsi ini sulit dilakukan karena pembajak itu bukan sebuah lembaga dan tujuan mereka hanya uang tebusan. Sementara Indonesia di hadapan AS selalu lemah sehingga sulit dipenuhi,” katanya.
Hariyadi menjelaskan Pemerintah Indonesia bisa mengikuti jejak yang dilakukan  Korea Selatan (Korsel) dalam membebaskan warganya dari pembajak Somalia. Korsel mengerahkan marinirnya dan berhasil menyelamatkan 21  ABK Samho Jewelry yang mengangkut bahan kimia. Sementara delapan pembajak tewas dalam aksi itu.
“Memang kadang-kadang (negara) harus keras,” katanya.
Sementara itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) angkat bicara soal pembajakan dan penyanderaan 20 WNI awak kapal MV Sinar Kudus di perairan Somalia. Dia menyebutkan, pemerintah sedang bekerja membebaskan sandera tersebut.
SBY menyebutkan, pemerintah menempatkan keselamatan 20 WNI ini sebagai prioritas utama. Berilah kesempatan kepada jajaran pemerintah agar bisa berhasil. “Apakah negosiasi atau upaya lainnya, pemerintah tengah pertimbangkan,” tegasnya. (war/afz/fal/bbs/jpnn)


Real Madrid Dijajaki ke Indonesia

JAKARTA, (PRLM).- Klub raksasa Spanyol, Real Madrid dijajaki untuk tampil di Indonesia dalam tur Asia pada Mei tahun depan. Hal itu dikatakan promotor nasional Liga Pendidikan Indonesia (LPI) Herman Ago di Jakarta, Selasa.
Ia menuturkan, rencana kedatangan klub yang berjuluk Los Galaticos itu menguat setelah Presiden Real Madrid Florentino Perez, pada pertemuan dengan Duta Besar RI untuk Spanyol Adiyatwidi Adiwoso serta Ketua LPI Toho Cholik Mutohir, berjanji akan memasukan Indonesia dalam rencana tur Asia mereka pada Mei 2012 mendatang. Keputusan finalnya, menurut Herman, akan dipastikan oleh pihak Real Madrid September mendatang.
"Nanti kepastiannya akan diputuskan September mendatang setelah melewati beberapa kali survei, termasuk kondisi lapangan, pengelolaan tiket dan event organizer. Namun, jika mereka datang, Perez sudah memastikan bahwa pihaknya akan mendatangkan tim inti meski Piala Eropa akan bergulir tahun depan," kata Herman saat jumpa pers di Kantor LPI, Pintu IX Stadion Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Selasa (12/4).
Menurut dia, Indonesia ini bersaing ketat dengan Jepang. Karena pasalnya, Real Madrid memiliki dua opsi tur Asia tahun depan yakni datang ke Jepang atau Indonesia. Untuk menggolkan rencananya tersebut, Herman mengatakan pihaknya saat ini sedang menyusun rencana bagaimana menyiapkan Indonesia bisa lolos survey. "Pertama kami akan mencari jaminan dan rekomendasi kepada pihak Real Madrid dari Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga, dan pihak-pihak terkait lainnya," imbuhnya.
Jika Real Madrid gagal didatangkan, Herman mengaku pihaknya masih berusaha melakukan lobi kepada klub-klub raksasa dunia lainnya, seperti Barcelona. "Barca ini bukan alternatif, tapi memang sudah dalam rencana kerja kita. Mudah-mudahan keduanya bisa datang. Kami kembali akan didukung oleh Duta Besar RI untuk Spanyol yang akan bertemu juga dengan Presiden Barcelona Sandro Rosell," ungkapnya.
Sementara itu, Herman mengaku akan terus berkoordinasi dengan Deputi Sales Marketing Managing Director Real Madrid Begona Sanz Orea untuk kelanjutan rencana tersebut. Berdasarkan perhitungannya, untuk mendatangkan Ronaldo dkk. diperlukan biaya sebesar 2,5 juta Euro per pertandingan atau sekitar Rp 31 miliar. Nantinya, menurut dia, pihak promotor tidak hanya mendapatkan keuntungan penjualan tiket, dan hak siar, tapi juga boleh mencari sponsor. (A-161/A-26).***

Van Bronckhorst Kembali Dijadwalkan ke Indonesia

Metrotvnews.com, Jakarta: Kapten Tim Nasional Belanda di Piala Dunia 2010, Giovanni van Bronckhorst, kembali dijadwalkan datang ke Indonesia. Sebelumnya, rencana kedatangan van Bronckhorst pada 17 Maret 2011 batal karena berbagai kendala.

