YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Bulan September mendatang, Tim Bimasakti Universitas
Gadjah Mada Yogyakarta akan mewakili Indonesia dalam kompetisi
kendaraan formula kelas mahasiswa di Ogasayama Sports Park, Prefektur
Shizuoka, Jepang. Ini adalah ajang kompetisi kendaraan formula pertama
yang diikuti mahasiswa Indonesia.
Untuk menyiapkan kompetisi ini,
Tim Bimasakti Universitas Gadjah Mada (UGM) yang beranggotakan 16
mahasiswa sejak Januari 2011 mendesain sekaligus membuat sebuah mobil
formula yang siap dilombakan. Lalu, terciptalah mobil formula bernama
Bimasakti yang berkekuatan sekitar 20 tenaga kuda dengan mesin 322 cc.
Pembuatan
Bimasakti sendiri melalui beberapa tahap, seperti perakitan kendaraan,
pengujian, dan tahap analisis biaya pro- duksi. Total biaya produksi
mobil Bimasakti mencapai Rp 140 juta.
Pada kompetisi ke-9 yang
digelar Japan Society of Automotive Engineers (JSAE) tersebut, kendaraan
akan menjalani penyesuaian spesifikasi dengan standar dan peraturan
kompetisi. Beberapa hal yang akan dinilai dalam kompetisi adalah
analisis biaya dan desain teknis, akselerasi, tingkat efisiensi, serta
ketahanan kendaraan.
”Kendaraan Bimasakti telah kami rancang bisa
melakukan manuver dan akselerasi cepat. Dari sisi keamanan, kami juga
telah mengantisipasi di mana bemper mobil ini mampu menahan benturan
dengan kekuatan 7.350 Joule. Kami juga melengkapinya dengan sabuk
pengaman yang kuat,” kata Ketua Tim Bimasakti Akmal Irfan Majid, Selasa
(19/7/2011), saat peluncuran Bimasakti di Gedung Purna Budaya, UGM,
Yogyakarta.
Untuk bisa bersaing dalam kegiatan bertaraf
internasional ini, Bimasakti harus resmi terdaftar di perwakilan Society
of Automotive Engineers (SAE) di Indonesia serta Ikatan Ahli Teknologi
Otomotif (IATO). Oleh karena itu, karya mahasiswa UGM fakultas teknik
dan teknik industri itu telah terdaftar dalam SAE dan IATO.
Kompetisi
mobil formula kelas mahasiswa di Jepang ini akan diikuti beberapa
negara, seperti, Jepang, Australia, Thailand, Korea, China, India,
Pakistan, dan Indonesia....
Selengkapnya, baca Harian Kompas, 20 Juli 2011.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
thanks for comment