Arsip Blog

Senin, 16 Mei 2011

Persatuan Tuna Netra Gelar Lomba "Mesatwe" Bali

Gianyar (ANTARA) - Persatuan Tuna Netra Indonesia (Pertuni), Kabupaten Gianyar akan menggelar lomba "mesatwe" atau bercerita dalam bahasa Bali di balai budaya setempat, Jumat (19/5) mendatang.

"Lomba ini kami gelar karena rasa tergugah dengan anggapan bahwa kami tidak banyak berguna di tengah-tengah masyarakat karena kami cacat," kata Ketua Pertuni Gianyar, Anak Agung Putra, Senin.

Ia mengatakan, pihaknya bersama anggota Pertuni lainnya ingin menunjukkan diri kepada para warga normal lainnya bahwa mereka juga bisa berbuat untuk masyarakat dan tidak dianggap hanya sekedar bisa hidup.

Kata dia, ada tiga jenis "satwe" atau cerita Bali yang akan dilombakan antara lain, "satwe Rare Angong", "Sri Sedana", dan "Satwe Sang Jarak Karu" yang merupakan dongeng khas Bali.

Rare angon sendiri, kata Gung Putra yang didampingi anggota Komisi D DPRD Gianyar I Nyoman Arjawa, bercerita tentang pergulatan seorang penggembala sapi dalam memperjuangkan hidupnya.

Sementara Sri Sedana menceritakan istri dari Dewa Siwa yang turun ke bumi untuk menyejahterakan manusia, sedangkan Sang Jarak Karu menceritakan soal perjuangan sang anak untuk membebaskan dosa dari sang ayah.

"Dalam lomba itu, kami akan menghadirkan tiga juri yang sudah dikenal serta memiliki kemampuan dalam bahasa Bali, yakni Gusti Aji Susuan, Anak Agung Wiatna serta Anak Agung Sweta," katanya.

Panitia menyediakan hadiah berupa uang ratusan ribu rupiah bagi para pemenang, namun ia berharap agar kegiatan itu tidak dilihat dari kecilnya nilai hadiah kepada para pemenang.

"Yang penting, bagaimana para penyandang ketunaan ini bisa berperan dalam kehidupan," katanya.

I Nyoman Arjawa menambahkan, sebagai wakil rakyat pihaknya memiliki kewajiban untuk memperjuangkan aspirasi rakyatnya tanpa pandang bulu dalam melayani masyarakat, termasuk mereka yang menyandang ketunaan harus mendapatkan perhatian.

Untuk itu, pihaknya bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan Kabupaten Gianyar berjuang keras untuk membantu terlaksananya lomba itu, sehingga memberi kesan tersendiri bagi mereka yang menderita kekurangan.

"Karenanya kami berharap lomba semacam ini terus berkelanjutan sehingga masyarakat yang mengalami ketunaan bisa mendapatkan saluran untuk berkreativitas," ujarnya.

Indonesia Peserta Terbaik Pameran Bungga di Kifissias

London (ANTARA) - Wali Kota Kifissias, Nikos Hiotakis, menyerahkan penghargaan kepada anjungan KBRI Athena yang mendapat penghargaan sebagai peserta terbaik pameran bunga dan tanaman hias "The 57th Kifissia Flower Show 2011" yang digelar di Taman Kifissia, Minggu.

Dalam pameran bertema kelestarian hutan yang diikuti 100 produsen bunga dan tanaman dari Yunani itu, anjungan Indonesia menampilkan berbagai flora, budaya dan pariwisata Indonesia, ujar Sekretaris Dua Pensosbud KBRI Athena Widya Sinedu kepada ANTARA London, Senin.

Kegiatan tahunan untuk yang ke-57 kalinya yang diadakan Pemerintah Kota Kifissia itu, bertujuan mempromosikan lingkungan yang hijau, asri dan sehat serta membuka peluang bisnis di sektor tanaman dan bunga di Yunani.

Anjungan KBRI dihias dengan peta khusus penyebaran flora dan fauna dalam rangka memberikan gambaran kepada pengunjung mengenai letak geografis, kekayaan flora dan fauna berbagai provinsi di Indonesia.

Untuk menarik pengunjung, KBRI menghias stand Indonesia dengan berbagai ornamen khas Nusantara antara lain keris, wayang, batik, dan angklung yang mendapat pengakuan UNESCO sebagai warisan budaya dunia nonbenda.

Selain itu ditampilkan miniatur Candi Borobudur, gamelan mini, burung jetayu yang menjadi ikon dalam stand pameran, serta kain tenun dan payung Bali menghiasi setiap pojok anjungan.

Dubes RI Ahmad Rusdi menilai keikutsertaan KBRI Athena kedua kalinya dimaksudkan untuk memperkenalkan kekayaan flora dan fauna Indonesia secara lebih luas kepada masyarakat Yunani serta meningkatkan animo pengusaha lokal mengimpor bunga dan tanaman asal Indonesia.

KBRI Athena membuka anjungan dan menghiasnya dengan tanaman bunga yang berasal dari dua produsen tanaman dan bunga di Athena, Yannis Grylis dan Giannis Dimitriou yang mengimpor tanaman dan bunga dari Malang dan mengembangbiakannya di Yunani.

Tanaman dan bunga Indonesia yang dipamerkan antara lain phalaenopsis amabilis, nepenthes sp, epindenroum, philodenron, dracaena marginatta, cordelyne glauca dan dendrobium.

Selain tanaman asli, berbagai poster bunga nasional antara lain jasminun sambac, rafflesia arnoldii, dan amorphophalus titanum serta buah-buahan seperti salak, belimbing, nangka dan manggis, juga melengkapi partisipasi Indonesia pada pameran tersebut.

KBRI menampilkan perabotan berupa kursi taman dan meja serta rak kayu sebagai produk ekspor Indonesia ke Yunani. KBRI juga memanfaatkan kesempatan dimaksud untuk promosi Indonesia sebagai tujuan wisata dunia khususnya eco-tourism termasuk memperkenalkan Pulau Komodo.

Dalam kaitan ini, KBRI membagikan berbagai brosur pariwisata dan menayangkan DVD serta musik Indonesia dan menyediakan fasilitas studying corner dilengkapi dengan berbagai koleksi buku bacaan yang menyampaikan informasi mengenai cara bepergian ke Indonesia, destinasi terbaik di berbagai provinsi serta seni membatik.

Pameran juga dimanfaatkan untuk menjajakan barang kerajinan khas Indonesia, termasuk batik cap dan tulis berupa selendang, syal, dan tas yang dikelola ibu-ibu Dharma Wanita Persatuan KBRI Athena yang banyak diminati pengunjung.

Partisipasi Indonesia pada pameran tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat dengan banyaknya pengunjung yang memadati anjungan KBRI dan membeli tanaman. Para pengunjung terkesan dengan isi stand Indonesia memadukan tanaman, ornamen tradisional dan poster yang menarik.

Diharapkan melalui kegiatan ini pengusaha lokal memiliki animo mengimpor bunga dan tanaman asal Indonesia. Selain itu juga animo masyarakat Yunani mengunjungi Indonesia yang memiliki beragam bunga dan tanaman menjadi semakin meningkat.

Keikutsertaan Indonesia mendapat liputan luas baik media cetak maupun elektronik, bahkan siswa sekolah Athena yang mengunjungi stand Indonesia mendapatkan informasi letak geografis, sistim pemerintahan, kemajuan berdemokrasi, kehidupan sosial dan budaya, kemajemukan masyarakat serta keindahan alam Nusantara.

"Indonesia Raya" di Perkebunan Malaysia

Jakarta (ANTARA News) - Puluhan siswa berusia sekolah dasar, laki-laki dan perempuan berbaris rapi menaiki panggung berhias bendera kebangsaan Malaysia di ruang kelas dari bangunan kayu sederhana berlantai semen di siang terik bersuhu 33 derajat celcius di perkebunan sawit di Tawau, Sabah, Malaysia.

Dengan sigap salah seorang dari siswa maju memberi aba-aba kepada siswa-siswa lainnya untuk mulai menyanyikan serangkaian lagu sebagai persembahan kepada rombongan tamu yang sedang mengunjungi Pusat Belajar Humana, sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat Internasional bergerak di bidang pendidikan asal Denmark.

"Hiduplah Indonesia Raya......", suara tunggal pemimpin siswa memberi aba-aba yang kemudian diikuti oleh seluruh siswa yang kemudian serentak menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Sejenak suasana kelas menjadi hening, rombongan tamu dari Jakarta dan Kuala Lumpur yang sedang berbincang-bincang ikut larut dalam keheningan dengan bersama-sama menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia ciptaan Wage Rudolf Supratman itu.

Rombongan dari Jakarta dipimpin Kepala Subdit Program Direktorat Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P2TK) Pendidikan Dasar Ditjen Dikdas Kemendiknas, Dr Sumarno dan Kepala Subdit P2TK Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus Ditjen Dikdas, M.Hosnan M.Pd serta Atase pendidikan KBRI Kuala Lumpur Prof Rusdi, MA.

Suasana hening kemudian berubah jadi ceria saat siswa-siswa melanjutkan "medley" lagu-lagu perjuangan lainnya, "Garuda Pancasila" dan "Padamu Negeri", meski penuh semangat namun tetap saja tatapan mereka terlihat kosong sebab siswa siswi tersebut adalah anak-anak dari para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang sudah belasan tahun bermukim di ladang-ladang sawit milik perusahaan-perusahaan Malaysia di Negara Bagian Sabah, Malaysia.

Anak-anak yang orang tuanya antara lain berasal dari Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi dan Jawa itu lebih akrab dengan Bahasa Melayu dan sedikit Inggris, lagu-lagu Melayu dan segala sesuatu terkait dengan kondisi negeri jiran ketimbang negerinya sendiri Indonesia.

Ironisnya, meski para TKI telah belasan tahun bekerja di ladang sawit, nasib pendidikan anak-anak mereka menjadi terabaikan karena anak-anak dari TKI berstatus ilegal, tidak memiliki dokumen resmi kewarganegaraan serta tanpa akte kelahiran.

"Bagaimana mereka mau menyekolahkan anak-anak mereka jika begitu banyak kendala dihadapi, mulai status kewarganegaraan anak-anak yang tidak memungkinkan bersekolah di sekolah milik Malaysia, lokasi pemukiman yang jauh di pelosok ladang, hingga persoalan ekonomi yang menyebabkan orang tua memilih membiarkan anak-anak tidak bersekolah dan mengajak bekerja di ladang," kata Atase Pendidikan KBRI Kuala Lumpur, Prof Rusdi.

Hasil pemutihan data kependudukan keimigrasian Tahun 2009 yang dilakukan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Malayasia, menunjukkan untuk wilayah negara bagian Sabah, mencatat dari sebanyak 50.000 anak-anak Tenaga Kerja Indonesia di Sabah, baru sebanyak 10.000 anak yang terjangkau pendidikan dasar.

"Selebihnya sama sekali belum tersentuh pendidikan, dan jumlah tersebut akan semakin besar bila digabungkan dengan data anak-anak TKI yang berada di negara bagian lain, seperti Serawak dan sebagainya," katanya.

Sebanyak 8000 siswa dari jumlah 10 ribu anak-anak TKI tersebut telah mendapat layanan pendidikan menulis dan membaca dari sebuah lembaga swadaya masyarakat internasional berpusat di Denmark yang mendirikan pusat-pusat belajar di ladang sawit yang mayoritas pekerjanya berasal dari Indonesia.

Yayasan Humana saat ini menjadi salah satu lembaga yang memperoleh pengakuan dan izin dari Pemerintah Malaysia untuk menyelenggarakan layanan pendidikan bagi anak-anak TKI. Saat ini Yayasan Humana sudah mendirikan sebanyak 100 pusat belajar yang tersebar di ladang-ladang sawit di sejumlah negara bagian Malaysia dengan fokus utama melayani pendidikan bagi anak-anak TKI.