Pemain keturunan Indonesia itu akan datang ke Tanah Air diprakarsai Pemerintah melalui Staf Khusus Presiden RI Bidang Pembangunan Daerah dan Otonomi Daerah, Velix Wanggai.

"Memang benar. Van Bronckhorst akan datang 20-25 Juni nanti. Kami saat ini terus melakukan komunikasi dengan semua pihak terkait dengan rencana ini," kata Presiden Direktur Indonesia Football Academy (IFA) Iman Arif di Jakarta, Selasa (12/4).

Menurut dia, keterlibatan IFA dalam program ini adalah sebagai talent scouting atau pencari bakat pemain muda terutama dari wilayah Timur Indonesia yang akan bertemu langsung dengan Giovanni van Bronckhost.

Talent Scouting, kata dia, akan dilakukan secepatnya dan melibatkan seluruh jajaran pelatih IFA. Sasaran dari pencarian bakat pemain sepak bola akan dimulai dari Sulawesi, Maluku hingga Papua.

"Ini adalah salah satu bentuk pengembangan program wilayah Timur khususnya untuk cabang sepak bola. Semua juga telah mengenal jika wilayah Timur banyak potensi yang harus dikembangkan," katanya menambahkan.

Pria yang juga menjabat sebagai Deputi Bidang Teknis BTN itu menjelaskan, selama di Indonesia, mantan pemain Barcelona itu akan menjalani beberapa kegiatan, di antaranya mengunjungi tanah leluhurnya di Maluku dan akan melakukan pelatihan bagi pemain muda hasil seleksi dari IFA.

Giovanni van Bronckhost pada rencana kedatangan sebelumnya (17 Maret 2011) dijadwalkan ikut bermain bersama pemain keturunan Indonesia-Belanda (Jong Indonesia) saat menghadapi salah satu klub di Indonesia. Selain itu, pemain yang berusia 36 tahun itu juga dijadwalkan bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Hanya saja semuanya urung dilakukan.

Selama berkarir baik di klub maupun timnas Belanda, anak pasangan Victor van Bronckhorst dan Fransien Sapulette itu menempati posisi sebagai pemain tengah atau pemain bertahan. Salah satu prestasi yang diraih adalah membawa Barcelona menjadi juara Liga Liga Champions tahun 2006 dan runner up Piala Dunia 2010.(Ant/RAS)

Indonesia Berharap China Ikuti Kesepakatan Perdagangan

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan realisasi kesepakatan antara Kementerian Perdagangan Indonesia - China belum berjalan. Padahal kesepakatan yang berlangsung di Yogyakarta tahun lalu bisa menjadi solusi terhadap desakan renegosiasi Perdagangan Bebas ASEAN-China (ACFTA).

Menurut Hidayat, Mendag Indonesia dan China sebelumnya sepakat saling mengawasi perdagangan yang adil dari kedua negara. Pada saat itu disepakati ACFTA terus berjalan, dan China berjanji akan berinvestasi dalam sektor manufaktur. Kenyataanya, saat ini, China justru melakukan praktik perdagangan tidak fair seperti dumping maupun memperdagangkan produk di bawah standar. Untuk itu Pemerintah China diharapkan mau bernegosiasi dengan Pemerintah Indonesia.

Hidayat berharap seluruh instansi pemerintah bersatu dan terkoordinasi  karena peningkatan daya 
saing industri bukan hanya ranah Kemenperin, tapi juga kementerian lain.(DSY)

Selasa, 12 April 2011

Adrika Musilkova, Presenter Bule yang Cinta Indonesia

Jakarta Indonesia adalah salah satu negara yang kaya akan budaya dan alamnya. Tak sedikit wisatawan mancanegara yang datang dan berkunjung ke Indonesia setiap tahunnya. Mereka tidak hanya sekadar untuk liburan saja, ada juga yang benar-benar berniat mempelajari segala sesuatunya tentang. Salah satunya adalah bule asal Slovakia, Adrika Musilkova. Ia mengaku sangat jatuh cinta terhadap keragaman budaya Indonesia.

Sampai-sampai ia rela meninggalkan daerah kelahirannya Republik Slovakia untuk mempelajari budaya Indonesia. Tak hanya itu, wanita kelahiran 25 Juli 1985 itu juga mencoba peruntungannya dengan terjun ke dunia entertainment menjadi presenter.

