WASHINGTON DC, KOMPAS.com — Indonesia akan menjadi negara adidaya dalam 20-25 tahun mendatang dan tumbuh menjadi negara demokratis yang moderat.
Ketua
Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie mengungkapkan hal ini di depan
sejumlah masyarakat Indonesia di Washington DC, Amerika Serikat, Senin
(5/12/2011) malam waktu setempat atau Selasa (6/12/2011) pagi WIB.
Ical,
nama panggilan akrabnya, berpendapat, partai Islam tidak akan tumbuh
besar di Indonesia. "Jadi tidak perlu khawatir Indonesia akan menjadi
negara Islam garis keras. Itu hanya sebagian kecil dari 250 juta
penduduk Indonesia. Yang melawan Islam garis keras adalah masyarakat
Islam sendiri antara lain NU," kata Ical.
Ical juga berpendapat
bahwa Indonesia tidak akan menjadi Tunisia, di mana pada awalnya ada
orang membakar diri lalu menjadi pemicu kerusuhan negeri dan beberapa
negara di Timur Tengah. "Indonesia sudah mengalami hal itu tahun 1998.
Jadi masanya sudah lewat," katanya, seperti dilaporkan wartawan Kompas Robert Adhi Ksp dari Washington DC.
Menurut Ical, saat ini Indonesia berkembang baik, dari segi gross
dan pendapatan per kapita tinggi. "Persoalannya adalah kurang merata
sehingga ada disparitas besar. Pendapatan per kapita saat ini 3.500
dollar AS, atau sekitar Rp 2,6 juta per bulan. Tapi masih banyak rakyat
Indonesia yang memiliki pendapatan kurang dari jumlah itu. Artinya,
masih ada kesenjangan dan ini tantangan ke depan," katanya.
Aburizal
Bakrie juga mengatakan, Indonesia negara yang menarik untuk dijadikan
investasi. Pada masa mendatang, pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa
mencapai 8 persen sampai 9 persen. Tetapi, persoalannya adalah
infrastruktur belum banyak dibangun dan masih sedikit melakukan spending.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
thanks for comment