Guru Indonesia
Kehadiran Humana Child Aid Society di ladang-ladang sawit yang mayoritas dihuni puluhan ribu TKI telah membukakan jalan bagi Pemerintah Indonesia untuk menjangkau anak-anak Indonesia untuk memperoleh hak mereka atas pendidikan.

LSM tersebut memulai layanan bagi anak-anak pekerja asing di Sabah sejak tahun 1991 dengan fokus utama anak-anak pekerja asing yang berasal dari Indonesia dan Filipina.

Menurut Ketua Humana Torben Venning, di Sabah mengawali layanan sosialnya dengan beberapa temannya dengan mendirikan pusat bimbingan di ladang sekitar Lahat Datu, timur Sabah pada 1991. Selanjutnya, Humana mendirikan pusat-pusat belajar sekaligus menyediakan guru di ladang-ladang sawit dengan tujuan memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk memperoleh pendidikan atau pendidikan untuk semua.

Ketua Humana, Torben Venning menyatakan awalnya mereka menemui kesulitan untuk meyakinkan pengelola perkebunan untuk berperan dengan memfasilitasi pendirian pusat belajar.

Namun dengan berjalannya waktu, maka para pengelola perkebunan telah menjadikan pendirian pusat belajar sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan.

"Kini jumlah pusat belajar Humana sudah mencapai 100 tempat dengan menjangkau sebanyak 8000 anak-anak TKI dengan jumlah guru-guru dari Indonesia yang semakin banyak," katanya.

Pemerintah Indonesia sudah berupaya untuk mendirikan sekolah Indonesia bagi anak-anak TKI di ladang-ladang sawit melalui berbagai pendekatan kepada Pemerintah Malaysia namun agaknya upaya tersebut tidak mudah terwujud.

"Pemerintah Malaysia hanya mengizinkan masuknya tenaga guru dari Indonesia ke pusat-pusat belajar Humana sehingga mulai tahun 2006 sebagai rintisan awal Kementerian Pendidikan Nasional mengirimkan 109 guru untuk mengajar di berbagai pelosok ladang sawit yang berada di wilayah Sabah," kata Kasubdit Program P2TK Dikdas Diten Dikdas Kemdiknas di sela-sela kunjungan ke Tawau, Sabah.

Pengiriman guru-guru Indonesia ke Pusat Bimbingan Humana memperoleh sambutan dari para pengurusnya mengingat mayoritas siswa adalah anak-anak TKI. Selain itu, pihak Humana bisa memahami keinginan pemerintah Indonesia untuk memperkenalkan identitas negara kepada anak-anak yang sebagian besar masih belum mengenal tentang negaranya sendiri.

"Kami ingin agar anak-anak TKI ini memiliki kecintaan dan kebanggaan terhadap negara Indonesia sejak dini. Dengan mengirim guru-guru Indonesia, maka misi mereka tidak hanya mengajarkan baca tulis tetapi mengenalkan kepada anak-anak tentang seni dan budaya, lambang negara, geografis dan sebagainya tentang Indonesia," katanya.

Oleh karena itu, ujar Sumarno, seleksi untuk pemilihan guru Indonesia ke Sabah dilaksanakan melalui proses ketat, antara lain memiliki ketahanan mental dan keterampilan di luar kemampuan mengajar, seperti menguasai seni tari, memasak, bernyanyi dan sebagainya.

"Di sela-sela mengajar, kami ingin anak-anak Indonesia diperkenalkan dengan seni budaya Indonesia dalam bentuk sederhana, seperti lagu-lagu daerah, seni tari sebagai bagian dari ekstrakurikuler," tambahnya.

Kasubdit P2TK Pendidikan Khusus dan layanan Khusus, M.Hosnan menambahkan meski kurikulum yang diberikan adalah kurikulum Malaysia, dengan kehadiran guru-guru Indonesia, maka secara bertahap anak-anak TKI akan menerima mata pelajaran Indonesia seperti Bahasa Indonesia, geografi, pendidikan kewarganegaraan dan agama.

"Dengan kelonggaran yang diberikan kementerian pendidikan setempat, sejak beberapa tahun terakhir, anak-anak TKI sudah diperkenalkan dengan sebagian kurikulum Indonesia. Disamping itu, di kelas juga diperkenankan untuk memasang foto Presiden RI dan Wakil Presiden serta lambang Garuda Pancasila," katanya.

Selain pusat bimbingan atau pusat belajar yang diselenggarakan Yayasan Humana, Pemerintah Indonesia sejak tahun 2008 telah memiliki Sekolah Indonesia di Kota Kinibalu (SIKK) dan membina sebanyak sembilan pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM) pendidikan

nonformal di sejumlah lokasi serta learning center-learning center di wilayah kota.

Learning center diselenggarakan oleh masyarakat dan diperuntukkan bagi anak-anak TKI yang bekerja sebagai pedagang, pekerja sektor informal, supir taksi, penata laksana rumah tangga dan sebagainya.

Pemerintah Indonesia tidak berhenti menjangkau pendidikan bagi anak-anak TKI dengan status legal maupun ilegal untuk memperoleh hak atas pendidikan muntuk anak-anak TKI.

Berbagai upaya terus ditempuh, selain mengirimkan guru-guru Indonesia ke pusat bimbingan di perkebunan sawit di Sabah dan negara bagian lainnya berbagai pendekatan kepada Pemerintah Malaysia , juga sedang dilakukan untuk mendapatkan legalitas penyelenggaraan pendidikan non formal berupa pendidikan kesetaraan sehingga kelak anak-anak TKI dapat mengantongi ijazah tanda kelulusan di tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah atas.(*)

Z003 /A011
Editor: Aditia Maruli
COPYRIGHT © 2011

Survei: Soeharto Presiden Paling Sukses dan Paling Disukai Publik

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Presiden Indonesia mana yang paling disukai publik saat ini? Apakah Susilo Bambang Yudhoyono? Soeharto? Megawati Soekarnoputri? Atau Soekarno?
Hasil yang mungkin mengejutkan bagi sebagian orang, namun mungkin tidak bagi sebagian lain. Presiden Soeharto menempati urutan pertama sebagai presiden yang paling disukai publik.
Sebanyak 36,54 persen dari 1.200 responden di seluruh Indonesia memilih Presiden Soeharto. Di bawah Soeharto barulah SBY. Dan berturut-turut Soekarno, Megawati, dan BJ Habibie serta Gus Dur.
Sayangnya, rilis Indo Barometer ini tidak menyantumkan peta wilayah publik terhadap presiden yang mereka sukai. Apakah mayoritas publik yang memilih Soeharto berada di Jawa atau Sumatera atau Indonesia Timur.
Berkaitan dengan kesukaan publik itu pula, ketika responden ditanya presiden mana yang paling berhasil, maka jawabannya tetap pada Soeharto. SEbanyak 40,5 persen responden menilai di era Soeharto yang paling berhasil menjalankan tugasnya dengan baik.
Urutan di bawahnya tetap, yaitu SBY-Soekarno-MEgawati-BJ Habibie, dan Gus Dur. Survei Indo Barometer ini memiliki margin error sebesar plus minus tiga persen.

Pariaman-Jepang Jalin Kerja Sama

Pariaman, Padek—Konsulat Jenderal Jepang untuk Indonesia di Medan, Yuji Hamada berjanji menfasilitasi kerja sama di bidang teknologi dengan Kota Pariaman. Yuji melihat perkembangan teknologi dalam berbagai bidang di Kota Pariaman, sangat minim.

“Kalau bisa kerja sama Indonesia dan Jepang, khususnya Kota Pariaman jangan hanya di bidang penanggulangan bencana. Tetapi juga di bidang teknologi segala bidang. Baik itu tekhnologi pertanian, perikanan,koperasi dan kesehatan. Karena saya lihat, hal ini masih minim,” ujar Yuji Hamada di Pendopo Wali Kota Pariaman, kemarin (15/5).

Kedatangan Yuji Hamada disambut langsung Wali Kota Pariaman, Mukhlis Rahman beserta kepala SKPD, camat. Turut hadir sejumlah tokoh masyarakat.
Hamada sendiri berjanji akan mencoba menfasilitasi kerja sama tersebut dengan pemerintah Jepang. Karena menurutnya teknologi untuk memajukan kehidupan suatu bangsa.

Selanjutnya dalam kesempatan itu, Hamada juga sempat bernostalgia bahwa ia masih terkesan dua tahun lalu ketika terjadi bencana gempa di Kota Pariaman. Saat itu, ia  turut membantu pelayanan medis ketika dengan mendirikan rumah sakit darurat di halaman Kantor Walikota Pariaman yang rusak.

Hamada juga memaparkan kejadian gempa dan tsunami yang terjadi di Negara Jepang, yang dampaknya sangat terasa kepada masyarakat dan pemerintah Jepang. Negaranya dihempas oleh gelombang tsunami setinggi 40 m, dan menyebar hingga 40 km dari bibir pantai, membuat sarana prasarana hancur.

Yang lebih sulit adalah kerusakan pada radio aktif, reaktor nuklir, ini memang sulit diatasi, yang mungkin hingga 9 bulan kedepan. Rekonstruksi sarana prasarana bisa hingga 3 tahun ke depan, dengan perkiraan biaya 25 Triliun Yen (250 triliun rupiah/300 miliar US Dolar). Namun demikian, ia optimis negaranya bisa pulih kembali.
Di tempat yang sama, Wako Pariaman Mukhlis Rahman juga menginformasikan pernah terjadi tsunami di Wilayah Pariaman sekitar tahun 1604 dan tahun 1833. Akhir-akhir ini, juga ada bencana banjir, abrasi pantai, kebakaran. Namun sejak adanya pengendalian aliran sungai untuk bencana banjir, mulai berkurang. (nia)
[ Red/Redaksi_ILS ]

source  ; http://padangekspres.co.id/?news=berita&id=4021

Ternyata, Indonesia Timur Paling Jujur dalam UN

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Dari hasil Ujian Nasional (UN) 2011 propinsi Nusa Tenggara Timur merupakan propinsi dengan jumlah siswa tidak lulus terbanyak.

Menanggapi hal ini Dedi Gumelar anggota DPR dari komisi sepuluh F-PDIP mengatakan, propinsi-propinsi di sebelah timur Indonesia termasuk NTT adalah propinsi dengan tingkat kejujuran pelaksanaan UN paling tinggi. “Sayangnya kejujuran ini tidak dibarengi dengan peningkatan fasilitas dan sarana pendidikan. Akibatnya kemampuan guru dan siswa untuk mengembangkan diri dan ilmu pengetahuan menjadi terbatas,” ujarnya, Sabtu (14/5).

Di sana (wilayah timur Indonesia), lanjut Dedi, jangan dibayangkan seperti di Jawa. Di Jawa anak bisa langsung baca buku, tapi di sana buku yang sama baru bisa dibaca enam bulan kemudian. Padahal selama enam bulan itu sudah terbit buku-buku baru yang kualitasnya lebih baik. “Hasil UN kali ini akan dijadikan bahan evaluasi dan menjadi bahan masukan bagi pemerintah. Terutama untuk merancang rencana strategis pendidikan,” katanya.

Ujian Nasional 2011 diikuti oleh kurang lebih 16.835 SMA/MA/SMK dari semua propinsi di Indonesia. Dari total SMA/MA/SMK yang mengikuti UN tahun ini masih ada lima sekolah yang siswanya tidak lulus. Jumlah siswa dari kelima sekolah tersebut adalah 147 siswa.

Sekolah yang tingkat kelulusannya nol persen tersebut berada di wilayah DKI Jakarta sebanyak tujuh siswa, Simeuleu Aceh sebanyak 26 siswa, Jambi sebanyak dua siswa, Kian Darat Maluku sebanyak 48 siswa, dan Urei Fasei Papua sebanyak 64 siswa.