"Aku senang jadi presenter, karena aku bisa enjoy, bisa jalan-jalan keliling Indonesia dan bisa banyak belajar juga," ujarnya dengan bahasa Indonesia yang sedikit terbata-bata, kadang diselingi dengan bahasa Inggris kepada reporter detikhot Rachman Haryanto di kantor detikcom, Jl. Warung Jati Barat Raya No 75, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

Kini Adrika, biasa ia disapa, telah tinggal dan menetap di Indonesia selama kurang lebih 16 bulan. Wajah cantik 25 tahun itu kerap wara-wiri di layar kaca untuk acara 'Belajar Indonesia' yang tayang di Trans TV. Selain itu, ia juga membawakan acara 'Travel Diary' yang tayang di salah satu televisi lokal, Sun TV.

Kemampuan aktingnya bisa dibilang mengalir begitu saja. Di negara asalnya, Adrika memang tak pernah berkecimpung di dunia entertainment. Hanya saja, saat dirinya berusia 19 tahun, ia sempat mengikuti casting untuk sebuah program acara musik di sana.

Sayang, saat itu dirinya masih terlalu muda untuk menjadi entertainer di negara kelahirannya. Karena di Eropa, menurutnya, orang yang bekerja di dunia entertainment sebagian besar berusia 24 atau 25 tahun. Ia pun pasrah dan kembali menekuni aktivitasnya sebagai seorang wanita pekerja kantoran.

Setelah menginjakan kakinya di Indonesia, ia juga sempat bekerja dan memimpin sebuah lembaga pendidikan bahasa inggris yang berpusat di Yogyakarta. Namun, itu tak berjalan lama, karena wanita yang memiliki mata berwarna hijau itu harus pindah dan menetap di Jakarta.

"Pertama-tama di Jakarta, Aku cuma diam di rumah saja, aku cuma nonton tv, main internet, masak, begitu saja setiap harinya, aku jadinya bosan," ujar pemilik tinggi badan 164 cm dan berat 49 kg.

Akhirnya, wanita yang hobi belanja itu mendapatkan kabar dari salah satu agency yang menaungi dirinya di Jakarta. Ia pun mulai menikuti casting dan menjadi bintang iklan. Beberapa iklan yang telah ia bintangi diantaranya adalah produk kecantikan, bank, produk elektronik, susu dan makanan ringan.

Setelah itu, ia mulai masuk ke dunia presenter acara televisi 'Travel Diary' dan 'Belajar Indonesia'. Wanita yang takut dengan hutan itu mengaku sangat senang bisa mengetahui kekayaan budaya Indonesia yang belum pernah ia lihat sebelumnya di negara lain.

"Aku paling suka budayanya, karena kebudayaan antara Kalimantan, sulawesi, Bangka Belitung, Sumatera, Jawa dan Kepulauan Seribu, itu berbeda semua. Aku pernah ke Palembang, sampai sekarang aku sangat suka sekali dengan pakaian tradisionalnya. Itu bagus sekali," ujar perempuan berambut pirang itu dengan jujur.

Adrika juga mengaku sangat suka dengan masakan Indonesia, khususnya masakan padang. Selain itu ia juga suka dengan pempek khas Palembang, Soto Banjarmasin, Mie Celor, dan juga Coto Makassar. Semua makanan yang ia cicipi langsung di daerah asalnya masing-masing. Itulah salah satu kenikmatan menjadi seorang presenter sebuah acara travel.

Adrika mengaku sangat ingin sekali menjelajahi daerah pedalaman Irian Jaya. Karena menurutnya, daerah itu masih sangat alami sekali dengan beragam kebudayaan yang ada. Sejauh ini, ia hanya mendengar cerita dan melihat foto teman-temannya yang sudah pernah berkunjung ke tanah papua.

"Aku ingin sekali ke Papua, aku pernah liat gambar temanku seperti masih alami sekali. Tapi aku kurang suka dengan jungle, takut ada laba-laba. Aku ingin sekali melihat kondisi di sana, kerena banyak orang bilang beautiful," ujarnya.


(rac/hkm)


source : http://www.detikhot.com/read/2011/04/12/100649/1614169/230/adrika-musilkova-presenter-bule-yang-cinta-indonesia?h990101mainnews

Pencarian

free counters

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...