Sabtu, 05 Maret 2011

AS Dukung Toleransi Agama Indonesia


JAKARTA – Amerika Serikat (AS) memandang penting toleransi beragama yang ada di Indonesia. Beberapa kasus kerusuhan didasarkan atas sentimen agama yang terjadi di Indonesia baru-baru ini, menjadi perhatian besar dari Negeri Paman Sam.

AS menilai ada beberapa hal yang dapat merusak nama Indonesia di dunia internasional. Kekerasan tersebut antara lain dialami oleh jemaah Ahmadiyah di Cikeusik, Banten dan penyerangan terhadap gereja di Tumenggung.

Kekerasan yang terjadi baru-baru ini terhadap kelompok minoritas tersebut, serta peraturan-peraturan daerah yang baru ditetapkan yang membatasi kebebasan beragama saat ini, dianggap dapat merusak reputasi internasional Indonesia sebagai negara demokrasi dengan tradisi toleransi dan komitmen perlindungan kebebasan bagi semua warga negaranya.

Sebagai sahabat dan sebagai rekan Indonesia di G-20 dan organisasi internasional lainnya, AS mendukung mayoritas rakyat Indonesia yang tidak menyukai kekerasan berlatar agama dan mendukung toleransi. 
Hukum harus melindungi warga negara dari kekerasan, alih-alih membatasi hak mereka. Demikian dalam keterangan pers yang dikirim Kedubes AS di Jakarta kepada okezone, Sabtu (5/6/2011).
(faj)


source : http://international.okezone.com

Jumat, 04 Maret 2011

Tujuh Menara Terkenal di Indonesia


1. Tugu Monas


















Monumen Nasional (Monas) adalah ikon ibukota Indonesia, Jakarta. Menara ini Diresmikan pada 17 Agustus 1961 yang terletak Di Lapangan Monas, Jakarta Pusat. Monas memiliki tinggi 132 meter. Bentuk bangunan monas sangat unik berbentuk lingga yoni simbol kesuburan Dengan puncak menara terdapat cawan yang menopang berbentuk nyala obor perunggu yang beratnya mencapai 14,5 ton Dan Dilapisi emas 35 kg. Lidah api atau obor ini sebagai simbol perjuangan rakyat Indonesia yang ingin meraih kemerdekaan. Bangunan ini menambah keindahan kota Jakarta Dan selalu ramai Dikunjungi wisatawan. Pengunjung bisa naik ke lantai atas monas Dengan menggunakan lift. Dari atas kamu bisa melihat hampir seluruh pelosok Jakarta.


2) Menara TVRI


















Menara TVRI terletak Di Senayan, Jakarta. Gedung TVRI Pusat sebagai stasiun TV pertama Di Indonesia selesai Dibangun tahun 1962 sebelum Asian Games 1962. Tower pemancar TVRI berbentuk gedung menara Dan ada lift yang bisa sampai ke atas. Saya kurang tahu berapa tepatnya tinggi menara TVRI, mungkin sekitar 100 m. Menara TVRI ini menjadi salah satu pemandangan menarik Di antara bangunan yang ada Di Jakarta. Menara TVRI ini juga menjadi sarana untuk percobaan tv Digital pertama Di Indonesia Dengan pemancar DVB-T & DVB-H yang terpasang pada ketinggian sekitar 100 meter Di menara TVRI Senayan.
3. Sky Tower Pulau Kumala

















Kalimantan juga memiliki menara yang menarik, yaitu menara Sky Tower. Menara ini sangat unik karena terletak Di sebuah pulau kecil Di tengah sungai Mahakam, yaitu Pulau Kumala Di Tenggarong, Kalimantan Timur. Menara ini memiliki tinggi 100 meter. Para pengunjung Dapat melihat kota Tenggarong Dari piringan Di atas Sky Tower (menara berputar). Piringan tersebut Dapat bergerak naik turun Dan berputar 360 Derajat. Untuk bisa sampai ke pulau Kumala bisa melalui 2 alternatif, yaitu naik kereta gantung atau naik perahu.

4. Monumen Mandala

















Monumen Mandala terletak Di Jalan Raya Jenderal Soedirman Makassar. Dibangun pada tahun 1994 sebagai tugu peringatan operasi Mandala Jaya pembebasan Irian Barat Dari tangan penjajah Belanda. Di Dalamnya terdapat Diorama yang menceritakan proses pembebasan tersebut. Monumen Mandala memiliki tinggi 75 meter terbagi Dalam empat lantai. Masing-masing lantai berisi simbol-simbol perjuangan pembebasan Irian Barat Dan perjuangan rakyat Sulsel, termasuk zaman Pahlawan Nasional, Sultan Hasanuddin.