Tingkat kelulusan untuk tahun ini relatif meningkat bila dibandingkan dengan tahun kemarin. Tahun 2010 tingkat kelulusan sebesar 99,04 %, sedangkan tahun 2011 tingkat kelulusan meningkat menjadi 99,22 %. Untuk penilaian UN tahun ini nilai yang diperhitungkan tidak hanya dari nilai ujian saja tapi juga dari nilai ujian sekolah.

Warga Asal Indonesia di Belanda Pendiam

TRIBUNNEWS.COM - Warga asal Indonesia di Belanda dari hasil penelitian menyatakan kurang proaktif. Hal ini sangat berbeda dengan warga Turki dan Maroko yang lebih banyak berpartisipasi politik di negara bekas penjajah Indonesia itu.

Sujadi, seorang calon penyandang gelar doktor di Universitas Leiden Belanda meneliti alasannya. Sebagai contoh tingginya partisipasi politik warga Maroko dan Turki, adalah walikota Rotterdam yang berasal dari Maroko. "Selain itu banyak orang Maroko dan orang Turki yang juga terlibat di umpamanya partai buruh PvdA," katanya.

Tertinggalnya partisipasi politik warga asal Indonesia di Belanda dinilai aneh oleh Sujadi. Karena, menurut dia, pada prinsipnya pemerintah Belanda memberi kesempatan yang sama dan setara bagi semua warga di negerinya untuk maju.

Dalam studinya Sujadi mau meneliti potensi-potensi apa yang bisa digali untuk mendorong masyarakat muslim asal Indonesia dan Suriname bersikap proaktif. "Sehingga mereka bisa berkomunikasi lebih baik dengan pemerintah, dengan masyarakat setempat dan lain-lain sebagainya".

Kendala bahasa?

Penyebab sedikitnya partispasi mereka di dunia poltik Belanda, menurut Sujadi, bermacam-macam. Untuk generasi tua orang asal Indonesia, karena mereka kurang menguasai bahasa Belanda. Tapi bagi orang Jawa Suriname, bahasa bukanlah kendala. Karena mereka menguasai bahasa Belanda.

Sujadi menduga penyebabnya adalah karena orang Jawa Suriname dan orang Indonesia itu tidak berambisi tinggi. Orang Jawa Suriname dan orang Indonesia yang datang ke Belanda hanya untuk mencari kehidupan lebih baik ketimbang di negeri asal. "Mereka hanya mencari individual welfare (kesejahteraan pribadi,red) saja, sehingga tidak punya misi yang lebih jauh dari itu."

Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) ini berharap, generasi kedua dan ketiga warga asal Indonesia dan Suriname lebih ambisius.

Jawa Suriname

Kendati demikian, berbeda dengan di Belanda, warga Jawa di Suriname lebih maju. Buktinya di sana ada yang menjadi menteri dan ketua parlemen. Jadi, pertanyaannya masih tetap berbunyi: "Kenapa di Belanda partisipasi politk mereka kurang?"

Sujadi menduga karena orang Jawa itu pendiam. "Memang budaya orang Jawa Suriname tidak jauh berbeda dengan orang Jawa di Indonesia, yang tidak menyukai untuk berbicara banyak. Karakter ini bertentangan dengan sifat politisi yang cenderung menonjol," tukasnya.

Ilmuwan ini menambahkan, supaya bisa aktif berpolitik seperti warga Maroko dan Turki, warga Jawa Suriname mungkin harus mengubah karakter, mentalitas dan budaya mereka. Mereka harus belajar menjadi agresif dan proaktif. "Kalau kita mau bergelut dalam dunia politik, kita harus agresif, mencoba selalu aktif, progresif dan tidak menunggu."

Cakupan penelitian

Orang-orang yang diteliti Sujadi untuk disertasinya cukup luas. Artinya tidak terbatas pada orang-orang yang masih berkewarganegaraan Indonesia saja. Mereka itu terdiri dari orang-orang yang berkaitan dengan Indonesia atau Hindia Belanda. "Jadi, tidak hanya nationality (kewarganegaraan, red), tapi yang gennya Indonesia."

Namun objek penelitiannya ada batasannya juga. Ia terutama menyelidiki masyarakat yang aktif di organisasi Persatuan Pemuda Muslim se-Eropa atau PPME. (RNW)

Editor: Sonny Budhi Ramdhani
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com

VIDEO: Pemain Keturunan Nyanyi Indonesia Raya

VIVAnews - Dua pemain naturalisasi, Diego Michiels dan Ruben Wuarbanaran, menunjukkan kebolehan mereka menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Itu adalah hasil pelatihan yang mereka terima selama digojlok di Pusdiklat Kopassus Batujajar, Bandung.

Mereka bersama 46 pemain muda lainnya mengikuti seleksi sejak 7 hingga 21 Mei mendatang. Termasuk di dalamnya adalah Irfan Bachdim dan Kim Kurniawan. Mereka dipersiapkan untuk memperkuat skuad Merah Putih di SEA Games mendatang.

Seperti terekam dalam video ini, Deigo Michiels dan Ruben Wuarbanaran yang merupakan keturunan Belanda, dengan lancar menyanyikan Indonesia Raya, meski menggunakan teks. Berdiri di hadapan semua peserta pelatihan Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlat Prima), Ruben dan Diego tanpa ragu bernyanyi meski masih dengan nada yang terdengar masih kurang pas. (kd)
• VIVAnews

Putri Pariwisata Sejagat Bakal Digelar di Indonesia

JAKARTA- Setelah mengadakan pemilihan putri pariwisata, yayasan El Jhon akan mengadakan pemilihan putri pariwisata sejagat yang berada di Indonesia bertaraf Intenasional bernama Miss Tourism Universe.

Hal itu diungkapkan Chief Executive Officer, Johnnie Sugiarto, saat ditemui Okezone, belum lama ini.

"Ajang ini kami adakan, karena selama ini saya selalu mengirimkan Putri Pariwisata Indonesia ke ajang internasional untuk memperkenalkan Indonesia," ujarnya,

Selain itu, kata Johnnie, dalam mengadakan ajang Miss Tourism Universe bekerjasama dengan Philip Kotler dan Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata.

"Untuk kerjasama dengan Philip Kotler, kami membidik untuk mempromosikan ke dunia internasional. Karena Mahaguru marketing dunia Philip Kotler ini sering berkeliling dunia," paparnya.

"Ajang ini akan kami adakan setiap tahun dan yang menjadi juara Miss Tourism Universe akan menetap di Indonesia dan akan berkeliling dunia mempromosikan Indonesia ke Internasional," tutupnya.
(uky)


source : http://travel.okezone.com/read/2011/05/16/407/457527/putri-pariwisata-sejagat-bakal-digelar-di-indonesia

SEM 2011: Tim Mahasiswa Indonesia Targetkan 1.000 kpl

JAKARTA, KOMPAS.com - Untuk kedua kalinya, 10 tim mahasiswa Indonesia dari 5 Penguruan Tinggi akan mengikuti Shell Eco-marathon (SEM) Asia 2011 yang akan diselenggarkan pada 6-9 Juli 2011 di Sirkuit, Sepang, Malaysia. Tim tersebut berasal dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Bandung, 2 tim, Institut Teknologi 10 November Surabaya (ITS, Surabaya, 3 tim, Universitas Indonesia, 2  tim, Universitas Gajah Mada (UGM), Yogyakarta, 2 tim,  dan Politeknik Negeri Pontianak (Polnep) 1 tim.
Seluruh tim sudah memperlihatkan kendaraan yang dibuat dan akan dilombakan kepada Wakil Presiden Republik Indonesia, Boediono, Menteri Pendidikan Nasional, Muhammad  Nuh dan Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM),  Darwin Zahedy Saleh didampingi Country Chairman & Presiden Direktur PT Shell Indonesia, Darwin Silalahi pada 14 Mei, kemarin di Parkir Selatan, Gelora Bung Karno, Jakarta.
Menurut Budiman Moerdijat, GM External Affair dan Communication PT Shell Indonesia, nantinya, ke-10 tim mahasiswa Indonesia tersebut akan bertarung dengan 117 tim dari 13 negara Asia. “Jumlah peserta SEM Asia 2011 bertambah, baik tim maupun jumlah negara,” jelas Budiman.
Kategori lomba yang akan diikuti mahasiswa Indonesia terbatas pada kendaraan Uban (6 tim) dan Prototipe (4). Khusus untuk kendaraan prototipe  dengan bentuk aerodinamis dan berukuran kecil, peserta dari Indonesia ini menargetkan konsumsi bahan bakar 1.000 km per liter (kpl).
Tahun lalu, tim Sapu Angin 2 dari ITS Surbaya,  untuk kategori Urban mencatat konsumsi 238 km/liter dan berhasil meraih juara umum untuk jenis motor bakar (internal combustion engine) berbahanbakar bensin.
Berbunga-bunga
 Sementara itu Wakil Presiden Boediono, sebelum melihat langsung kendaraan perserta, dalam sambutannya mengatakan hatinya berbunga-bunga dengan kemampuan dan target mahasiswa Indonesia tersebut. “Masalahnya bukan hanya sekadar lomba. Tetapi adalah team work. Untuk mengikut lomba dan membuat kendaraan, dikerjakan secara bersama-sama, team work. Inilah yang yang sangat diperlukan pada generasi mendatang untuk maju,” jelas Boediono.
Bersama menteri Diknas dan ESDM, Wakil Presiden melihat langsung setiap kendaraan kreasi mahasiswa yang akan dilombakan. Wakil Presiden juga berdialog dengan setiap tim dan sempat pula masuk ke dalam kendaraan dari UUGM. tipe Urban).
Sementara itu, Presdir PT Shell Indonesia, Darwin Silalahi mengatakan, lomba irit ini bertujuan untuk memberi inspirasi kepada mahasiswa menciptakan kendaraan hemat energi dan ramah lingkungan. Hal ini berkenaan dan makin langka dan mahalnya energi fosil. “Sementara kebutuhannnya justru meningkat,” jelasnya.
Target lain dari tim Indonesia - untuk kategori Urban – kendaraannya  sama dengan yang digunakan di jalanan umum adalah 100 – 300 kpl. Untuk mesin bensin, kapasitas mesin yang digunakan berkisar dari 90 – 125 cc dan masih mengandalkan sistem pasokan karburasi ( menggunakan karburator).
Hal tersebut dilakukan, seperti dijelaskan manajer  tim Cikal Nusantara dari ITB, Kurniawan Surya Suminar, regulasi dari panitia tidak membolehkan menggunakan pompa bensin (bahan bakar) listrik. Hal yang sama juga dijelaskan oleh Eko Hardianto dari tim Sapu Angin 4 yang mengikuti Urban dengan mesin diesel. “Tantangan cukup berat,” tegas Eko!
Tim SEM Indonesia 2011

Indonesia tuan rumah konferensi APCRSHR ke-6

JAKARTA: Indonesia akan menjadi tuan rumah Asia Pacific Conference on Reproductive and Sexual Health and Right (APCRSHR) ke-6 di Yogyakarta.

Konfrensi yang akan diikuti oleh ribuan peserta ini berlangsung selama 4 hari, yaitu pada 19 - 22 Oktober 2011.

Pertemuan itu direncanakan akan membahas berbagai kegiatan APCRSHR, a.l. tentang kesehatan reproduksi dan seksualitas. Salah satu temanya adalah Kependudukan dan Keluarga Berencana (KKB).

"Ada juga sesi yang diisi oleh Bambang Prayogo dari Universitas Airlangga [Unair], yang akan menjelaskan tentang Gandarusa sebagai bahan dasar KB suntik bagi pria," kata Uung Kusmana, Kepala Bagian Humas BKKBN, hari ini.

