Bangkok - Meskipun gagal jadi juara, penampilan tim
Yamaha Indonesia U-13 di ajang Yamaha ASEAN Cup 2011 terlihat
menjanjikan. Jika bisa kemampuan mereka bisa ditingkatkan lagi, bukan
mustahil Indonesia bisa menjadi macan Asia.
Setelah beberapa
waktu mencari bakat dari puluhan daerah di seluruh penjuru Tanah Air, 18
anak terpilih masuk ke dalam tim Yamaha Indonesia. Mereka
diberangkatkan ke Bangkok, Thailand, untuk berlaga di kejuaraan Yamaha
ASEAN Cup edisi ketiga.
Di awal turnamen Indonesia sudah tampil
maksimal. Walau mempertunjukkan permainan menyerang atraktif dengan
aliran bola dari kaki ke kaki, pasukan "Garuda Cilik" gagal memanfaatkan
sejumlah peluang yang tercipta sehingga cuma bermain seri tanpa gol di
partai pertamanya melawan tim Thailand II.
Performa Indonesia
lantas membaik di laga-laga selanjutnya. Skuad yang dibesut oleh Rohmat
Namung ini melumat Malaysia empat gol tanpa balas untuk memastikan lolos
ke semifinal dan juara Grup B dan terhindar dari tim Thailand I.
Vietnam,
lawan di semifinal, dengan tanpa kesulitan berarti ditundukkan oleh
Indonesia juga dengan skor 4-0 dalam laga "bersambung" yang dilakoni
sampai dua kali; sempat ditunda akibat hujan deras.
Peluang
mempertahankan juara ada di depan mata seiring dengan keberhasilan tim
Indonesia maju ke final. Namun, harapan tersebut tak dapat terwujud
setelah takluk 1-2 oleh tim tuan rumah Thailand I.
Indonesia
memiliki barisan pertahanan yang cukup bagus. Si bawah komando sang
kapten, Muliadi Mastari Sumule dan Panggih Prio Sembodo di bawah mistar
gawang, Indonesia menjadi salah satu tim paling sedikit kebobolan (dua
gol) di turnamen ini.
Lini tengah menjadi kekuatan utama
Indonesia. Dandi Usman Kahar, Andi Abdul Aziz Zulfikar, Reva Adi Utama
dan Aldo Prasetyo menjadi nyawa permainan tim. Terbukti dari mayoritas
gol tim terlahir dari para pemain ini.
Aldo jadi pemain yang
paling bersinar kali ini. Remaja 13 tahun asal Padang, Sumatera Barat,
itu memainkan peran krusial dan sukses mencetak dua gol dan beberapa
assist.
Satu gol yang paling diingat adalah gol jarak sangat
jauh; hampir setengah lapangan, yang menjebol gawang Thailand I di laga
final. Sayang sekali, Aldo justru tak berhasil masuk ke jajaran Best XI
Players of the Tournament.
Barang kali lini depan menjadi sektor
yang harus segera ditingkatkan kualitasnya. Duet Febriza Nazri dengan
Muhmmad Daffa sering kurang memberikan ancaman berarti buat tim lawan.
Akan
tetapi di atas semua itu, Indonesia telah berhasil memenuhi espektasi.
Dengan skuad yang tak sebagus tahun lalu--juara ASEAN Cup
2010--Indonesia mampu mengulang sukses tampil di laga final.
"Tim
ini tak sebagus dengan tim yang jadi juara pada tahun lalu. Tapi mereka
berhasil masuk final itu sudah bagus," sahut pelatih Rohmat.
Kegagalan
kali ini tak perlu disesali karena ini menandakan dominasi Indonesia
dalam tiga edisi turnamen Yamaha ASEAN Cup digelar. Setelah gagal di
2009, Indonesia dua kali sukses maju ke final dan satu berakhir dengan
gelar juara.
( rin / a2s )
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
thanks for comment