5. Tugu Pahlawan

















Tugu Pahlawan adalah ikon Kota Surabaya. Tugu Pahlawan Dibangun untuk memperingati peristiwa Pertempuran 10 November 1945 Di Surabaya, Dimana arek-arek Suroboyo berjuang melawan pasukan Sekutu yang Datang bersama Belanda. Monumen yang memiliki tinggi 45 meter ini Diresmikan pada 10 November 1952. Gedung ini berada Di bekas reruntuhan pusatnya gerakan pemuda (PTKR = Polisi Tentara Keamanan Rakyat pimpinan Hasanudin Pasopati Dan N. Suharyo Kecik). Sebelumnya tempat itu juga pernah menjadi gedung Raad van Justitie (gedung pengadilan) pada zaman Nederlands Indiƫ, Dan pada zaman Nippon menjadi markas Kenpeitai. Tugu Pahlawan ini mempunyai 10 lengkungan pada badannya yang melambangkan tanggal 10. Sedang 11 bagian Di atasnya mengandung pengertian bulan ke 11 (November).

6. Menara Jam Gadang

















Jam "gadang", atau "jam yang besar" merupakan landmark kota Bukittinggi ,Sumatra Barat. Kerajaan Belanda membangun Jam Gadang pada 1926. Denah Dasar (bangunan tapak berikut tangga yang menghadap ke arah Pasar Atas) Dari Jam Gadang ini adalah 13x4 meter, sedangkan tingginya 26 meter.
Menara jam ini telah mengalami beberapa kali perubahan bentuk pada bagian puncaknya. Pada awalnya puncak menara jam ini berbentuk bulat Dan Di atasnya berdiri patung ayam jantan. Saat masuk menjajah Indonesia, pemerintahan pendudukan Jepang mengubah puncak itu menjadi berbentuk klenteng. Pada masa kemerdekaan, bentuknya berubah lagi menjadi ornamen rumah adat Minangkabau. Di lantai atas menara terdapat Mesin jam manual yang Dibuat khusus oleh Recklinghausen. Konon Pria Jerman tersebut hanya membuat Dua mesin sebesar itu. Kembarannya kini terpasang Di Menara Big Ben, London, Inggris. Keunikan lainnya, Kontur tanah Di sekitar jam gadang berjenjang Dan juga tidak landai, sehingga sepintas bangunan Jam Gadang tampak miring seperti Menara Pisa.





7. Tugu Khatulistiwa
















Ada tugu Di Dalam tugu. Itulah tugu Khatulistiwa. Tugu Khatulistiwa merupakan ikon Kota Pontianak yang memiliki tinggi 15,25 meter Dari permukaan tanah. Tugu Khatulistiwa atau Equator Monument berada Di Jalan Khatulistiwa, Pontianak Utara, Propinsi Kalimantan Barat. Tugu Khatulistiwa yang terlihat sekarang Dibuat Tahun tahun 1990, Dengan pembuatan kubah untuk melindungi tugu asli Di Dalamnya yang telah Dibuat pada tahun 1928. Jadi bangunan tugu yang Dibuat tahun 1990 adalah bangunan Duplikat yang besarnya 5 x Dari tugu asli Dan berfungsi untuk melindungi tugu asli. Tugu Khatulistiwa ini terletak Di garis khatulistiwa yang membelah Bumi menjadi Dua bagian, Utara Dan Selatan. Pada saat terjadinya titik kulminasi matahari, yakni ketika Matahari tepat berada Di garis khatulistiwa bayangan tugu Dan bayangan orang serta benda-benda Di sekitar tugu akan menghilang beberapa Detik saat Diterpa sinar Matahari. Peristiwa titik kulminasi Matahari itu terjadi setahun Dua kali, yakni antara tanggal 21-23 Maret Dan 21-23 September.

Di samping menara-menara tersebut tentu masih ada beberapa tugu atau menara Di Indonesia. Diharapkan Daerah-daerah Di Indonesia juga membangun menara-menara tertinggi sebagai ikon Daerahnya Dan sebagai salah satu tujuan wisata yang tentunya bisa meningkatkan pendapat Daerah. Kita juga akan menunggu yang kabarnya sedang akan Dibangun Di jakarta menara tertinggi Di Dunia