Dia menuturkan konferensi tersebut dilaksanakan oleh PSKK Univesritas Gajah Mada (UGM) sebagai tuan rumah, didukung oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

Dia menyebutkan peserta yang terlibat dalam kegiatan ini tidak dibatasi, namun harus mendaftar dan membayar biaya administrasi US$300.

"Hingga saat in saja sudah terdaftar sebanyak 796 peserta, yang terdiri dari pihak pemerintah, LSM, kalangan akademisi dan remaja," paparnya.

Uung menuturkan konferensi serupa sebelumnya berlangsung di Filipina (2001), Thailand (2003), Malaysia (2005), India (2007), Beijing (2009), dan tahun ini di Indonesia. Konferensi itu rencananya akan dibuka oleh Menko Kesra Agung Laksono.

Agenda acara pada 19 Oktober akan diisi oleh forum remaja, yang rencananya akan dihadiri oleh 200 orang lebih remaja se-Asia Pasific.

Konferensi tersebut juga menampilkan Sugiri Syarief, Kepala BKKBN, sebagai pembicara. Selain itu juga ada Menkes Endang Rahayu Sedyaningsih yang menjadi keynote speaker.(er)

source : http://www.bisnis.com/umum/sosial/23819-indonesia-tuan-rumah-konferensi-apcrshr-ke-6

Battle of The Immortals Siap Guncang Indonesia

Jakarta - Kegiatan levelling contest di markas boi level 1, dimulai dengan kegiatan press conference yang memberikan informasi kepada para rekan media terkait dengan keunggulan dan fitur fitur pamungkas yang membuat game BoI ini berbeda dengan game online lain yang sudah beredar di Indonesia.

Battle of the immortals merupakan game online dari developer Perfect World entertainment yang saat ini cukup terkenal di dunia. Game ini sudah diluncurkan di beberapa negara seperti China, Amerika Utara dan Korea. Sedangkan untuk negara di asia tenggara, game boI diluncurkan pada tahun 2011 ini.

"Spesifikasi computer yang sangat ramah dibandingkan dengan dashyatnya grafik yang diusung membuat saya yakin bahwa game ini akan merambah ke seluruh kawasan di Indonesia" ujar Roy Rusli selaku Managing Director PT. Prodigy Infinitech. Hal ini dipaparkan beliau dengan alasan bahwa spesifikasi komputer yang dibutuhkan oleh game ini tidak terlalu tinggi seperti game online lain dengan tampilan grafik yang sama.

Fitur yang dihadirkan dalam game online Battle of the Immortals antara lain, Zodiac system, soul gear, technology dan crafting system, pet system, mount, tutorial system, wedding system, war system (player vs player atau guild vs guild), dungeon dan instance, serta aneka pilihan kostum dan armor dan territory war system yang pastinya sangat dinanti nantikan oleh para gamers di Indonesia.

Selain fitur fitur di atas, gamers di Indonesia juga akan dimanjakan dengan berbagai event yang menantang dan tentunya dengan hadiah ratusan juta rupiah. Hal ini ditegaskan oleh Sony selaku General Manager PT. Prodigy Infinitech yang menyebutkan bahwa "PT. Prodigy Infinitech akan menghadirkan banyak sekali event-event mulai dari event harian hingga event mingguan ataupun bulanan. Dengan adanya berbagai event ini, kami berharap komunitas game battle of the immortals di Indonesia dapat bersatu dan menjadikan game ini sebagai wadah komunitas yang terbaik di Indonesia"

PT. Prodigy Infinitech berharap dengan kehadiran game online BOI ini, akan menambah semaraknya dunia game online di Indonesia. Dan kedepannya, PT. Prodigy Infinitech siap menghadirkan beberapa game online terbaik yang ada di dunia untuk masyarakat di Indonesia.







source: http://www.detikinet.com/read/2011/05/16/101233/1640434/654/battle-of-the-immortals-siap-guncang-indonesia?i991102105

MAEC Gelar Indonesia Music and Dance Youth Camp

suarasurabaya.net| Jalur industri sudah tidak bisa ditoleransi lagi karena orientasinya benar-benar money makers. Untuk bisa tetap berkarya masih ada jalur lainnya.

Hal ini disampaikan TAMAM HUSEIN dari Music and Art Education Center (MAEC) pada Suara Surabaya, Minggu (15/05), terkait pelaksanaan kali keempat Indonesia Music and Dance Youth Camp di Jakarta.

Menurut TAMAM, fakta di industri seni, uang masih berkuasa. Padahal untuk menjadi seniman profesional bisa menempuh cara lainnya. Satu diantaranya, melalui Indonesia Music and Dance Youth Camp.

“Kondisi yang ada saat ini memang sebuah keresahan tersendiri. Tapi melalui Indonesia Music and Dance Youth Camp, kami ingin menggugah masyarakat bagaimana menjadi seniman profesional,”ujarnya.

Sementara itu, CHRISTIN satu diantara tutor MAEC menjelaskan mekanisme untuk bisa mengikuti Indonesia Music and Dance Youth Camp cukup mengirimkan hasil karya baik berupa komposisi musik dan vokal dalam bentuk CD maupun karya tari dalam DVD dikirimkan ke Sekretariat MAEC Gedung Artha Graha Lt 11 Jalan Jenderal Sudirman Kavling 52-53 Jakarta Selatan. Melalui penilaian para tutor, mereka akan dilihat talenta dan potensinya.

“Ini dilakukan agar dalam proses pembelajaran, komunikasinya bisa nyambung mengingat para pengajar dasarnya S2 dan S3. Tentu, mereka tidak akan mengajarkan dari awal sekali. Paling tidak peserta punya dasar seni musik, seni tari dan vokal,”ujarnya.

CHRISTIN menegaskan MAEC ingin agar peserta yang memang punya bakat bisa belajar dan menata diri untuk menjadi profesional di bidang seni. Seniman sejati tidak hanya sekadar bisa menyanyi tapi juga mengerti apa maksudnya dia berkesenian.

Dalam mengkomposisikan materi, tambah CHRISTIN, para tutor tidak hanya beri muatan sesuai bidang seni tapi mereka melengkapi peserta dengan soft skill misalnya mengenai character building.

Dan ke depan, arahnya para peserta ini bisa ‘dijual’ tidak saja di lingkungan lokal Indonesia tapi di dunia internasional. CHRISTIN menambahkan proses pembelajaran dipusatkan di Yamaha Center mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WIB, selama 6 hari 5 malam.

Sedangkan NINA TAMAN menceritakan sebagai tutor dia tidak akan memberikan teori banyak tapi lebih banyak berdialog soal tampil di panggung. Satu diantaranya, bagaimana bisa menenangkan rasa grogi saat tampil dan apa yang harus ditampilkan. Bahkan dirinya ingin sharing soal mengasah kekurangan jadi keunggulan. (tin)

Angka Kelulusan UN SMA di Pidie 98,84%

PIDIE--MICOM: Angka kelulusan peserta Ujian Nasional (UN) tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kabupaten Pidie, Aceh, tahun ini mencapai 98,84%. Angka itu dihitung sesuai dengan jumlah perserta UN tingkat SMA sebanyak 5.496 siswa.

Data diperoleh Media Indonesia di Dinas Pendidikan Kabupaten Pidie, Minggu (15/4) dari 5.496 peserta UN tingkat SMA itu, yang dimyatakan lulus 5.432 orang dan mereka berhak memperoleh ijazah tanda tamat belajar tingkat SMA,MA, atau SMK.

Sedangkan yang tidak lulus dan tidak berhak memperoleh ijazar adalah 64 siswa. Mereka yang gagal itu tesebar dari berbagai sekolah dan kejuruan yaitu 12 siswa jurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), 36 siswa jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), dan 16 siswa Sekulah Menengah Kejuruan (SMK).

Media Indonesia memperoleh informasi pengumuman kelulusan ini baru di publikasikan di sekolah-sekolah bersangkutan pada Senin (16/5).

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pidie, Bukhari Thahir, kepada Media Indonesia Minggu (15/5) mengatakan, angka kelulusan UN siswa tingkat SMA tahun 2011 ini lebih besar dari tahun 2010 lalu.

Dia membandingkat tahun 2010 jumlah peserta UN tingkat SMA di wilayah tugasnya itu sebanyak 571 siswa. Sedangkan yang lulus saat itu adalah 90,83 persen dari jumlah peseta tersebut.

"Kita lihat dari presentasenya tahun ini angka kelulusannya lebih tinggi dari tahun 2010 lalu. Mudah mudahan kedepan kita terus bisa perbaiki dimana kelemahannya," kata Bukhari Thaher.

Ditambahkannya, bagi siswa yang tidak lulus itu masih ada peluang lain untuk menyelesaikan pendidikan, misalnya dibolehkan mendaftar ujian paket C.

Selain itu mereka dibenarkan duduk kembali di kelas tiga dan mereka berpeluang mengikuti UN tahun depan. (OL-12)

source ; http://www.mediaindonesia.com/read/2011/05/16/226356/293/14/Angka-Kelulusan-UN-SMA-di-Pidie-9884

Robot 50 Cm yang Mampu Bermain Bola

BERMAIN bola tak hanya bisa dilakukan oleh manusia atau hewan, kini robot pun bisa menggocek bola. Mereka bisa bergerak layaknya manusia dan menendang bola ke arah gawang lawan.

Robot setinggi sekitar 50 cm itu bergerak bebas di tengah lapangan hijau berukuran 3x7 m. Setelah dinyalakan, otomatis robot akan bergerak mencari bola dan menendangnya ke arah gawang lawan.

“Sensor yang digunakan adalah sensor warna, dari situlah robot bisa membaca di mana posisi bola kemudian menendangnya,” ujar Rudy, 21, tim ROSE dari Universitas Tarumanagara (Untar) Jakarta ini pada Kontes Robot Indonesia dan Kontes Robot Cerdas Indonesia Wilayah II di STT Telkom, Kota Bandung, kemarin.

Robot yang dibuat tim ROSE berhasil memenangi kategori Battle Robosoccer Humanoid League dengan berhasil menggiring bola. Di Indonesia, kategori ini baru dipertandingkan, sehingga mahasiswa harus banyak mempelajari pembuatannya dari tayangan video kontes serupa di luar negeri.

Robot ini digerakkan oleh kontrol yang berada di bagian punggung. Kamera yang berada di atas kepalanya berfungsi seperti mata pada manusia. Selain membantu pergerakan robot, kamera juga berfungsi mendeteksi bola. Dalam pertandingan tersebut, lima bola ditaruh di bagian tengah lapangan. Sebagai garis start, robot disimpan di depan gawang dan berjalan menuju bola.

“Kesulitannya adalah menyeimbangkan robot saat berjalan, sehingga kami membuat robot berjalan miring supaya bisa berjalan baik,” kata Rudy.

Otomatis ketika mendeteksi bola, robot akan menggerakkan salah satu kakinya dan menendang salah satu bola. Robot yang berhasil menendang bola, menggiring, dan mendekati bola, maka nilainya semakin besar.

Rangka robot ini belum dibuat sendiri oleh Rudy dan teman- teman, namun memakai rangka kit. Untuk otaknya, Rudy memprogramnya sendiri, sehingga robot bisa sesuai yang diharapkan. Selain itu Rudy juga membuat kaki robot sendiri dari PVC berbentuk lempeng. Untuk membuat robot ini, Rudy hanya membutuhkan waktu dua minggu, mulai dari membuat program robot hingga trial.

Dana yang dibutuhkan untuk membuat robot ini cukup mahal. Robot yang dibuat dari tahap awal membutuhkan dana hingga Rp15 juta. Kontes robot tersebut diikuti 65 tim yang terdiri dari 25 perguruan tinggi meliputi DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten. Pemenang kontes ini akan berlaga kembali di tingkat nasional yang diselenggarakan pada Juni mendatang di Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta. (masita ulfah/sindo)(//rfa)

source: http://kampus.okezone.com/read/2011/05/16/373/457471/robot-50-cm-yang-mampu-bermain-bola

Dua Rekor untuk Perancang Indonesia

KOMPAS.com - Perancang busana Anne Avantie selalu punya kejutan di perhelatan akbar tahunan Jakarta Fashion & Food Festival (JFFF). Di JFFF 2011 yang memasuki tahun ke delapan, Anne menghadirkan pertunjukkan yang tak kalah menarik dengan tahun sebelumnya. Perancang busana yang disebut sebagai aset kota Semarang ini, menggelar persembahan untuk menghibur rekan sejawatnya, mini show "Putri Tiong Hoa" Tribute to Robby Tumewu. Pada malam pertunjukkan ini, Anne si pemrakarsa dan Robby sebagai penerima hadiah istimewa, mendapatkan rekor yang diberikan oleh Jaya Suprana.

Perancang busana dan aktor, Robby Tumewu tak hanya mendapatkan hadiah manis dari Anne. Museum Rekor Indonesia (MURI) memberikan rekor kepada Robby. Pria yang tengah dalam masa perawatan akibat penyakit stroke ini  meraih rekor Muri. "Robby adalah inspirasi, perancang busana yang juga aktif sebagai aktor film dan televisi, untuk itulah ia menerima rekor MURI," jelas Jaya Suprana saat menyerahkan rekor MURI kepada Robby jelang pertunjukan "Putri Tiong Hoa" Tribute to Robby Tumewu, di Harris Hotel & Conventions Kelapa Gading, Jakarta, Minggu (15/5).

Anne, perancang yang fokus mengembangkan kebaya kontemporer juga meraih rekor. Tak seperti Robby, Anne dinilai tak bisa meraih rekor nasional untuk kebaya kontemporer kreasinya. Jaya Suprana mengumumkan di kesempatan yang sama, Anne berhak menerima penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia, sebagai pelopor kebaya kontemporer.

"Anne dicalonkan untuk menerima MURI sebagai pelopor kebaya kontemporer. Namun tim penilai MURI menolaknya. Anne tidak berhak menerima rekor nasional, namun ia jauh lebih berhak menerima rekor dunia. Tak ada kebaya kontemporer dari Tokyo, New York atau Milan. Kebaya kontemporer hanya ada di Semarang, khususnya di Indonesia. Jadi Anne berhak mendapat rekor dunia untuk kebaya kontemporer," jelas Jaya yang mendapat sambutan meriah dari tamu undangan peragaan busana dan mini show Anne Avantie di JFFF.

SSB Bogor Wakili Indonesia di MUPC Regional Asia

INILAH.COM, Jakarta - SSB Kabupaten Bogor yang mewakili kota Bandung di babak 10 besar Nike Manchester United Premier Cup 2011 akhirnya keluar sebagai juara wilayah Indonesia.

Bogor mengalahkan Indonesia Football Academy (IFA) yang mewakili Jakarta di babak 10 besar wilayah nasional lewat adu penalti, setelah bermain imbang selama 2 babak masing-masing 20 menit.

IFA sebenarnya unggul dari segi fisik maupun teknik. Beberapa kali umpan silang mereka berhasil mendatangkan ancaman dari sayap kanan, dan salah satunya disambut sundulan yang menerpa mistar.

Sayang, keunggulan IFA tidak dibarengi kematangan mental, sehingga dua penendang pertama mereka dapat digagalkan kiper Bogor sementara satu menerpa tiang. Sebaliknya, Bogor sukses menjaringkan ketiganya.

Bogor, yang sebelumnya mengalahkan SSB Baladhika dari Semarang dengan skor 2-0 berhak mewakili Indonesia ke wilayah Asia. Mereka akan bertemu lima wakil dari Asia lainnya yakni tuan rumah Thailand, Malaysia, Singapura, Vietnam dan India tanggal 6-9 Juni.

Jika menang, mereka akan tampil di putaran Internasional di kandang Manchester United, Old Trafford, Inggris, menghadapi tim terbaik dari 40 negara, termasuk Belanda, Italia, Inggris maupun Brasil.

Laga yang dikuti pemain-pemain U-15 dari 153 Sekolah Sepak Bola di seluruh Indonesia ini telah masuk dalam kalender kompetisi usia muda PSSI yang dikelola BPPUM (Badan Pembinaan dan Pengembangan Usia Muda).

"(MUPC) menjadi bagian dari pilar-pilar pembinaan yang ada di kita, mudah-mudahan memudahkan PSSI, memudahkan kita semua, untuk menjaring talenta-talenta terbaik di negeri ini," demikian komentar pelaksana tugas Sekretaris Jenderal PSSI Djoko Driyono usai laga di Lapangan C, Senayan, Jakarta, Minggu (15/5/11).

Delapan Ikan Jenis Baru Ditemukan di Bali

VIVAnews - Ilmuwan dari Konservasi Internasional menemukan delapan ikan dan karang spesies baru di pulau Bali, Indonesia. Namun demikian, para ilmuwan belum memberikan nama bagi spesies-spesies tersebut.

Spesies yang ditemukan termasuk belut laut dan ikan kecil warna-warni di antara  karang. Disebutkan, ikan yang memiliki penampilan memesona ini merupakan bagian penting dari kelangsungan lingkungan terumbu karang.

"Kami telah melakukan survei di 33 tempat di sekitar Pulau Bali dan telah mengidentifikasi 952 ikan terumbu. Beberapa di antaranya kami yakini adalah spesies baru," kata Mark Van Nydeck Erdmann, penasihat senior, Konservasi Internasional, seperti dikutip dari Independent, 16 Mei 2011.

Pada penelitian, para ilmuwan melakukan survei di beberapa daerah wisata bawah air di Pulau Bali. Antara lain, Tulamben, Nusa Dua, Gilimanuk, dan Pemuteran. Saat ditemukan, spesies-spesies baru itu hidup di kedalaman 10 sampai 70 meter.

Erdmann mengatakan, temuan mereka belum dinamai. Namun ikan-ikan tersebut termasuk dalam genus Siphamia, Heteroconger, Apogon, Parapercis, Meiacanthus, Manonichthys, Grallenia, dan Pseudochromis.

Survei laut yang berakhir pada Rabu, 11 Mei 2011 lalu itu memakan waktu hingga dua pekan. Selama penyelaman, tim juga berhasil menemukan spesies baru dari Euphyllia atau karang buih.

Indonesia selama ini dikenal sebagai  surga biota laut. Indonesia dikenal sebagai Coral Triangle yang kaya akan keanekaragaman hayati yang sangat penting artinya bagi kesehatan laut dan persediaan pangan dunia.

Tahun lalu, ilmuwan juga menemukan beberapa spesies baru di kawasan Papua. Temuan terdiri atas ikan gua yang tidak memiliki mata dan jenis katak yang membawa keturunannya di atas punggungnya. (sj)
• VIVAnews

Radja Nainggolan, Pemain Berdarah Indonesia Diincar AC Milan

TEMPO Interaktif, Milan - "Pemain terbaik Indonesia yang tidak pernah bermain untuk Indonesia." Itu kalimat pembuka yang ditulis Tribalfootball mengenai Radja Nainggolan.

Radja Nainggolan menjadi pergunjingan di jagat sepak bola Italia berkat penampilan gemilangnya bersama Cagliari musim ini. Bahkan, pemain berusia 23 tahun tersebut diincar tim juara Seri A Liga Italia, AC Milan.

Radja meniti karier di Seri A Liga Italia seperti pemain lainnya. Ia bergabung dengan Cagliari musim panas lalu setelah membela Piacenza selama tiga musim. Permainan cemerlangnya musim ini membuat AC Milan, Inter Milan, dan Napoli, kepincut.

Radja lahir di Antwerp, Belgia, dari ayah asal Indonesia, Marianus Nainggolan, dan ibu asal Belgia, Lizy Bogaerts. Radja memiliki dua adik perempuan kembar dan tiga saudara tiri. Semua saudaranya tinggal bersama ayah mereka di Bali. Ayah dan ibu Radja berpisah ketika Radja masih berusia enam tahun.

Adik perempuan Radja ikut ayah mereka ke Indonesia. Sementara, Radja tinggal bersama ibunya.

Bakat sepak bola Radja mulai terasah di Germinal Beerschot. "Sejak kecil saya suka main bola. Bahkan ketika berusia lima tahun, saya masuk sebuah tim di kota saya," ujar Radja. "Pada usia 10 tahun, saya pindah ke Germinal Beerschot. Saya mengasah kemampuan saya di sana saat remaja."

"Akhirnya, ketika berusia 16 tahun, agen saya mengatakan kepada saya bahwa sebuah klub Italia tertarik dengan saya. Jadi, saya pindah ke Piacenza," kata Radja.

"Itu merupakan mimpi yang menjadi kenyataan: bermain di Italia. Tetapi, awalnya itu tidak mudah karena umur saya baru 16 tahun. Saya tinggal di negeri asing sendiri. Namun, tekad bulat saya mampu mengatasi seluruh rintangan yang saya hadapi," ujarnya.

Nainggolan mengaku terkejut dengan kemampuannya yang meningkat setelah naik kelas dari Seri B musim ini.

"Antara Seri A dan B ada kesenjangan tajam dalam hal fisik dan taktik," ujar Radja. "Sebuah kebanggaan tersendiri saya bisa dilatih Roberto Donadoni, pelatih dengan pengalaman segudang yang banyak mengajari saya."

Mantan pelatih Cagliari Pierpaolo Bisoli mengaku sebagai penggemar Radja. Bisoli yakin Radja bisa tampil di panggung yang lebih besar.

"Ia pemain besar," ujar Bisoli. "Ia sangat kuat secara fisik dan teknik. Ia bisa bermain di tim-tim besar seperti Napoli."

Radja sadar selentingan mengenai transfer berkeliaran di sekelilingnya. Namun, Radja berusaha tetap rendah hati. Pemain yang baru saja menikahi gadis lokal ini mengaku senang bisa mengembangkan kemampuan sepak bolanya di Cagliari di bawah Donadoni. "Saya senang di Cagliari dan saya yakin ini merupakan tempat ideal untuk tumbuh dan menjadi matang," kata Radja.

Piacenza mengizinkan Radja pindah ke Cagliari dengan kesepakatan sama-sama memiliki Radja. Meski sempat menolak menjual Radja, Piacenza berpeluang menjual Radja yang namanya tengah berkibar. Apalagi, beberapa klub Seri A tertarik menggaet Radja.

Sosok Radja yang memiliki darah Indonesia dianggap bisa menjadi faktor pendulang pasar di kawasan Asia. Pasalnya, Seri A berebut pasar Asia dengan Liga Primer Inggris dan Liga Spanyol.

Profil Radja yang mulai dikenal di Indonesia juga dimanfaatkan dengan wawancara Radja untuk mempromosikan Seri A ke Asia.

"Saya sebenarnya tidak lahir di Indonesia," ujar Radja seraya tertawa. "Saya besar sebagai anak-anak di Antwerp. Tetapi, saya memang berencana pergi ke sana (Indonesia)."

"Saya mengikuti sepak bola Asia dan saya rasa mereka berubah dengan cepat terutama di Jepang dan Korea Selatan. Banyak pemain-pemain bagus," katanya. "Mungkin secara fisik mereka mengalami masalah, tetapi kendala itu bisa diatasi dengan teknik dan kecepatan."

Kini, Radja tercatat membela tim Belgia. Oleh karena itu, peluang untuk membela tim nasional Indonesia dianggap sudah tertutup. Tetapi, mencuatnya nama Radja menjadi jaminan ia bakal menjadi idola di Indonesia.