Kamis, 03 Maret 2011

Indonesia Dukung Timor Leste Masuk ASEAN

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan, pemerintah Indonesia mendukung keanggotaan Timor Leste ke dalam ASEAN. Indonesia akan melakukan upaya diplomasi guna memastikan keanggotaan Timor Leste tersebut.
Pernyataan ini disampaikan Juru Bicara Presiden Bidang Hubungan Internasional Teuku Faizasyah seusai mendampingi Presiden menerima Menteri Luar Negeri Timor, Leste Zacarias Da Costa, di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (3/3/2011). Pada pertemuan itu Menlu Costa menyampaikan aplikasi tertulis Timor Leste untuk dapat diterima menjadi bagian dari ASEAN kepada Presiden.
"Sebagai Ketua ASEAN, Indonesia akan mencoba meyakinkan negara anggota ASEAN lainnya bahwa masuknya Timor Leste adalah suatu keniscayaan. Hanya masalah waktu, apalagi pranata infrastrukturnya sudah siap. Dengan demikian, apabila bisa direalisasikan dalam waktu cepat, tentunya itu satu hal yang sangat ideal," kata Faiza kepada para wartawan.
Yang dimaksud infrastruktur, kata Faiza, adalah pendirian sekretariat nasional ASEAN di negara yang pernah menjadi bagian dari Indonesia tersebut. Pada pertemuan tersebut, Presiden dan Menlu Costa juga membicarakan mengenai pertemuan bilateral antara Presiden Yudhoyono dan PM Xaxana Gusmao di Jakarta pada tanggal 22 Maret mendatang.
Menlu Costa juga dijadwalkan melakukan pertemuan tingkat bersama Menlu Marty Natalegawa pada hari ini dan Jumat (4/3/2011). Kedua Menlu akan membahas sejumlah hal, seperti materi pertemuan antara Yudhoyono-Gusmao dan juga isu-isu perbatasan.
Saat ini, ada tiga titik perbatasan yang memerlukan pembicaraan di antara kedua pemerintahan. Secara terpisah, Marty mengatakan, pemerintah optimis anggota ASEAN lainnya dapat menerima Timor Leste sebagai bagian dari komunitas ASEAN.

Prambanan : The Exotic Hindu Temple

As the largest Hindu temple in Southeast Asia, the beautiful and graceful temple of Prambanan is a magnificent spectacle and an icon of Indonesia’s cultural heritage.

Located not far from the Buddhist Borobudur temple, the proximity of the two temples tells us that on Java, Buddhism and Hinduism lived peacefully next to one another.

Prambanan is known locally as Roro Jonggrang, coming from the legend of the ‘slender virgin’. According to the legend once upon a time, there was a young and powerful man named Bandung Bondowoso.  He wanted to marry a beautiful princess named Roro Jonggrang. Her father, the king, agreed and forced her to marry Bandung Bondowoso. Butm Sita did not love him yet could not refuse him.

After careful consideration, she thought of a way to refuse Bondowoso, whose magical power was well-known.  She decided she would agree but only if Bondowoso built 1,000 temples in one night before the break of dawn.

She insisted that the work must be completed before the rooster crowed, something she believed was impossible. But with the help of genies and his own magical powers, Bondowoso managed to complete 999 temples. Panicked, Jonggrang told the women of her village to start pounding rice so that the rooster would wake up and begin to crow.  When Bondowoso heard this he was deeply disappointed and wildly enraged. When he found out that Roro Jonggrang had made the roosters crow, he turned her into stone, The statue of a slender virgin graces the main Prambanan temple, while a group of temples nearby is called the Candi Sewu or the Thousand Temples.

The  temples at Prambanan were built in the 9th century. The biggest temple is dedicated to Shiva – the destroyer, and the two smaller ones which sit on its right and left are dedicated to Brahma -¬ the creator and Wisnhu – the sustainer.  The tallest temple of Prambanan is a staggering 47 meters high. Its peak visible from far away and rises high above the ruins of the other temples.

After hundreds of years of neglect, the Prambanan temple was rediscovered by CA Lons, a Dutchman, in 1733. Since then, this temple has been revitalized and today is widely regarded as the most beautiful and graceful Hindu temple in Indonesia.

The grandeur, complexity, and integrated architectural concept of Prambanan makes this a truly amazing structure. As a unique cultural and architectural marvel, Prambanan was declared a World Heritage site in 1991 by UNESCO.

source : http://www.indonesia.travel/en/destination/247/prambanan

Jakarta : Indonesia's National and Business Capital

Capital of the Republic of Indonesia , Jakarta is a huge, sprawling metropolis, home to 9 million people. During the day the number increases with another 2 million as commuters make their way to work in the city, and flock out again in the evenings.
Located on the northern coast of Java, the province of Jakarta has rapidly expanded through the years, absorbing many villages in the process. In fact Jakarta is a conglomeration of villages known as kampungs, now crossed by main roads and super highways.  It is small wonder therefore, that you may drive down one wide avenue one minute then suddenly find yourself squeezed into a small street together with scores of cars and motorbikes.  The names of these former villages can be detected from their main streets, such as Tanah Abang, Kebon Kacang, Kebon Jeruk, Kampung Melayu, and many more. Together with its many suburbs Jakarta has become a megapolitan city. Therefore, when you visit Jakarta it is best to invest in a good map, or rely on GPS.

  
Jakarta itself is built on a wide flat delta, intersected by no less than 13 rivers. Fronting the city in the Bay of Jakarta are a large number of tiny islands, known as the Thousand Islands or Pulau Seribu, a tourist resort for snorkeling and swimming. To its south are the majestic volcanoes of Gede and Pangrango, where are cool mountain resorts like Bogor, Puncak, Sukabumi and Bandung.  
Capital city of a country with 240 million population, Jakarta is not only the seat of the national government and the provincial government, this city is also Indonesia’s political center.  Moreover, Jakarta is also the center and hub of Indonesia’s national finance and trade. It is no wonder, therefore that you will find Jakarta an ever dynamic city, a city that never sleeps.  

source : http://www.indonesia.travel/en/destination/474/jakarta

Pencarian

free counters

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...