Presiden Cagliari Massimo Cellino pun sadar mereka punya aset emas. "Saya berani bertaruh ia akan bermain untuk Real Madrid," ujar Cellino. "Ia baru 23 tahun, tapi punya kualitas yang hebat."

"Tetap,i kami tidak akan menjualnya musim panas mendatang. Ia akan mengembangkan diri di sini dan akan menjadi lebih baik," kata Cellino.

Nama: Radja Nainggolan
Tempat tanggal lahir: Antwerp,Belgia / 4 Mei 1988
Posisi: Gelandang
Karier:
Yunior
2000-2004 Germinal Beerschot
2004-2007 Piacenza
Senior
2007-2010 Piacenza
2010- sekarang Cagliari

TRIBALFOOTBALL | KODRAT

Sabtu, 14 Mei 2011

Konser Kali Kedua, Avril Lavigne Tampil Enerjik

Penampilan Avril Lavigne yang bertajuk 'Avril Lavigne Black Star Tour 2011' sukses menghibur ratusan penonton yang hadir di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Rabu (11/5/2011) malam. Meskipun kedua kalinya penyanyi rock tersebut hadir di Indonesia, namun disambut cukup antusias oleh para penggemarnya.

Penampilan Avril dimulai pada pukul 20.15 WIB dengan diawali tembang 'Black Star'. Dengan Kostum casual. Dengan pakaian berwarna hitam Avril tampil enerjik di atas panggung. Setelah usai lagu pertama dinyanyikan Avril, penyanyi asal Kanada ini langsung menyapa penonton. "Jakarta, Are you ready?" sapa Avril.

Beberapa kali setelah Avril menyanyikan lagu, Avril selalu menyapa dan menyemangati para penontonnya. Tidak hanya itu, dalam beberapa kesempatan Avril juga mengungkapkan betapa senangnya ia bisa tampil di Jakarta.

"Saya sangat senang berada di sini, dan menjadi perempuan yang paling beruntung bisa berada di sini. Terima kasih sudah mau mendengarkan musikku. Ini keren banget soalnya, kalian sangat exicited. Aku pengen bilang I love you so much," kata Avril usai menyanyikan lagu 'Stop Standing There' sambil memainkan piano.

Dalam konsernya tersebut Avril membawakan hampir 16 lagu yang juga menyanyikan lagu dari album terbarunya.

"Apa kalian masih di sini? Ini adalah album baruku 'Goodbye Lullaby'. Lagunya 'Stop Standing There' ini menceritakan tentang sesorang yang diam saja di suatu tempat dan pengen kasih, jangan cuma diam saja, tapi lakukan sesuatu," cerita Avril tentang lagunya.

Para penonton yang mayoritas dari kalangan remaja tersebut sepertinya sudah sangat hafal dengan lirik setiap lagu yang dinyanyikan oleh Avril. Maka, tak heran bila hampir seluruh penonton turut serta menyanyikan lagu yang sedang dinyanyikan oleh Avril  di atas panggung, terutama saat Avril melantunkan lagu 'I'm with you'.

Kemudian penampilan Avril ditutup dengan menyanyikan tembang 'Complicated' dan seraya mengucapkan "Terimakasih Jakarta, I love youu..." dan mengakhiri konsernya di Jakarta. todi/thx-today

Aksi Jerman-RI untuk Bumi di Jalan 17 Juni

Berlin - Indonesia sepakat bahwa perlindungan lingkungan hidup adalah tanggungjawab masyarakat global.

Demikian Dubes RI untuk Republik Federal Jerman Dr. Eddy Pratomo di hadapan Menteri Lingkungan Hidup Jerman Dr. Norbert Röttgen dalam kegiatan penanaman pohon bersama di Brandenburger Tor, Berlin (12/5/2011).

"Sikap ini sejalan dengan komitmen Indonesia dalam menanggulangi bahaya global akibat perubahan iklim serta dalam mendukung Protokol Kyoto," ujar Dubes.

Kegiatan yang berlangsung di area sepanjang jalan bersejarah Straße des 17 Juni (Jalan 17 Juni) itu, menurut Sekretaris III Purno Widodo kepada detikcom, diikuti oleh beberapa dubes negara sahabat, politisi Jerman, pelajar serta media massa setempat.

Dubes, yang juga penasehat senior Indonesia dalam Konferensi PBB untuk Perubahan Iklim (UNFCCC), dalam kesempatan tersebut bersama Menteri Lingkungan Hidup Röttgen mendapat kehormatan melakukan penanaman pohon secara simbolis.

Sementara itu Menteri Lingkungan Hidup Jerman Dr. Norbert Röttgen dalam sambutannya mengajak umat manusia untuk terus dan tak pernah berhenti menanam pohon.

"Hal ini secara khusus bermanfaat untuk membuat kualitas hidup menjadi lebih baik serta lebih sehat. Ini pula yang dapat diwariskan untuk anak cucu kita, generasi akan datang," pesan Röttgen.

Kegiatan penanaman 17 pohon limau tersebut merupakan acara penutup dari serangkaian penanaman 64 pohon limau, yang dikelola oleh yayasan lingkungan hidup GAIA.

Yayasan ini bergerak dalam advokasi lingkungan, kualitas hidup dan budaya di Jerman. KBRI Berlin dalam program tersebut bertindak sebagai salah satu sponsor.

"Ini bukti konkret Indonesia dalam upaya penyelamatan lingkungan, sebagaimana selalu diupayakan dalam berbagai sidang UNFCC, terutama kelanjutan sidang di Bangkok, April lalu," pungkas Dubes.

UNFCCC Bangkok

Disebutkan, pembahasan dalam sidang UNFCCC di Bangkok seperti biasa berjalan tidak mudah.

Namun Indonesia tetap optimis bahwa proses tersebut akan dapat menjembatani perbedaan negara-negara dalam menyiapkan pertemuan di Durban. Optimisme ini diwujudkan melalui serangkaian diplomasi untuk menjembatani beberapa perbedaan.

Sebelumnya perbedaan-perbedaan itu mencuat dalam pertemuan koordinasi Kelompok 77 dan China, Kelompok Asia, pencalonan tuan rumah UNFCCC COP tahun 2012 dan pencalonan anggota komite transisi untuk pendanaan iklim.

Sidang di Bangkok merupakan pertemuan putaran pertama di 2011, untuk mendiskusikan lebih lanjut pelaksanaan mandat Bali Action Plan dan Cancun Agreement, serta kelanjutan komitmen kedua dari negara-negara maju sesuai Protokol Kyoto melalui AWG-KP dan AWG-LCA1.

Indonesia juga mengambil peran aktif dalam kelompok Cartagena Dialogue, sebuah kelompok informal negara-negara berpandangan sama mengenai jalan tengah dalam perumusan keputusan yang diperlukan untuk penanganan perubahan iklim di masa depan.

(es/es)

"Indonesia Pengguna Facebook Terbanyak Kok Bangga?"


<!--div class="ts fr"> text TEXT SIZE :  
Defanie Arianti - Okezone
Nonot Harsono (Foto: Defanie Arianti / okezone)
JAKARTA - Jika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membanggakan statistik yang menyebut Indonesia sebagai pengguna Facebook terbanyak kedua di dunia, tidak demikian dengan anggota KRT-BRTI Nonot Harsono.

Sebaliknya, Nonot justru mempertanyakan apakah statistik ini benar-benar menggambarkan kemajuan masyarakat Indonesia di bidang teknologi.

"Jika Indonesia dikatakan sebagai pengguna Facebook terbanyak di dunia, ini sebenarnya indikator kemakmuran atau justru indikator pengangguran?" ungkapnya pada seminar seminar 'Broadband Sebagai Pendorong Pertumbuhan Ekonomi Masa Depan' di Hotel Borobudur Jakarta, Kamis (12/5/2011).

"Jangan-jangan masyarakat Indonesia memiliki terlalu banyak waktu luang sehingga bisa tercatat sebagai pengguna Facebook terbanyak dunia," selorohnya yang mengundang gelak tawa peserta seminar.

Nonot berharap pemerintah bisa lebih mengedukasi masyarakat dalam pemanfaatan perangkat ICT dan akses broadband untuk kegiatan yang produktif seperti pelaksanaan e-commerce maupun pemberdayaan masyarakat dengan memberikan pengetahuan seputar telematika demi meminimalisasi kesenjangan digital antara masyarakat perkotaan dan masyarakat pedesaan.

"Perlu dipertanyakan mengapa ranking pengguna Facebook dibawa ke dalam pidato resmi. Apakah hal itu sudah relevan dengan pemanfaatan broadband yang bermanfaat bagi masyarakat Indonesia?" pungkas Nonot.
(van)


source : http://techno.okezone.com/read/2011/05/12/55/456419/indonesia-pengguna-facebook-terbanyak-kok-bangga

Fakta-Fakta Unik Dunia Sepakbola Indonesia

- Heran! Komisi Banding PSSI bentukan Komite Normalisasi, meloloskan George Toisutta dan Arifin Panigoro sebagai calon Ketua Umum PSSI, padahal sejak 4 April 2011, FIFA dalam suratnya telah menolak kedua calon tersebut termasuk Nirwan Bakrie dan Nurdin Halid untuk Kongres PSSI 2011.

- Bingung! Di Indonesia ada dua liga sepakbola profesional. Pertama, Liga Super Indonesia (LSI) yang diakui oleh PSSI, kedua Liga Primer Indonesia (LPI) yang mulai digelar Sabtu, 8 Januari 2011 yang belum diakui PSSI.

- Ajaib! Ketua umumnya masuk penjara tapi masih bisa memimpin organisasi PSSI.

- Dukun! Jika sebelum pertandingan lapangan disterilkan, seringkali akan ditemukan banyak benda berbau klenik di seputaran gawang.

- Asyik! Di musim hujan, tempat paling strategis menonton pertandingan adalah di bawah pohon tinggi yang menjulang di balik tembok stadion. Soalnya, banyak stadion di Indonesia masih dikelilingi pepohonan tinggi.

- Nekat! Penonton Indonesia dikenal fanatik, nekat dan tak takut mati, bahkan mungkin lebih nekat dari Hooligan Inggris. Mereka berani memanjat menara lampu stadion yang tinggi di tengah hujan demi bisa menonton pertandingan secara gratis.

- Aduuh! Bisa jadi, di beberapa daerah, jumlah penonton yang membayar tiket pertandingan dengan yang tidak membayar berbanding 50-50.

- Nonton Bang! Di Indonesia, petugas keamanan menghadap ke lapangan bukan ke arah penonton, bahkan beberapa di antaranya terlihat duduk dan bersorak memberi dukungan untuk tim tuan rumah.

- Jarak laga tandang yang harus dilakoni sebuah klub di Indonesia bisa jadi yang terjauh. Bayangkan jika klub asal Aceh harus terbang ke Papua atau sebaliknya. Wah jaraknya bisa dari satu benua ke benua lainnya.

- Jangan dong Pak! Cuma di Indonesia, polisi turun tangan melerai dan menangkap dua pemain yang bertikai di lapangan. Bahkan sempat memenjarakannya.

- Priiit! Meski telah diperiksa petugas sebelum masuk, masih banyak penonton membunyikan peluit di tengah atau akhir pertandingan. Tidak diketahui dimana mereka menyembunyikan benda terlarang tersebut, kemungkinan di daerah terlarang yang bebas razia.

- Nyampah! Kadang-kadang, lapangan juga dijadikan tempat membuang sampah oleh penonton, terutama jika tim kesayangannya kalah. Terutama botol-botol minuman ringan, bahkan kalau marah, bata pun berserakan.

- Waduh! Di Indonesia, yang memukul bukan hanya pemain dan offisial, wasit pun tak mau kalah.

- Bela Diri! Untuk bertahan di tengah kompetisi yang ketat, pemain Indonesia harus dibekali dengan skill sepakbola, lari, dan pencak silat atau tinju. Lari utuk menghindari kejaran penonton suporter atau manajer lawan yang mengamuk karena kalah, pencak silat atau tinju untuk membela diri jika sudah terpojok dengan lawan atau ketika emosi dengan keputusan wasit.

-Tempat korupsi! Banyak pejabat di daerah terlibat kasus korupsi hanya gara-gara salah mengelola keuangan klub dengan mencampur adukkan dengan Anggaran pendapatan dan belanja daerah setempat. (Dari berbagai sumber)

source : http://www.bolalob.com/view/2011/05/4231/Fakta-Fakta_Unik_Dunia_Sepakbola_Indonesia

Melestarikan Kebudayaan ala Damn! I Love Indonesia

Jakarta - Kaum muda di Indonesia saat ini tidak banyak melestarikan produk, budaya dan sejarah Indonesia. Banyak dari mereka lebih memilih menggunakan produk impor daripada lokal dan banyak di antaranya yang tidak mengetahui budaya maupun sejarah berdirinya negara Indonesia.

Hal ini membuat artis muda dan mantan VJ MTV Daniel Mananta merasa prihatin. Dari sedikitnya produk berlabel 'made in Indonesia', membuat mantan kekasih artis Marissa Nasution itu melihat peluang bisnis dengan membuat toko yang menjual berbagai produk Indonesia. Ini diharapkan dapat menginspirasi anak muda untuk lebih mencintai Indonesia baik dari produk, budaya ataupun sejarah.

Pada tahun 2008, Daniel Mananta telah meluncurkan label Damn! I Love Indonesia dan meresmikan toko pertamanya di FX. Melihat semakin banyak konsumen yang tertarik akan produknya, Daniel Mananta kembali membuka concept store Damn! I Love Indonesia di Level One, Grand Indonesia.

Damn! I Love Indonesia memilih lokasi storenya di Level one bukanlah tanpa alasan. Toko-toko di Level One dan Damn! I Love Indonesia memiliki tujuan yang sama yaitu untuk mengangkat produksi anak bangsa dengan kualitas tinggi.

Damn! I Love Indonesia menghadirkan serangkaian koleksi T-shirt, dress, hoodies, dan masih banyak lagi, Didukung dengan team yang kuat, kreativitas desainnya pun semakin menarik, antara lain terdapat koleksi design edisi Pandawa Lima, Pahlawan Indonesia, Buto Ijo, Dasa Muka, Gatot Kaca, Proklamasi, Gadis Bali, Penari Ronggeng, dan lainnya.

Pada setiap desain yang terdapat di produk Damn! I Love Indonesia, selalu terdapat cerita dari gambar tersebut, hal ini bertujuan agar para konsumen dapat mempelajari sesuatu yang baru dari kebudayaan Indonesia dan juga menceritakan sejarah Indonesia kepada orang lain.

Damn! I Love Indonesia ditujukan untuk pria dan wanita dengan harga yang ditawarkan pun mulai dari Rp 10 ribuan untuk aksesori dan Rp 150 ribuan untuk t-shirt.

Penasaran dengan koleksi desainnya yang unik? Damn! I Love Indonesia Concept Store hanya ada di Grand Indonesia Shopping Town, East Mall, Level 1, Jakarta.


(rsk/kik)

source: http://www.wolipop.com/read/2011/05/12/111403/1637994/1140/melestarikan-kebudayaan-ala-damn-i-love-indonesia 

Indonesia-Australia Gelar Latihan SAR Gabungan

Indonesia-Australia Gelar Latihan SAR Gabungan
Liputan6.com, Jimbaran: Badan Search and Rescue (SAR) Nasional Provinsi Bali bekerjasama dengan Pusat Koordinasi Keselamatan Australia (RCC Australia) menggelar latihan bersama penanggulangan bencana di lepas pantai tenggara Bali.

"Latihan Austrindo (Australia-Indonesia) ini adalah latihan yang memang dilakukan setiap tahun, dan kali ini SAR Bali melibatkan unsur yang terlibat potensi dan tugas penyelamatan," kata Kepala Sub Bidang (Kasubdid) Siaga Latihan dan Standarisasi Operasi Badan SAR Nasional (Basarnas), Didi Hamzar.

Latihan yang melibatkan unsur SAR dari TNI Angkatan Laut dan Polisi Air Polda Bali itu digelar selama tiga hari sejak Kamis (12/5) hingga Sabtu (14/5) dengan melibatkan total 80 personel. Dedi menjelaskan, latihan gabungan ini salah satunya bertujuan untuk meningkatkan kerjasama. "Kalau ada kejadian di wilayah perbatasan Indonesia - Australia, maka kami akan mengkoordinasikannya dengan RCC. Siapa yang paling dekat dengan lokasi peristiwa, dia yang akan bergerak lebih dulu," jelasnya.

Dedi menjelaskan, dalam pelatihan tersebut para peserta sengaja tidak diberi tahu soal kejadian pastinya, baik waktu dan lokasi. "Ini skenario yang sudah disusun. Jadi nanti ada kejadian dilaporkan, lalu bagaimana tim dapat memproses, mengelola dan bagaimana tim mengatur koordinasi untuk melakukan operasi SAR. Intinya kita akan menguji kesiapsiagaan dan kemampuan koordinasi," katanya.

Dalam simulasi tersebut, sebuah kapal nelayan dengan 12 awak kapal terbakar dan akan tenggelam, dua orang dilaporkan terluka, sementara para kru meninggalkan rakit sehabis kehilangan kontak. Setelah menerima laporan darurat dari Indonesia Mission Control Center (IDMCC), kantor SAR Denpasar melakukan koordinasi dengan bantuan dari RCC Australia.

Komunikasi nyata dipraktikkan antara Koordinator Misi Senior (SMC) dan pusat koordinasi penyelamatan (RCC) Denpasar. Selain melibatkan personel gabungan, latihan tersebut juga melibatkan berbagai peralatan khusus guna penyelamatan, seperti helikopter Basarnas, juga Rigid Hulled Inflatable Boat (RHIB) dari Bali.

Murray Brisset dari National Search and Rescue School di Australia berharap latihan gabungan Australia dan Indonesia ini dapat menguji dan menentukan efektifitas unit SAR dan fasilitas SAR lainnya, baik di Indonesia maupun di Australia. (ANT//TOW)
(antasari.net)

Perguruan Tinggi Indonesia Gelar Pameran di Malaysia

Kuala Lumpur (ANTARA News) - Sebanyak 20 perguruan tinggi negeri dan swasta Indonesia akan mengadakan pameran pendidikan untuk menarik lebih banyak pelajar Malaysia melanjutkan pendidikan di Indonesia yang secara budaya, agama, dan bahasa memiliki kemiripan.

"Sebanyak 20 perguruan tinggi di Indonesia akan berpameran di Kuala Lumpur pada 19-21 Mei," kata Kepala Bidang Penerangan, Sosial dan Budaya Kedutaan Besar Republik Indonesia (Pensosbud KBRI) Malaysia Suryana Sastradiredja saat dijumpai di Kuala Lumpur, Jumat.

Pameran ini merupakan kegiatan dari Kementerian Pendidikan Nasional yang bertujuan lebih memperkenalkan dunia pendidikan Indonesia yang belum diketahui secara luas oleh masyarakat Malaysia khususnya para calon mahasiswa yang baru menyelesaikan jenjang pendidikan sekolah menengah atas.

"Pameran ini suatu kesempatan yang baik untuk memperkenalkan kepada masyarakat di negeri ini bahwa kualitas perguruan tinggi di Indonesia juga tidak kalah dengan negara maju sekalipun," katanya.

Melalui pameran ini, lanjut dia, pihaknya juga bisa menjelaskan bahwa kualitas bidang studi lainnya di luar kedokteran dan farmasi yang selama ini menjadi incaran mereka, juga memiliki standar kualitas yang tinggi.

Pameran pendidikan ini diharapkan menambah pengetahuan masyarakat Malaysia bahwa belajar di Indonesia tidak kalah dengan negara lain, bahkan memiliki sejumlah kemudahan karena kemiripan bahaa, budaya dan agama.

Di samping itu, lanjut Suryana, melalui pameran ini juga bisa disampaikan bahwa biaya kehidupan seperti untuk sewa kos, makan, ataupun transportasi cukup terjangkau dan mudah diperoleh.

"Tentunya biaya hidup di Indonesia cukup terjangkau, apalagi bila mereka menjalankan pendidikan di luar Kota Jakarta sehingga hal tersebut juga bisa menjadikan pertimbangan,` ungkapnya.

Mengenai pemilihan waktu pameran, menurut dia, cukup tepat mengingat sejalan dengan perubahan waktu sistem tahun ajaran baru di negeri ini yang menyerupai di Tanah Air.

"Di sini tahun ajaran baru jatuh pada September. Dengan perubahan waktu tahun ajaran baru di sini yang hampir bersamaan dengan Indonesia diharapkan pameran kali ini bisa menarik para lulusan sekolah menengah untuk meneruskan pendidikan ke Indonesia," ungkapnya.

Sebanyak 20 perguruan tinggi yang berpameran tersebut adalah Universias Indonesia (UI), Institut Pertanian Bogor (IPB), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Ahmad Dahlan, Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Hasanuddin (Unhas), Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Universitas Padjajaran (Unpad), Universitas Sebelas Maret, Universitas Andalas (Unand), Institut Manajemen Telkom Bandung.

Lalu, Universitas Mulawarman, Universitas Parahyangan, Universias Riau, Institut Teknologi Sepuluh November, Universitas Mustopo Beragama, Universitas Negeri Yogyakarta dan Politeknik Manufaktur Bandung serta Universitas Pasundan.(*)

(T.N004/N002)
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © 2011

Wanita Indonesia Terima "Whitley Award" Putri Anne

London (ANTARA News) - Wanita Indonesia, Dr Hotlin Ompusunggu, menerima penghargaan "Whitley Award 2011" dari "The Royal Princess", Putri Anne, dari Kerajaan Inggris, terkait pengabdian dalam pelestarian konservasi dan ikut penjaga kesehatan Indonesia.

"Dr Hotlin adalah dokter gigi dari `Alam Sehat Lestari` yang telah menerima penghargaan dari Putri Anne dalam satu upacara di The Royal Geographical Society, London," kata Humas Whitley Awards 2011, Pam Beddard, kepada koresponden Antara London, Jumat.

Sementara itu, "Minister Counsellor/Act. Head of Chancery" KBRI London, Tumpal Hutagalung, yang hadir dalam acara pemberian penghargaan kepada Dr Hotlin Ompusunggu itu, mengatakan ia ikut bangga karena ada wanita Indonesia yang menerima penghargaan.

"Penghargaan untuk Dr Hotlin atas kontribusinya bagi pelestarian alam itu merupakan suatu kebanggaan bagi bangsa Indonesia. Saya melihat Putri Anne sangat terkesan dengan apa yang dilakukan oleh Dr Hotlin selama ini," ujarnya.

Penghargaan Whitley Awards yang diberikan kepada Dr Hotlin Ompusunggu, merupakan kompetisi tahunan yang pertama kali diadakan pada tahun 1994 itu didukung David Attenborough, yang diberikan kepada mereka yang telah membantu masyarakat dan proyek di seluruh dunia.

Penghargaan "The Royal Princess" yang diserahkan kepada Dr Hotlin Ompusunggu selaku seorang dokter gigi Sumatera yang bekerja di Kalimantan Barat, Kalimantan, itu merupakan peristiwa bersejarah bagi pekerjaan konservasi alam akar rumput.

Dalam 18 tahun sejak organisasi tersebut dimulai, telah memberikan hibah senilai lebih dari 6 miliar poundsterling untuk mendukung kerja para pemimpin inspiratif konservasi di 70 negara dan membangun jaringan lebih dari 120 alumni Whitley.

Bagi Dr Hotlin Ompusunggu, bekerja untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat hutan merupakan upaya penting untuk ikut membantu menjaga habitat global bagi burung owa, burung enggang, dan orangutan, di antara spesies lainnya.

Dr Ompusunggu adalah manajer program Alam Sehat Lestari (ASRI) yang merupakan sebuah badan amal kesehatan dan konservasi yang terletak di sebelah Taman Nasional Gunung Palang.

Ia menerima hadiahnya dalam upacara di Royal Geografis Society, London, yang diselenggarakan oleh The Whitley Fund for Nature (WFN) - badan amal Inggris yang berbasis di balik skema penghargaan internasional.

Penghargaan ini termasuk hibah proyek sebesar 30.000 Pounsterling yang disumbangkan "Goldman Sachs" dengan piala terukir, keanggotaan jaringan berpengaruh dari pemenang Penghargaan Whitley lainnya, pengakuan internasional, dan pelatihan pengembangan profesional.

Dr Ompusunggu mengakui usahanya untuk mengurangi pembalakan liar dengan menawarkan perawatan gigi dan medis lebih baik dan lebih murah untuk 60.000 penduduk desa yang tinggal di wilayah ini.

"Penawaran perawatan gigi memungkinkan mereka mendapatkan diskon pada perawatan dengan melihat setelah hutan hujan, berpartisipasi dalam kegiatan reboisasi dan belajar tentang konservasi," katanya.

Penghargaan tertinggi Whitley Gold Award diberikan untuk ahli biologi kelautan Dr Rachel Graham, Belize, atas usahanya menempatkan rencana aksi nasional untuk hiu dan mendapatkan lebih banyak orang lokal yang aktif terlibat dalam melindungi satwa laut.

Selain keanekaragaman hayati pesisir dan menjaga mata pencaharian lokal dan industri pariwisata ekonomis penting Belize.

Para penerima Whitley Awards lainnya mendapatkan dana 30.000 poundsterling diantaranya pemimpin konservasi dari Argentina, Kroasia, India, Rusia dan Uzbekistan.

(H-ZG/E011)
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © 2011

"Indonesia Society" Juarai Festival Inggris

London (ANTARA News) - Mahasiswa Indonesia di Newcastle yang tergabung dalam Indonesian Society (Indosoc) menyisihkan kontingen negara lain untuk menjuarai festival `Come Dine with Me` yang diadakan Union Society, Newcastle University, di Kota Newcastle, Inggris.

Ketua PPIUK 2010-2011, Tara Hardika, kepada ANTARA, mengatakan dengan mengusung tema "Indonesia, Ultimate Diversity", tim kesenian IndoSoc didukung Pensosbud KBRI London menyajikan tari-tarian, musik, makanan khas Indonesia.

Pada kegiatan yang dimulai pukul enam sore itu, mahasiswa Indonesia membuka acara dengan Tari Belibis dari Bali yang menceritakan sekelompok burung belibis, dibawakan Putri, Cecilia, dan Lavena.

Dilanjutkan dengan Tari Saman dari Aceh, kolaborasi musik angklung, dan ditutup dengan Tari Ngibing dari Betawi.

Tari Saman yang dibawakan sekelompok penari berkostum menyala merah kuning mengundang applaus pengunjung yang terpana dan kagum dengan gerakan ritmis Tari Saman.

Sementara, tim angklung IndoSoc pimpinan Yandri Krisanto, menyihir pengunjung dengan suara unik angklung yang membawakan beberapa lagu daerah serta lagu `Imagine` dari John Lennon.

Selain pertunjukan hiburan, games, dan aneka doorprize, sepanjang acara pengunjung dimanjakan dengan aneka makanan khas Indonesia sajian ibu-ibu di Newcastle seperti risoles, siomay, nasi kuning, rendang, ayam bumbu bali, telor dadar, bacem, dan emping melinjo.

Presiden IndoSoc, Putri Sari Suci mengatakan tiket yang disediakan panitia habis terjual sebelum acara dimulai.

Sementara itu, Ketua PPI Newcastle, Grari Garisetya mengatakan keberhasilan acara ini tidak lepas dari kerjasama dan bantuan banyak pihak, salah satunya masyarakat Indonesia yang ada di kota Newcastle.

Grari mengharapkan agar para mahasiswa Indonesia yang tergabung dalam PPI Newcastle dan PPI UK terus bersemangat mempromosikan citra positif Indonesia dalam kegiatan sejenis.(*)

H-ZG/B003

Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © 2011

Indonesia di Dubai, Gaet Investor Arab


London (ANTARA News) - Indonesia ambil bagian dalam Annual Investment Meeting (AIM) 2011 di Dubai International Convention and Exhibition Centre demi mengaet investor Timur Tengah.

AIM 2011 memfokuskan kegiatan pada promosi peluang investasi di masing-masing negara peserta, ujar Sekretaris Pertama Fungsi Pensosbud KJRI Dubai, Adiguna Wijaya kepada ANTARA dari London, Sabtu.

Acara yang dihadiri sejumlah menteri dan pejabat tinggi dari 20 negara serta sekitar 3.000 investor dari seluruh dunia itu, dilakukan dalam bentuk antara lain country focus/presentasi masing-masing negara peserta, workshop dan pameran.

Menteri Perdagangan Luar Negeri PEA, Sheikha Lubna Bint Khalid Al Qasimi secara resmi membuka acara itu dengan disaksikan oleh Pangeran Mahkota Dubai, Sheikh Hamdan Bin Mohammed Bin Rashid Al Maktoum.

Delegasi Indonesia dipimpin Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Indonesia (BKPM) Gita Wirjawan dan didukung KBRI untuk PEA, Konjen RI di Dubai serta wakil dari Kementerian Luar Negeri, Kementerian Perindustrian, Kementerian Pertanian dan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN).

Dalam acara ini, Indonesia menghadirkan Paviliun Indonesia yang mempromosikan berbagai peluang investasi di Indonesia, termasuk bidang industri teknologi di sektor informasi dan komunikasi (ICT), transportasi, manufaktur, industri kecil dan menengah, industri kreatif dan perkebunan terutama industri kelapa sawit.

AIM 2011 baru pertama kali ini dilakukan dan mendapat dukungan Pemerintah PEA, khususnya Kementerian Perdagangan Luar Negeri PEA, serta turut didukung oleh UNCTAD (United Nations Conference on Trade and Development) dan WAIPA (World Association of Investment Promotion Agencies).

Gita Wirjawan menyampaikan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara tujuan investasi yang ideal dengan berbagai sumber daya alam yang belum tergarap secara optimal, pasar domestik yang besar dan terus berkembang, serta dikombinasikan peningkatan iklim investasi yang semakin baik.

Selain itu, Indonesia juga berhasil meningkatkan nilai GDP sebesar 720 milyar dollar AS pada tahun 2010 yang merupakan terbesar diantara negara ASEAN dan menduduki ranking ke-17 diantara negara G-20.

Sementara itu, pada sesi Country Focus, Konjen RI Dubai Mansyur Pangeran bertindak sebagai moderator dengan empat pembicara yang mewakili BKPM, Kementerian Perindustrian, serta Direktur Utama PT. Perkebunan Nusantara III (PTPN III).

Dirut PTPN III menawarkan proyek cluster industri kelapa sawit di Sei Mangkei, Sumatra Utara seluas 790 Ha, mulai sejak periode 2008-2010 tahap pertama seluas 46 Ha, kedua 2010-2011 seluas 104 Ha dan dikembangkan sampai periode tahun 2011-2018 seluas 640 Ha, dengan investasi 18,2 milyar dollar AS.

Dalam sesi lainnya, BKPM didampingi Tim Kemlu RI berpartisipasi dalam Round Table Discussion yang membicarakan kondisi makroekonomi dan stabilitas politik serta keamanan di Indonesia, termasuk perkembangan situasi terakhir mengenai penanganan terorisme di Indonesia yang menjadi perhatian dunia usaha.

H-ZG/B003

Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © 2011

Kenangan Tsunami Banda Aceh

Oleh Tole
Tujuh tahun lalu, Kota Banda Aceh luluh lantak oleh terjangan tsunami. Berkat dukungan dunia untuk membangun kembali reruntuhan kota, kini Banda Aceh tampil seperti kota baru.
Namun bekas-bekas empasan gelombang tsunami yang menghunjam pada 26 Desember 2004 masih bertebaran di seantero kota. Sebagian bahkan diabadikan, sebagai pengingat bagi warga dan pendatang betapa dahsyatnya bencana yang menelan korban 297 ribu jiwa itu — 60 ribu di antaranya warga kota Banda Aceh.
Jejak empasan tsunami inilah yang kini menjadi tujuan banyak orang datang ke Aceh. Kunjungan ke lokasi terjangan tsunami bahkan jadi andalan kota ini dalam program pariwisata pemerintah setempat: “Visit Banda Aceh 2011”.
Banda Aceh kini benar-benar sebuah kota yang aman, resik dan asri. Jalan-jalan dan trotoar yang lebar, lalu lintas yang ramai, malam yang meriah adalah gambaran kota ini kini. Muda-mudi Banda Aceh bebas mengobrol di warung-warung kopi yang ramai dengan fasilitas Internet nirkabel hingga larut malam.
“Banyak yang masih ragu-ragu datang ke Banda Aceh karena informasi yang tidak benar. Ada isu Banda Aceh tidak aman bagi pendatang, dan sebagainya. Gambaran itu akan hilang dengan sendirinya begitu tiba di kota ini,” kata Mawardi Nurdin, Wali Kota Banda Aceh.
Inilah objek wisata Banda Aceh yang mengekalkan ingatan pada bencana dahsyat tujuh tahun silam:

PLTD Apung
Kapal bekas pembangkit listrik tenaga diesel ini semula berada di dermaga Ulee Lheue. Gelombang tsunami menerjang dan menyeret tongkang berbobot mati 2.500 ton dan panjang 63 meter ini hingga 4 km ke darat — ke tengah permukiman warga di Gampong Punge Blang Cut.
Saat ini, PLTD Apung selalu ramai pengunjung. Tanah di sekitarnya telah dikosongkan dan dipagari. Pengunjung bisa naik ke geladaknya lewat tangga besi yang dibuat di sisi kapal dan dari geladak kapal setinggi 20 m, mereka bisa menatap hamparan kota. Terasa benar jauhnya kapal ini terbawa air laut. Di sekitar PLTD ini masih terlihat sisa bangunan yang hancur.
Dinas Pariwisata Kota Banda Aceh mengatakan, kapal pembangkit listrik ini didatangkan ke Banda Aceh guna memasok tambahan listrik bagi warga kota, yang waktu itu kekurangan listrik. PLTD Apung menghasilkan listrik sekitar 1o MW.
Perahu Gampong Lampulo
Selain PLTD Apung, ada pula kapal kayu yang tersangkut di lantai dua sebuah rumah di kawasan padat pemukiman di Gampong Lampulo, Kecamatan Kuta Alam. Kapal nelayan ini awalnya sedang bersandar di dermaga pantai Aceh. Gelombang laut datang menghempaskannya sampai 3 km ke daratan.
Sebanyak 165 orang selamat dari amukan gelombang laut karena menyelamatkan diri ke atas kapal tersebut. Kini, bangunan rumah tempat kapal “bertengger” telah dibersihkan. Ia menjadi landasan kokoh bagi badan kapal. Atap terpal terentang di atasnya dan sebuah jembatan besi juga dibangun melingkar menuju geladak kapal.
---
Foto Masjid Baiturrahman: Tempo/Fransiskus S
Foto PLTD Apung: Tomi Lebang

source: http://id.custom.yahoo.com/paling-indonesia/jalanjalan-kuliner-artikel/article-kenangan-tsunami-banda-aceh-1-158

Pencarian

Memuat...

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...